Ancam Ledakkan 11 Titik di SDN Srengseng Sawah, Pengirim Pesan Kini Diburu Polisi
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

Polisi memburu pengirim ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa. Hasil penyisiran Tim Gegana dan Densus 88 menyatakan tidak ditemukan bahan peledak. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Polisi masih menyelidiki kasus ancaman bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Aparat kini memburu pelaku yang mengirimkan pesan ancaman melalui aplikasi WhatsApp kepada pihak sekolah.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menelusuri asal-usul pesan yang berisi ancaman tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan penyelidikan masih difokuskan pada identitas pengirim sekaligus motif di balik aksi teror tersebut.
”Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan melakukan olah TKP serta mendalami asal pesan ancaman tersebut,” kata Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (13/7/2026).
Selain mengusut pelaku, polisi juga meminta masyarakat tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Warga diminta memberikan kesempatan kepada aparat untuk menuntaskan penyelidikan.
”Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan memberikan ruang kepada petugas untuk melakukan pemeriksaan serta penyelidikan secara menyeluruh,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesan ancaman dikirim melalui WhatsApp kepada seorang guru dan pegawai tata usaha (TU). Pelaku bahkan sempat melakukan panggilan tak terjawab karena pesannya tidak segera mendapat respons.
Dalam pesan tersebut, pelaku mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah.
Ancaman itu diterima saat para siswa dan guru sedang mengikuti upacara hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Pesan baru diketahui setelah rangkaian upacara selesai sehingga pihak sekolah langsung melaporkannya kepada aparat.
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan laporan diterima sekitar pukul 07.30 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, petugas kepolisian bersama unsur pemerintah setempat segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.
”Laporannya 07.30 WIB, tapi memang di-WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya, kita langsung datang semuanya, camat, lurah,” kata Nurma Dewi.
Tim Gegana Brimob dan Densus 88 Antiteror kemudian melakukan penyisiran menyeluruh di area sekolah guna memastikan kondisi keamanan. Hingga proses pemeriksaan berlangsung, petugas tidak menemukan benda yang diduga sebagai bahan peledak.
”Nihil, tapi masih disisir, lagi disisir,” ujar Nurma Dewi.
Meski hasil penyisiran sementara tidak menemukan bom, polisi memastikan penyelidikan terhadap pengirim ancaman tetap berlanjut untuk mengungkap identitas pelaku dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar