Ribuan Dapur MBG Disetop Sementara, BGN Bongkar Masalah Sanitasi dan Standar Layanan
- calendar_month 35 menit yang lalu
- print Cetak

Badan Gizi Nasional menghentikan sementara 4.581 SPPG Program Makan Bergizi Gratis untuk pembenahan standar layanan dan keamanan pangan. (Foto: ReportaseNews/HO-BGN)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menghentikan sementara ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi nasional guna meningkatkan mutu layanan, keamanan pangan, serta standar operasional program MBG yang menjadi prioritas pemerintah.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa sejak awal 2025 hingga kini terdapat 4.581 SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya untuk menjalani proses pembenahan.
“Tidak ada kompromi terhadap standar kualitas Program MBG. Seluruh SPPG wajib memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan agar layanan yang diberikan benar-benar aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Dadan, Senin (25/5/2026).
Menurut BGN, kebijakan penghentian sementara tersebut bukan bentuk penghentian permanen, melainkan tahapan evaluasi agar seluruh mitra penyedia layanan memenuhi standar nasional yang telah ditetapkan pemerintah.
Dari total 4.581 SPPG yang sempat dihentikan, sebanyak 3.429 unit kini telah kembali beroperasi setelah menyelesaikan proses perbaikan dan penyesuaian standar pelayanan. Sementara itu, sebanyak 1.152 SPPG lainnya masih menjalani proses pembenahan.
BGN menyebut sejumlah SPPG menerima Surat Peringatan (SP) karena masih ditemukan kekurangan pada aspek infrastruktur dan sanitasi. Beberapa di antaranya belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“SPPG yang telah melakukan pembenahan dan memenuhi seluruh standar akan diberikan kesempatan untuk kembali beroperasi. Kami ingin memastikan kualitas program terus meningkat dari waktu ke waktu,” kata Dadan.
Ia menegaskan, pemerintah tetap memberi ruang bagi mitra SPPG yang telah terlibat sejak awal pelaksanaan MBG untuk kembali beroperasi setelah memenuhi ketentuan terbaru.
“Kami menghargai kontribusi para mitra SPPG sejak awal program berjalan. Karena itu, proses pembinaan dan perbaikan dilakukan agar mereka dapat kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik dan sesuai standar nasional,” tutup Dadan. (RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar