HUT SMK Ma’arif NU Paguyangan Membludak, Jalan Sehat Diserbu Ribuan Warga
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

Ribuan alumni dan warga memadati HUT ke-33 SMK Ma’arif NU Paguyangan, Brebes. Jalan sehat, reuni akbar, hingga doorprize meriahkan acara. (Foto: ReportaseNews/Kus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Brebes, ReportaseNews — Ribuan alumni lintas generasi memadati halaman SMK Ma’arif NU Paguyangan, Brebes Selatan, dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 sekolah tersebut, Minggu (10/5/2026). Kemeriahan reuni akbar dan jalan sehat membuat kawasan sekolah dipenuhi lautan peserta sejak pagi hari.
Tak hanya alumni, warga dari sejumlah desa di Kecamatan Paguyangan ikut tumpah ruah mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar meriah oleh pihak sekolah. Panitia mencatat sekitar 2.500 orang hadir dalam acara tersebut.
Kepala SMK Ma’arif NU Paguyangan, Mardiyanto, mengatakan peringatan HUT ke-33 menjadi ajang memperkuat hubungan antara sekolah, alumni, dan masyarakat sekitar.
“Ini ulang tahun ke-33 SMK Ma’arif NU Paguyangan. Kami mengadakan reuni akbar sekaligus jalan sehat bersama masyarakat Binduaji khususnya dan Kecamatan Paguyangan pada umumnya,” kata Mardiyanto, Minggu (10/5/2026).
Menurut dia, jumlah peserta tahun ini jauh melampaui perkiraan panitia. Antusiasme warga disebut menjadi bukti tingginya kedekatan masyarakat dengan sekolah tersebut.
Berbagai hadiah disiapkan untuk memeriahkan jalan sehat. Hadiah utama berupa sepeda listrik, mesin cuci, hingga kulkas menjadi rebutan peserta yang memadati area acara.
“Ada banyak doorprize dari sekolah dan bapak ibu guru. Semua ini untuk menghibur masyarakat dan alumni yang hadir,” ujarnya.
Mardiyanto berharap SMK Ma’arif NU Paguyangan semakin berkembang di usia ke-33 tahun dan terus mendapat kepercayaan masyarakat sebagai sekolah vokasi unggulan di Brebes Selatan.
“Harapan kami sekolah ini semakin maju dan terus dipercaya masyarakat untuk mendidik putra-putrinya,” ucapnya.
Pengurus SMK Ma’arif NU Paguyangan, Sobirin, menilai usia 33 tahun menjadi fase penting bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat solidaritas internal.
“Kalau diibaratkan manusia, usia 33 tahun itu sudah dewasa. Artinya sekolah harus semakin matang dan lebih baik ke depannya,” kata Sobirin.
Ia menegaskan kekompakan guru menjadi faktor utama dalam menjaga eksistensi sekolah di tengah persaingan dunia pendidikan.
“Guru harus punya tekad yang sama untuk memajukan sekolah tanpa membedakan latar belakang,” tuturnya.
Hal senada disampaikan guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Ahmad Luman Hakim. Ia mengaku bangga menjadi bagian dari SMK Ma’arif NU Paguyangan karena lingkungan kerja yang dinilai harmonis dan penuh kekeluargaan.
“Saya sangat bangga menjadi guru di sini. Lingkungannya nyaman dan kerja sama antar guru sangat baik,” katanya.
Menurut Ahmad, peningkatan kualitas guru menjadi langkah penting untuk mencetak generasi muda yang unggul dan berkarakter.
“Guru harus terus membenahi diri agar bisa mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.
Ia juga mengajak calon peserta didik baru agar tidak ragu memilih SMK Ma’arif NU Paguyangan sebagai tempat melanjutkan pendidikan.
“Insyaallah kami siap mendidik anak-anak menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.
Suasana haru turut terasa saat para alumni lintas angkatan saling bertemu dan mengenang masa sekolah mereka. Salah seorang alumni angkatan 2004, Muhammad Zein, mengaku terkejut melihat perkembangan fasilitas sekolah yang kini jauh lebih modern.
“Sekarang fasilitas sekolah sudah sangat lengkap dan jauh lebih maju dibanding zaman saya dulu,” ujar Zein.
Menurut dia, perkembangan fasilitas tersebut menunjukkan SMK Ma’arif NU Paguyangan mampu mengikuti kebutuhan zaman sekaligus dunia kerja yang terus berubah.
Perayaan HUT ke-33 berlangsung hingga siang hari dengan hiburan rakyat, pembagian hadiah, dan temu alumni yang dipenuhi suasana nostalgia serta keakraban antar-angkatan. (Kus)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar