Breaking News
Trending Tags

Pontjo Sutowo Dorong GBHP Jadi Arah Perjuangan FKPPI

  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, ReportaseNews – Ketua Umum Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) Pontjo Sutowo mendorong penyusunan Garis-Garis Besar Haluan Perjuangan (GBHP) sebagai pedoman organisasi dalam jangka panjang. Menurut Pontjo, GBHP diperlukan agar arah perjuangan FKPPI tetap konsisten meski terjadi pergantian kepengurusan.

Dorongan tersebut disampaikan Pontjo dalam Rapat Pimpinan Nasional FKPPI di Jakarta, Jumat (11/9/2026). Ia mengatakan penyusunan GBHP menjadi salah satu agenda dalam Lapinas dan Lapit yang melibatkan pimpinan pusat serta para ketua daerah.

Pontjo menilai program organisasi tidak semestinya hanya dirancang untuk satu periode kepengurusan. Menurutnya, perjuangan organisasi membutuhkan arah yang berkelanjutan dan tidak berhenti ketika masa jabatan pengurus berakhir.

“Sebuah perjuangan harus memiliki perspektif jangka panjang. Tidak ada perjuangan yang hanya berlangsung lima tahun. Perjuangan itu panjang,” kata Pontjo, Jumat (11/9/2026).

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan daerah dalam penyusunan GBHP. Aspirasi dari daerah, kata Pontjo, harus menjadi bagian dari proses perumusan arah organisasi sehingga haluan perjuangan tidak hanya ditentukan oleh pengurus di tingkat pusat.

“Semestinya, haluan besar perjuangan FKPPI mampu menampung aspirasi dari seluruh daerah. Aspirasi tersebut harus didengar dan menjadi bagian dari proses penyusunan haluan organisasi,” ujarnya.

Pontjo mengatakan penyusunan GBHP juga berkaitan dengan rencana Musyawarah Nasional (Munas) FKPPI yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang. Ia berharap haluan tersebut dapat menjadi salah satu acuan dalam pelaksanaan Munas.

Menurut Pontjo, pergantian kepengurusan tidak seharusnya selalu diikuti dengan perubahan arah dasar organisasi. Ia mengingatkan agar Munas tidak menjadi forum yang setiap kali menghasilkan garis haluan baru berdasarkan siapa yang memimpin organisasi.

“Jangan sampai justru Munas yang setiap kali membuat garis haluan baru, sehingga program organisasi berubah-ubah sesuai dengan siapa yang memimpin atau siapa yang menguasai Munas,” katanya.

“Pengurus boleh berganti, tetapi arah perjuangan tidak boleh berubah,” tegas Pontjo.

Dalam kesempatan tersebut, Pontjo juga menegaskan posisi FKPPI sebagai organisasi yang berorientasi pada perjuangan dan bukan sarana untuk memperoleh kekuasaan politik.

“FKPPI bukan kendaraan politik untuk mencari kekuasaan. FKPPI adalah alat perjuangan, alat untuk mencapai cita-cita,” ujarnya.

Selain membahas arah organisasi, Pontjo menyoroti sejumlah persoalan nasional, salah satunya sektor pendidikan. Ia menilai sistem pendidikan perlu diarahkan tidak hanya untuk mencetak masyarakat yang siap mencari pekerjaan, tetapi juga mampu melahirkan sumber daya manusia yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

“Selama ini pendidikan lebih banyak diarahkan untuk mencari pekerjaan. Padahal, semestinya pendidikan juga mampu melahirkan orang-orang yang dapat menciptakan pekerjaan,” katanya.

Pontjo juga menyampaikan pandangannya mengenai sistem politik Indonesia. Menurut dia, sistem politik perlu memiliki keterkaitan dengan budaya masyarakat dan menempatkan rakyat sebagai bagian utama dalam proses pembangunan.

“Sistem politik kita semestinya berakar pada budaya masyarakat sendiri,” ujarnya.

Ia menilai semakin besar keterlibatan masyarakat sebagai subjek pembangunan, semakin kuat pula proses pembangunan yang berlangsung.

“Semakin banyak rakyat yang menjadi subjek pembangunan, semakin baik,” katanya.

Di bidang ekonomi, Pontjo menyoroti pengelolaan sumber daya alam dan distribusi manfaatnya kepada masyarakat di daerah penghasil. Ia mempertanyakan kondisi masyarakat di sejumlah wilayah yang memiliki kekayaan alam, tetapi belum memperoleh manfaat yang dinilai sepadan.

“Bagaimana mungkin kekayaan alam kita diambil begitu banyak, tetapi masyarakat di tempat kekayaan alam itu berada justru tetap miskin? Itu tidak benar,” kata Pontjo.

Ia menegaskan manfaat pengelolaan sumber daya alam semestinya turut dirasakan masyarakat setempat. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian bangsa.

“Jangan sampai yang menikmati justru pihak asing, sementara masyarakat setempat tidak mendapatkan manfaat yang sepadan,” ujarnya.

“Kita tidak boleh terus bergantung. Kita harus yakin pada diri sendiri,” lanjut Pontjo.

Ia kemudian menekankan bahwa perjuangan membangun Indonesia harus melibatkan masyarakat sendiri. Menurut Pontjo, kemajuan bangsa tidak dapat hanya mengandalkan pihak lain, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat sebagai pelaku utama.

“Yang berjuang harus rakyat sendiri. Kita tidak bisa berharap ketika Indonesia maju nanti, yang memperjuangkan kemajuan Indonesia justru orang asing. Yang harus berjuang adalah kita sendiri,” ujarnya.

Pontjo menilai kemandirian tersebut juga berkaitan dengan mental masyarakat. Menurutnya, masyarakat yang masih terjajah secara mental akan kesulitan membangun kemerdekaan secara utuh.

“Orang yang terjajah tidak mungkin memerdekakan orang lain. Hanya orang yang merdeka yang mampu memerdekakan,” kata Pontjo.

Ia menambahkan, kemandirian masyarakat tidak hanya menyangkut aspek ekonomi dan kondisi fisik, tetapi juga pola pikir. Karena itu, pembangunan nasional menurutnya perlu berjalan seiring dengan penguatan karakter dan mental masyarakat.

“Kalau masyarakat tidak merdeka, kemerdekaan yang sesungguhnya tidak akan pernah terwujud. Kalau masyarakat masih terjajah secara mental, persoalan bangsa ini tidak akan pernah selesai,” pungkasnya.

(RN-07) 

 

  • Penulis: Tama

Reportase Pilihan

  • Konferensi Republik Padang Hasilkan Lima Seruan untuk Pengurus Negara

    Konferensi Republik Padang Hasilkan Lima Seruan untuk Pengurus Negara

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Padang, ReportaseNews – Konferensi Republik di Universitas Andalas, Padang, Senin (31/8/2026), menghasilkan lima seruan kepada para pengurus negara. Forum bertajuk “Menatah Republik Konstitusional Sebenarnya” itu menyoroti krisis kepemimpinan, persoalan ekonomi, hingga menyempitnya ruang sipil. Konferensi yang dipimpin Presidium Feri Amsari, Khoirunnisa Nur Agustyati, dan Fadli Ramadhanil merupakan kelanjutan dari Konferensi Republik di Yogyakarta dan Konsolidasi […]

  • Sekolah di Badung Ajarkan Siswa Kelola Sampah 3R

    Sekolah di Badung Ajarkan Siswa Kelola Sampah 3R

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Badung, ReportaseNews — Suasana meriah terdengar dari lapangan SDN 01 Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Selasa (10/3/2026). Ratusan siswa tampak antusias mengikuti permainan dan kuis bertema lingkungan sambil belajar memilah sampah bersama mentor Komunitas Bersih Itu Sederhana Aja (BISA). ‎Melalui kegiatan edukatif tersebut, para siswa dikenalkan cara mengelola sampah menggunakan metode 3R, yakni reduce, […]

  • Warga Banyumas pembudidaya lumut kebanjiran order permintaan pemancing yang terus meningkat.

    Permintaan Lumut Umpan Memancing Melonjak Saat Musim Lebaran

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Banyumas, ReportaseNews – Di saat banyak warga membudidayakan jamur, ikan, hingga ayam, warga di Banyumas justru meraup keuntungan dari budidaya lumut. Uniknya, saat musim Lebaran, permintaan lumut untuk umpan memancing melonjak hingga tiga hingga empat kali lipat. Musim mudik dan libur Lebaran membawa berkah tersendiri bagi Narsun, warga Desa Ajibarang Kulon, Banyumas. Jika biasanya lumut […]

  • Kelurahan Bantarsoka, Banyumas, rutin menggelar PSN secara bergilir untuk mencegah DBD dengan melibatkan PKK, kader Jumantik, Puskesmas, dan warga. (Kus)

    Lurah Bantarsoka di Purwokerto Ajak Warga Rutin Cegah DBD dari Rumah

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Kus
    • 0Komentar

    Purwokerto, ReportaseNews — Upaya mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Bantarsoka, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, dilakukan dengan menggerakkan warga secara rutin melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Kegiatan PSN digelar di RW 7 Kelurahan Bantarsoka, Jumat (18/9/2026), dengan melibatkan sekitar 30 anggota PKK Kelurahan Bantarsoka, kader Jumantik RW 7, serta pendampingan dari Puskesmas […]

  • Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (Foto: RN/Tama)

    155 Personel Polda Metro Jaya Siap Amankan Imlek 2026

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, Reportasenews – Polda Metro Jaya menyiapkan 155 personel untuk mengamankan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang berlangsung Selasa (17/2/2026). Ratusan aparat itu disebar di sejumlah titik ibadah dan lokasi perayaan guna memastikan situasi tetap kondusif. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan kekuatan yang diterjunkan terdiri dari satu Satuan Setingkat Kompi […]

  • Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (Foto: RN/Tama)

    Motif Percobaan Penculikan Lansia di PIK Terungkap, Diduga Dipicu Asmara

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Polda Metro Jaya mengungkap motif di balik percobaan penculikan terhadap seorang pria lanjut usia berinisial GH (70) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Kasus yang sempat menjadi sorotan publik setelah videonya beredar luas di media sosial itu diduga berawal dari konflik pribadi yang berkaitan dengan hubungan asmara. ‎Dalam perkara ini, […]

expand_less