Breaking News
Trending Tags

Sihir Salumpat Saindege di Panggung PRSU 2026

  • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Medan, ReportaseNews – Ribuan pasang mata tak berkedip menatap Panggung Keong Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat (17/7/2026) malam. Gemuruh tepuk tangan memecah malam saat anak-anak muda berprestasi asal Kota Padangsidimpuan menutup pementasan mahakarya drama musikal bertajuk “Dari Salumpat Saindege Menuju Harmoni Emas”.

Malam Pagelaran Seni dan Budaya Pemerintah Kota Padangsidimpuan di PRSU ke-50 kali ini mengambil jalan cerita yang tak biasa. Alih-alih sekadar menampilkan rentetan tarian tradisional secara kaku, tim kesenian membalut kearifan lokal dalam sebuah alur cerita kontemporer yang segar, menghibur, tetapi sarat pesan filosofis.

Sejak tirai panggung dibuka, penonton langsung disuguhkan energi luar biasa dari atraksi Moccak Angkola yang dibawakan Anwar Sadat, Ziaul Hasan Siregar, Afif Nasution, dan Cahaya Kurnia bersama Keisha Diva.

Gerak rancak itu mengalir mulus menuju tari persembahan Endeng-endeng. Lewat gemulai Rizka, Nasyah, Aulia, Alya, Nazila, Tina, Aisyalim, dan Syanala, tarian ini dikemas dengan konsep moderen, tetapi tetap mempertahankan muruah penghormatan kepada para tamu.

Anak-anak berprestasi Padangsidimpuan beraksi dalam adegan drama musikal Salumpat Saindege di PRSU 2026. Mereka menampilkan bakat seni peran dan tari dengan latar belakang pedesaan yang khas, mengangkat filosofi budaya leluhur. (FOTO: RN/LILY)

Kejutan sesungguhnya hadir ketika alunan musik tradisional berpadu dengan nada-nada moderen. Lagu daerah Ketabo-Ketabo dirombak menjadi komposisi jazz yang mewah. Perpaduan vokal Ello dan Yolla, tiupan saxophone dari Rully, serta denting keyboard Ronny Saputra dan Band EL-Ritonga berhasil memaksa penonton ikut bergoyang ringan. Ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan strategi cerdas memperkenalkan musik daerah ke telinga generasi kiwari (kekinian).

Memasuki menu utama, panggung dikuasai oleh deretan aktor dan aktris cilik berbakat seperti Dian Batubara, Nurul Nasution, Tarisa Harahap, Azmil Hidayat, Aflah Mubarok Harahap, Fadhilah Husna Panggabean, Delisha Mumtazah Siregar, Ridho Siregar hingga Dzahira Kanza. Mereka membawakan drama musikal Salumpat Saindege yang mengangkat roh kehidupan masyarakat Batak, yakni filosofi Dalihan Na Tolu.

Keseimbangan relasi sosial antara mora, kahanggi, dan anak boru tidak diceritakan lewat petuah menggurui, melainkan lewat dialog-dialog berbalut humor yang mengundang tawa lepas penonton.

Pesan tentang pentingnya menjaga warisan leluhur, kepedulian sosial, dan kesiapsiagaan menghadapi persoalan zaman tersampaikan dengan renyah. Transisi emosi penonton kemudian dibawa memuncak lewat tarian Harmoni Salumpat Saindege. Balutan kostum bernuansa hitam dan emas yang dikenakan Naura Khanza, Zafira Asofie,
Naomi Qanita, Shakila Alesha, Anggita Harahap beserta penari lainnya menambah kesan megah di bawah sorot lampu panggung.

Kesuksesan visual dan narasi malam itu tak lepas dari kerja keras di balik layar. Seluruh komposisi musik, aransemen, dan koreografi merupakan karya orisinal tim kesenian Kota Padangsidimpuan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan Ahmad Hariri Hasibuan bersama timnya bertindak mengomandoi produksi. Tangan dingin sutradara Chatib Lubis, polesan coach Ivan Kurniawan Siregar dan Zulfadli Siregar dari Sanggar Sidimpuan Idol Grup (SIG), hingga dedikasi tim tata rias Bunda Lusi dan Rini Siregar, menjadi kunci utuhnya jiwa pementasan ini.

Daya tarik panggung malam itu tidak hanya milik drama musikal. Jantung penonton sempat dibuat berdebar saat dua penari, Zahra Pane dan Ivana Meira, nekat bergelut dan melompat di atas pecahan piring kaca, sebuah kolaborasi etnis yang menguji adrenalin sekaligus memanjakan mata.

Sesi foto bersama jajaran Pemko Padangsidimpuan dan para pengisi acara. (FOTO: RN/LILY)

Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe, yang hadir langsung bersama Ketua TP PKK Masroini Ritonga serta jajaran Forkopimda, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Dari kursi kehormatan, dia melihat bagaimana budaya daerahnya berhasil menjadi magnet utama di ibu kota provinsi.

“Melalui Pekan Raya Sumatera Utara, kami ingin memperkenalkan budaya Kota Padangsidimpuan sekaligus memperkuat komitmen dalam melestarikan warisan budaya melalui sinergi dan kolaborasi,” ujar Letnan Dalimunthe di hadapan ribuan pengunjung PRSU.

Letnan meyakini panggung PRSU ke-50, yang berlangsung hingga 2 Agustus 2026, merupakan etalase terbaik untuk menunjukkan bahwa Padangsidimpuan tidak hanya kaya potensi investasi, tetapi juga memiliki peradaban budaya yang terus hidup dan beregenerasi.

Apresiasi serupa datang dari Direktur Keuangan dan Umum PT PPSU Zia Muhammad, yang menilai konsistensi Kota Padangsidimpuan dalam menyajikan pertunjukan atraktif selalu sukses mencuri antusiasme publik setiap tahunnya.

Malam kebudayaan yang megah itu akhirnya ditutup dengan hangat lewat pembagian berbagai door prize menarik bagi masyarakat yang bertahan hingga akhir acara. Di bawah langit Medan, Padangsidimpuan sukses membuktikan bahwa budaya masa lalu bisa tetap menjadi bintang di masa kiwari jika dirawat oleh tangan-tangan yang tepat. (Lily)

  • Penulis: RN-03

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • Pedagang Warung Musiman di Banyumas Berharap Berkah Arus Mudik Lebaran 2026

    Pedagang Warung Musiman di Banyumas Berharap Berkah Arus Mudik Lebaran 2026

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Banyumas, ReportaseNews — Menjelang arus mudik Lebaran 2026, sejumlah warga mulai mendirikan warung musiman di sepanjang jalur utama yang dilalui pemudik. Salah satunya terlihat di kawasan lingkar SPBU Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Warung sederhana berupa tenda itu menjadi tempat usaha Yono, seorang pedagang yang kembali membuka warung musiman untuk melayani para pemudik yang melintas […]

  • Polda Metro Jaya mengamankan 11 sepeda motor yang diduga terlibat konvoi di JLNT Casablanca. Polisi juga mendalami dugaan perusakan portal dan potensi pidana. (Foto: RN/HO-Ditlantas Polda Metro Jaya)

    11 Motor Konvoi JLNT Casablanca Diamankan Polisi

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mengamankan 11 sepeda motor yang diduga terlibat dalam aksi konvoi di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan. Aksi tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial. ‎Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, membenarkan penindakan tersebut. ‎”Sebanyak 11 […]

  • Korupsi Proyek Smart Village di Madina, Dirut PT ISN Jadi Tersangka

    Korupsi Proyek Smart Village di Madina, Dirut PT ISN Jadi Tersangka

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Kejari Madina) menetapkan Direktur Utama PT Info Media Solusi Net (ISN), Muhammad Arif, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Smart Village yang bersumber dari dana desa tahun anggaran 2023. Penetapan status hukum ini dilakukan setelah penyidik menemukan bukti kuat terkait kegagalan sistem digital yang seharusnya mendukung tata […]

  • Kerusuhan usai turnamen sepak bola di Banjarnegara berbuntut laporan pidana. Korban mengaku dicekik dan dipukul, panitia terancam digugat perdata. (Foto: ReportaseNews/Kus)

    Turnamen Bola Banjarnegara Ricuh, Korban Gugat Panitia

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Kusworo
    • 0Komentar

    Banyumas, ReportaseNews – kerusuhan yang terjadi setelah pertandingan sepak bola di Kabupaten Banjarnegara kini berbuntut proses hukum. Seorang pemuda bernama Kevin Djoko Susanto mengaku menjadi korban penganiayaan dan berencana melaporkan terduga pelaku serta panitia penyelenggara turnamen ke aparat penegak hukum. ‎Melalui kuasa hukumnya, Kevin menyebut dirinya mengalami tindak kekerasan saat berada di area kerumunan penonton […]

  • Warga Selopuro Ngawi Tanam Puluhan Pohon Pisang Di Jalan Rusak

    Warga Selopuro Ngawi Tanam Puluhan Pohon Pisang Di Jalan Rusak

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Admin Situs
    • 0Komentar

    NGAWI, Reportasenews – Aksi protes warga Dusun Jetak Dukuh Gemporampah, Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi dengan menanam puluhan pohon pisang di badan jalan Dusun sepanjang kurang lebih 750 meter. Aksi itu dilakukan lantaran warga kesal karena janji pembangunan jalan oleh Pemerintah Desa tak kunjung terealisasi. Menurut keterangan warga, janji perbaikan jalan tersebut sudah berulang […]

  • Terjepit di Ladang Sawit, Orang Utan Jantan Dievakuasi ke Rimba Leuser

    Terjepit di Ladang Sawit, Orang Utan Jantan Dievakuasi ke Rimba Leuser

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Langkat, ReportaseNews – Tim gabungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara bersama mitra mengevakuasi seekor Orang Utan Sumatera (Pongo abelii) jantan berusia 25 tahun yang terjebak di areal perladangan warga Desa Karya Jadi, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat. Tindakan penyelamatan itu sebagai upaya preventif untuk melindungi satwa dilindungi tersebut dari risiko interaksi […]

expand_less