Kapolda Sumsel Rangkul Warga, Target Zero Karhutla OKI
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho pimpin Apel Sabuk Kamtibmas di OKI, libatkan berbagai elemen masyarakat dan targetkan Zero Karhutla 2026 melalui kolaborasi lintas sektor. (Foto: ReportaseNews/HO-Humas Polda Sumsel)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kayuagung, ReportaseNews — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memperkuat strategi keamanan berbasis kolaborasi melalui Apel Besar Sabuk Kamtibmas di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho di halaman GOR Perahu Kajang Kayuagung.
Apel tersebut tidak hanya melibatkan unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah, tetapi juga menggandeng beragam elemen masyarakat. Mulai dari organisasi kemasyarakatan, komunitas pekerja, hingga kelompok eks narapidana terorisme turut hadir dalam barisan yang sama.
Kehadiran lintas kelompok ini mencerminkan pendekatan baru dalam menjaga keamanan wilayah, yang tidak lagi bertumpu pada aparat semata. Sinergi tersebut menjadi bagian dari program Sabuk Kamtibmas yang menitikberatkan pada keterlibatan publik secara aktif.
Kapolda Sumsel mengapresiasi partisipasi seluruh elemen yang hadir. Ia menegaskan bahwa keberagaman justru menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas daerah.
”Kita hadir dari latar belakang yang berbeda, namun dipersatukan oleh satu visi yang sama, menjaga Bumi Bende Seguguk agar tetap aman, damai, dan bermartabat,” ujar Sandi Nugroho.
Menurut dia, konsep keamanan modern menuntut keterlibatan semua pihak. Tanggung jawab menjaga ketertiban tidak bisa dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum.
”Pemeliharaan Kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab eksklusif bagi TNI-Polri saja. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menjelaskan makna filosofis Sabuk Kamtibmas sebagai simbol pengikat dan pelindung masyarakat. Ia meminta para Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk berperan aktif sebagai penyelesai masalah di tengah masyarakat.
Selain isu keamanan, apel tersebut juga menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi setiap tahun. Kapolda menargetkan Kabupaten OKI dapat mencapai status Zero Karhutla pada 2026.
Upaya tersebut akan dilakukan melalui pendekatan pencegahan dini yang melibatkan masyarakat secara langsung, didukung langkah tegas terhadap pelanggaran.
Menutup arahannya, Kapolda menyampaikan pesan reflektif tentang pentingnya nilai kemanusiaan dalam setiap tugas.
”Sudahkah kita berbuat baik hari ini? Jadikan itu semangat kita semua, karena sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” tutupnya.
Apel ini turut dihadiri jajaran pejabat utama Polda Sumsel, Forkopimda OKI, tokoh masyarakat, serta akademisi. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun keamanan yang berkelanjutan sekaligus mendukung iklim investasi di daerah. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar