Breaking News
Trending Tags

Keluarga Nikita Mirzani Minta Keadilan TPPU

  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, ReportaseNews – Keluarga Nikita Mirzani meminta transparansi hukum setelah artis tersebut menerima vonis enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kuasa hukum Nikita, Usman Lawara, mengatakan keluarga berharap proses hukum berjalan terbuka dan objektif agar publik dapat melihat fakta sebenarnya di persidangan.

“Pihak keluarga prinsipnya menginginkan keadilan itu seterang-terangnya, lebih terang dari cahaya. Keluarga menyampaikan, ‘Kalau adik saya bersalah, tolong tunjukkan kesalahannya di mana’,” kata Usman Lawara di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).

Menurut Usman, Nikita Mirzani tidak melakukan tindak pidana pencucian uang dalam perkara yang berkaitan dengan Reza Gladys.

Ia menilai penerapan Pasal TPPU dalam perkara tersebut tidak sesuai dengan fakta persidangan. Usman bahkan menyebut penegak hukum terkesan memaksakan konstruksi hukum terhadap kliennya.

“Saya menilai ini dipaksakan dan tidak logis kalau merujuk dari fakta persidangan,” ujarnya.

Usman menjelaskan uang dari Reza Gladys merupakan dana kerja sama pekerjaan yang dikirim ke rekening perusahaan tempat Nikita membeli rumah beberapa tahun lalu.

“Dia menyuruh Mail mengirimkan rekening, dan rekening itu adalah rekening perusahaan tempat dia membeli rumah yang sudah dibeli dua tahun sebelumnya. Ini bukan rangkaian proses tindak pidana pencucian uang pada umumnya,” jelasnya.

Ia juga menilai terdapat kekeliruan dalam penafsiran hukum yang membuat Nikita akhirnya dijerat Pasal TPPU.

Untuk memperjelas pandangannya, Usman memberikan analogi sederhana terkait penerapan pasal pencucian uang.

“Logika sederhananya begini: Saya melakukan tindak pidana lain, misalnya mencuri. Lalu uang itu saya pakai buat membeli motor atau mobil. Tiba-tiba dengan kejahatan itu saya langsung dianggap melakukan pencucian uang? Tidak sesederhana itu,” katanya.

Usman menegaskan kliennya tidak merancang sistem ataupun mengatur aliran dana sebagaimana praktik pencucian uang pada umumnya.

“Niki tidak memutar uangnya, tapi itu uang kerja sama yang kemudian pembayarannya dibayarkan untuk pembayaran rumah,” ujar Usman Lawara.

Kasus yang menjerat Nikita Mirzani kini menjadi perhatian publik karena memunculkan perdebatan soal penerapan Pasal TPPU dalam perkara kerja sama bisnis. (RN-09).

  • Penulis: Ferdy Ferdy

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Tapsel Jadi Barometer Nasional, Mendagri Tito Puji Kecepatan Data Gus Irawan

    Tapsel Jadi Barometer Nasional, Mendagri Tito Puji Kecepatan Data Gus Irawan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Tapsel, ReportaseNews – Sebanyak 120 kepala keluarga (KK) terdampak bencana di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel) kini memiliki tempat tinggal yang baru setelah menerima kunci hunian tetap (Huntap) dalam kegiatan seremoni yang dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Jumat (27/3/2026). Penyerahan rumah ini […]

  • Dasco Pastikan Layanan BPJS Kesehatan PBI Tetap Aktif Selama Tiga Bulan

    Dasco Pastikan Layanan BPJS Kesehatan PBI Tetap Aktif Selama Tiga Bulan

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, StartNews – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan masyarakat miskin dan rentan tetap memperoleh layanan kesehatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Kepastian ini muncul sebagai respons DPR setelah menggelar rapat konsultasi lintas kementerian dan lembaga untuk menjawab keluhan publik terkait penonaktifan kepesertaan secara mendadak. Dalam rapat tersebut, kata Dasco, […]

  • Negara Kebobolan Rp1,3 Triliun, LBH GKB Bidik Aktor Utama Inisial P dalam Skandal Tambang Emas Ilegal Muratara

    Negara Kebobolan Rp1,3 Triliun, LBH GKB Bidik Aktor Utama Inisial P dalam Skandal Tambang Emas Ilegal Muratara

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Ferdy Ferdy
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Kasus dugaan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Sukamenang, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, memasuki babak baru. Lembaga Project Bumi Hijau resmi menunjuk LBH Gerakan Keadilan Bersama (GKB) sebagai kuasa hukum untuk mengusut tuntas dugaan kejahatan lingkungan yang disebut telah merugikan negara hingga Rp1,3 triliun. Langkah hukum tersebut menandai […]

  • Polisi Gagalkan Perdagangan Organ Satwa Langka di Sipirok

    Polisi Gagalkan Perdagangan Organ Satwa Langka di Sipirok

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Tapsel, ReportaseNews – Anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) menggagalkan praktik perdagangan organ tubuh satwa dilindungi dengan menangkap seorang pria berinisial RUN (33) di Kelurahan Pasar Sipirok, Kecamatan Sipirok, Tapsel, Jumat (1/5/2026) sore. Tersangka yang merupakan warga Desa Roncitan, Kecamatan Arse, ditangkap oleh polisi saat hendak transaksi jual-beli sisik trenggiling dan organ hewan […]

  • Istri dan dua anak bandar narkoba Ko Erwin diperiksa Bareskrim Polri terkait dugaan TPPU miliaran rupiah. Sejumlah aset disita penyidik. (Foto: ReportaseNews/Tama)

    Drama Keluarga Bandar Narkoba: Istri dan Anak Ko Erwin Tiba di Bareskrim

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memeriksa tiga anggota keluarga bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin, Jumat (24/4/2026). Ketiganya diduga terlibat dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari bisnis narkotika dengan nilai mencapai miliaran rupiah. ‎Ketiga tersangka tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan sekitar pukul 17.30 WIB, setelah sebelumnya […]

  • VIDEO: Menteri Pigai Sebut Pers dan Pemerintah Saling Jaga Independensi

    VIDEO: Menteri Pigai Sebut Pers dan Pemerintah Saling Jaga Independensi

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan hubungan antara pers dan pemerintah harus dibangun dengan prinsip saling menjaga independensi, tetapi tetap membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat demokrasi. Pigai menyampaikan hal itu saat Kick Off dan Launching Program Media Pers dan Pembangunan Peradaban HAM yang diadakan Kementerian HAM di Jakarta, Rabu (11/3/2026). […]

expand_less