6 Hari Misteri Kematian Sutrimo Belum Terpecahkan, Polisi Libatkan Puslabfor
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Polda Metro Jaya masih menyelidiki kematian misterius Sutrimo dengan melibatkan Puslabfor. Polisi telah memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap penyebab kematian. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Polda Metro Jaya terus mengusut penyebab meninggalnya Sutrimo yang diduga tidak wajar. Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan, hingga Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, tim penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Minggu (26/7/2026). Dalam proses tersebut, petugas mengambil sejumlah sampel dari lokasi untuk menjalani pemeriksaan laboratorium forensik.
Menurut Budi, langkah tersebut dilakukan agar penyebab kematian korban dapat dipastikan berdasarkan bukti ilmiah dan hasil penyelidikan yang objektif.
”Kami juga memahami kekhawatiran serta pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat. Untuk memastikan penyebab meninggalnya sdr. S, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara dengan melibatkan Puslabfor dan serangkaian tindakan penyelidikan lainnya,” kata Budi dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
Selain olah TKP, penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah saksi serta mengumpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Seluruh temuan masih dianalisis guna memastikan penyebab pasti kematian Sutrimo.
Kasus ini menjadi perhatian publik lantaran Sutrimo diketahui merupakan kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Hingga enam hari setelah korban ditemukan meninggal dunia, kepolisian belum menyimpulkan penyebab kematiannya.
Sebelumnya, Kasubnit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Robby Pasha menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian bersama tim Laboratorium Forensik Mabes Polri tidak menemukan indikasi adanya racun di sekitar tempat korban ditemukan.
”Enggak (ditemukan racun). Ini masih penyelidikan nanti biar humas yang menjelaskan,” ujar Robby kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
Meski demikian, penyidik belum menutup kemungkinan adanya faktor lain yang menyebabkan korban meninggal dunia. Polisi masih mendalami seluruh kemungkinan, termasuk dugaan adanya unsur kesengajaan maupun keberadaan zat berbahaya di dalam tubuh korban.
Sutrimo diketahui ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026) pagi. Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik yang diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kematian korban.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar