Kapolda Sumsel: Pantau Titik Api Secara Real-Time, Jangan Pakai Pola Lama
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

Kapolda Sumsel Irjen Sandi memimpin Apel Siaga Karhutla, Minggu (17/5/2026). (Foto: Istimewa).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lahat, ReportaseNews – Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Sandi Nugroho menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak bisa lagi dilakukan dengan pola lama. Pemanfaatan teknologi hingga pendekatan solutif bagi masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk menekan potensi bencana asap di wilayah Sumatera Selatan.
Penegasan itu disampaikan Kapolda Sumsel saat memimpin Apel Besar Siaga Karhutla dan Sabuk Kamtibmas di Lapangan Mapolres Lahat, Minggu (17/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lahat, di antaranya Bupati Lahat Bursah Zarnubi, Wakil Bupati Widia Ningsih, Sekretaris Daerah Izromaita, serta Ketua DPRD Lahat Fitrizal Homizi.
Apel siaga itu juga diikuti personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Damkar, Manggala Agni, hingga unsur masyarakat seperti Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan Sabuk Kamtibmas, komunitas ojek online, mahasiswa, dan organisasi kemasyarakatan.
Dalam amanatnya, Sandi Nugroho meminta seluruh pihak bergerak cepat dalam mendeteksi dan menangani titik api.
“Penanganan Karhutla tidak boleh lagi menggunakan pola-pola lama. Kita harus memanfaatkan teknologi untuk memantau titik api secara real-time. Deteksi dini harus dilakukan, dan setiap kerawanan harus segera dipetakan,” tegas Sandi Nugroho, Minggu (17/5/2026).
Ia juga menyoroti pentingnya solusi nyata bagi masyarakat, khususnya petani, agar tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar. Menurutnya, sinergi pemerintah daerah dan aparat diperlukan untuk menyediakan alternatif yang lebih aman, termasuk bantuan alat berat bagi masyarakat.
Selain fokus pada ancaman Karhutla, Kapolda Sumsel turut menekankan peran Sabuk Kamtibmas sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan masyarakat, termasuk di ruang digital. Program tersebut disebut tidak hanya bertujuan mencegah tindak kriminal, tetapi juga menjadi sarana menangkal penyebaran hoaks dan provokasi di media sosial.
Di hadapan peserta apel, Kapolda meminta seluruh elemen meninggalkan ego sektoral dan memperkuat koordinasi lintas instansi. Ia juga menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat yang dibarengi penegakan hukum secara objektif dan tanpa pandang bulu.
“Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?” ujar Sandi Nugroho saat menutup arahannya di hadapan peserta apel.
Polda Sumsel menilai apel gabungan tersebut menjadi bentuk kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman Karhutla dan gangguan keamanan masyarakat. Melalui sinergi teknologi, penegakan hukum, dan pendekatan sosial, diharapkan situasi keamanan serta aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Lahat tetap berjalan kondusif. (RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar