Gudang 1.494 Motor Curian di Jaksel Digerebek, Diduga Akan Dikirim ke Afrika
- calendar_month 59 menit yang lalu
- print Cetak

Polda Metro Jaya mengungkap gudang berisi 1.494 motor diduga hasil kejahatan di Jakarta Selatan. Kendaraan disebut hendak dikirim ke Tahiti dan Togo. (Foto: ReportaseNews/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Polda Metro Jaya membongkar penampungan 1.494 sepeda motor yang diduga berasal dari tindak pidana kriminal di kawasan Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ribuan kendaraan tersebut diduga akan diselundupkan ke luar negeri.
Gudang penyimpanan motor itu berada di Jalan Kemandoran, Grogol Utara. Polisi menemukan ratusan motor dalam kondisi utuh dan sebagian lainnya telah dibongkar menjadi komponen terpisah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan pengungkapan kasus ini menjadi perhatian serius karena kendaraan yang ditemukan tidak memiliki dokumen kepemilikan resmi.
“Praktik seperti ini menjadi ancaman serius,” ujar Budi di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Menurut dia, keberadaan gudang penampungan kendaraan tanpa dokumen sah berpotensi memicu kembali maraknya kejahatan pencurian kendaraan bermotor di tengah masyarakat.
Sementara itu, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imannudin, mengungkapkan dari total 1.494 unit motor yang diamankan, sebanyak 957 unit masih dalam kondisi lengkap. Adapun 537 unit lainnya sudah dipreteli menjadi beberapa bagian.
Polisi menduga kendaraan tersebut berasal dari hasil kejahatan karena pihak yang menguasai barang tidak mampu menunjukkan bukti kepemilikan resmi, termasuk faktur maupun surat kendaraan lainnya.
Dalam perkara ini, penyidik telah menetapkan seorang tersangka berinisial WS. Polisi juga masih menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat, mulai dari pemasok kendaraan, penadah, hingga pihak yang diduga mengatur pengiriman motor ke luar negeri.
“Penyidik masih terus mengembangkan perkara ini karena diduga melibatkan jaringan yang saling berkaitan,” kata Iman.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kendaraan-kendaraan tersebut diduga akan dikirim ke sejumlah negara, di antaranya Tahiti dan Togo.
Polda Metro Jaya juga membuka ruang koordinasi bagi masyarakat, dealer, pelaku usaha, maupun perusahaan pembiayaan yang merasa memiliki keterkaitan dengan kendaraan yang tengah diperiksa penyidik.
Kepolisian memastikan proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. (RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar