Ratusan Warga Padati Riam Bandam, Wisata Alam Puring Kencana Mencuri Perhatian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Ratusan warga memadati Riam Bandam saat HUT ke-30 Puring Kencana. Kegiatan forest healing menjadi langkah memperkenalkan potensi ekowisata unggulan di perbatasan Kalimantan Barat. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kapuas Hulu, ReportaseNews – Kawasan wisata alam Riam Bandam di Kecamatan Puring Kencana, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dipadati ratusan warga saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Kecamatan Puring Kencana, Rabu (17/6/2026).
Perayaan tahun ini tampil berbeda. Pemerintah Kecamatan Puring Kencana memilih menggelar kegiatan forest healing atau terapi hutan sebagai sarana memperkenalkan potensi wisata alam sekaligus mengajak masyarakat lebih dekat dengan lingkungan.
Ratusan peserta dari berbagai unsur hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari masyarakat, Forkopimcam, tokoh adat, Tumenggung, hingga perwakilan pemerintah daerah. Kehadiran mereka menjadi bukti tingginya antusiasme terhadap pengembangan sektor wisata berbasis alam di kawasan perbatasan.
Mewakili Bupati Kapuas Hulu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Iwan Setiawan, menilai Puring Kencana memiliki kekayaan alam yang dapat menjadi modal besar dalam pembangunan daerah.
”Puring Kencana memiliki kekayaan alam yang luar biasa di beranda depan negara. Kegiatan forest healing ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi dan refleksi di usia yang ke-30, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan adat sebagai warisan leluhur,” kata Iwan, Rabu (17/6/2026).
Menurut Iwan, pelestarian alam dan pengembangan pariwisata dapat berjalan beriringan untuk menciptakan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Sementara itu, Camat Puring Kencana Piet Soemaryoto mengatakan konsep forest healing dipilih karena selaras dengan kehidupan masyarakat adat yang sejak lama hidup berdampingan dengan alam.
Ia menegaskan bahwa memasuki usia tiga dekade, pembangunan di Puring Kencana tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga penguatan sektor lingkungan, budaya, dan pariwisata.
”Kami ingin memperkenalkan bahwa kawasan perbatasan memiliki destinasi yang indah, asri, dan memiliki nilai budaya yang kuat. Alam adalah identitas masyarakat Puring Kencana yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman pohon kelapa hibrida di kawasan Riam Bandam sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Setelah itu, peserta mengikuti jalan santai menyusuri kawasan hijau di sekitar lokasi wisata.
Suasana alam yang masih terjaga, gemericik air yang mengalir, serta udara sejuk khas perbukitan menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta. Kondisi tersebut memperlihatkan potensi besar Riam Bandam sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman rekreasi, edukasi lingkungan, dan kekayaan budaya lokal.
Momentum HUT ke-30 Puring Kencana sekaligus menjadi penanda arah pembangunan baru di wilayah perbatasan. Pemerintah daerah bersama masyarakat berupaya menjadikan kekayaan alam sebagai kekuatan utama untuk mendorong kemajuan daerah.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Riam Bandam dinilai memiliki peluang besar berkembang menjadi destinasi ekowisata unggulan Kabupaten Kapuas Hulu yang mampu menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar