Breaking News
Trending Tags

Karhutla Mengancam ASEAN, Polri Didorong Ubah Strategi

  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Palembang, ReportaseNews — Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla dinilai telah berkembang menjadi ancaman keamanan non-tradisional yang tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, perekonomian hingga hubungan Indonesia dengan negara-negara ASEAN.

Karena itu, Polri didorong mengubah pola penanganan karhutla dari pendekatan yang cenderung reaktif menjadi lebih prediktif, preventif dan kolaboratif dengan memanfaatkan teknologi serta metode penyidikan berbasis ilmiah.

Gagasan tersebut disampaikan Tony Saputra, S.H., S.I.K., M.H., peserta didik SESPIMMEN Polri T.A. 2026, dalam karya tulis akademiknya berjudul “Penegakan Hukum terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan di Era Perubahan Iklim: Strategi Collaborative Policing dalam Menjaga Keamanan Lingkungan dan Kepentingan Geopolitik Indonesia di ASEAN”.

Tony menilai karakter karhutla telah melampaui persoalan bencana dan kerusakan lingkungan. Kebakaran dapat mengancam keselamatan masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi dan transportasi, menimbulkan gangguan kesehatan, merusak ekosistem hingga memicu konflik sosial.

Dampaknya juga dapat meluas ketika asap akibat kebakaran terbawa angin hingga memasuki wilayah negara lain.

“Karhutla dapat berkembang dari persoalan lokal menjadi persoalan regional ketika asap memasuki wilayah negara lain,” demikian substansi analisis Tony dalam karya tulis tersebut.

Tony menilai kondisi itu membuat kemampuan Indonesia dalam mencegah dan menangani karhutla turut berkaitan dengan kepentingan geopolitik nasional di kawasan ASEAN.

Dalam karya tulisnya, ia menyoroti kondisi kawasan ASEAN pada Agustus 2026 ketika ASEAN Specialised Meteorological Centre atau ASMC meningkatkan status peringatan kawasan ASEAN bagian selatan menjadi Alert Level 3. Kondisi tersebut terjadi setelah terdeteksi peningkatan aktivitas hotspot dan kondisi asap, termasuk indikasi asap lintas batas dari wilayah Kalimantan.

Menurut Tony, situasi tersebut menunjukkan bahwa karhutla di Indonesia berpotensi menimbulkan konsekuensi lintas batas dan memengaruhi hubungan dengan negara-negara tetangga.

Penyidikan Harus Berbasis Bukti Ilmiah

Selain aspek pencegahan, Tony menyoroti tantangan pembuktian dalam perkara karhutla. Luas wilayah terbakar, sulitnya akses menuju lokasi serta perubahan kondisi tempat kejadian perkara setelah kebakaran dipadamkan menjadi tantangan bagi penyidik.

Ia menilai penanganan perkara tidak cukup hanya mengandalkan pengakuan maupun keterangan saksi. Penyidik perlu membangun konstruksi perkara dengan memanfaatkan berbagai alat bukti yang diperoleh secara sah.

Bukti tersebut antara lain hasil olah TKP, titik koordinat, kondisi dan pola lahan terbakar, dokumen penguasaan lahan, aktivitas perusahaan, penggunaan alat berat, rekaman komunikasi, data satelit, dokumentasi drone serta keterangan ahli.

Pendekatan tersebut dinilai dapat memperkuat scientific investigation dalam pengungkapan perkara karhutla.

Tony juga mendorong penyidik menelusuri perkara secara menyeluruh, termasuk hubungan penguasaan lahan, pihak yang memperoleh keuntungan hingga kemungkinan adanya pembiaran atau kelalaian sepanjang dapat dibuktikan secara hukum.

Namun, penindakan terhadap korporasi maupun pihak lain yang diduga terlibat harus tetap didasarkan pada fakta dan alat bukti yang sah. Prinsip tersebut diperlukan agar penegakan hukum tetap berjalan profesional sekaligus memberikan kepastian hukum.

Polri Tak Bisa Bekerja Sendiri

Tony kemudian menawarkan pendekatan collaborative policing sebagai salah satu strategi menghadapi kompleksitas karhutla.

Model tersebut menempatkan penanganan karhutla sebagai kerja bersama yang melibatkan Polri, TNI, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, BMKG, BNPB, perusahaan, masyarakat, akademisi serta media.

Kolaborasi dilakukan mulai dari deteksi dini, verifikasi informasi, pencegahan, pemadaman, penyelidikan dan penyidikan hingga penuntutan, pemulihan lingkungan serta evaluasi.

Dalam skema tersebut, Polri memiliki peran strategis dalam penyelidikan dan penegakan hukum. Sementara unsur lainnya menjalankan fungsi sesuai kewenangan masing-masing.

Masyarakat juga dinilai perlu ditempatkan sebagai bagian dari sistem deteksi dini melalui penguatan community policing dan jejaring masyarakat peduli lingkungan.

Dengan pola tersebut, informasi mengenai hotspot maupun potensi kebakaran dapat lebih cepat diverifikasi dan ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Teknologi Jadi Kunci Pencegahan

Pemanfaatan teknologi juga dinilai penting dalam memperkuat sistem pencegahan dan penegakan hukum karhutla.

Data satelit dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi hotspot sekaligus memetakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Sementara drone dapat digunakan untuk memantau lokasi, mendokumentasikan TKP, memetakan luas lahan terbakar serta mengidentifikasi aktivitas manusia di sekitar lokasi.

Teknologi Geographic Information System atau GIS juga dapat digunakan untuk mengintegrasikan data hotspot dengan informasi kawasan hutan, konsesi, perkebunan, jalan, permukiman, sumber air hingga riwayat kebakaran.

Integrasi data tersebut dapat membantu kepolisian menentukan prioritas patroli, melakukan verifikasi lapangan serta memperkuat konstruksi perkara.

Tony menilai teknologi tidak seharusnya hanya digunakan setelah kebakaran terjadi. Teknologi perlu menjadi bagian dari sistem pencegahan sekaligus instrumen penegakan hukum.

Keberhasilan Tak Cukup dari Jumlah Tersangka

Tony juga menilai keberhasilan penanganan karhutla tidak semestinya hanya diukur dari jumlah tersangka yang ditetapkan.

Menurutnya, indikator keberhasilan harus mencakup kemampuan negara mencegah kebakaran, mengidentifikasi pelaku secara tepat, membangun pembuktian yang kuat, memutus rantai keuntungan dari kejahatan lingkungan, melindungi masyarakat serta mendorong pemulihan lingkungan.

Dalam karya tulisnya disebutkan, hingga 21 Agustus 2026 Polri telah menangani 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda. Dari penanganan tersebut terdapat 72 tersangka perorangan, dengan luas lahan terbakar mencapai 1.006,67 hektare.

Data tersebut, menurut Tony, menunjukkan perlunya pendekatan penanganan karhutla yang lebih terintegrasi dan tidak berhenti pada tindakan hukum setelah kebakaran terjadi.

Karhutla Berkaitan dengan Citra Indonesia di ASEAN

Kemampuan Indonesia mengendalikan karhutla juga dinilai memiliki kaitan dengan kredibilitas Indonesia di kawasan ASEAN.

Ketika asap kebakaran melintasi batas negara, dampaknya dapat berkembang dari persoalan lingkungan dan kesehatan menjadi tekanan publik hingga persoalan diplomatik.

Karena itu, Indonesia dinilai perlu memperkuat pencegahan kebakaran, mempercepat deteksi hotspot, memastikan penegakan hukum terhadap pelaku, melakukan pemulihan lingkungan serta memperkuat kerja sama dengan negara-negara ASEAN.

Kerja sama tersebut dapat mencakup pertukaran informasi, pemantauan hotspot, komunikasi darurat, kerja sama teknis hingga diplomasi lingkungan.

Tony menempatkan pendekatan tersebut sebagai bagian dari perubahan paradigma penanganan karhutla dari fire fighting oriented menuju integrated environmental security policing.

Pendekatan itu menggabungkan predictive policing, preventive policing, collaborative policing dan scientific policing dengan dukungan teknologi serta partisipasi masyarakat.

Dengan paradigma tersebut, keberhasilan negara dalam menangani karhutla tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pelaku yang ditangkap. Lebih jauh, keberhasilan diukur dari kemampuan mencegah kebakaran, memastikan pertanggungjawaban hukum, melindungi masyarakat, memulihkan lingkungan dan menjaga kepentingan Indonesia di tingkat regional.

 

 

(Don) 

 

  • Penulis: Tama

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Reportase Pilihan

  • SMK Ma’arif NU Paguyangan di Brebes menggelar kelulusan tanpa konvoi demi keselamatan siswa. Kebijakan ini mendapat dukungan orang tua. (Foto: ReportaseNews/Kus)

    Demi Keselamatan Siswa, SMK Ma’arif NU Paguyangan Larang Konvoi Kelulusan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Kusworo
    • 0Komentar

    Brebes, ReportaseNews — Tradisi konvoi dan perayaan kelulusan di jalan raya tak terlihat di SMK Ma’arif NU Paguyangan tahun ini. Sekolah memilih menggelar pengumuman kelulusan secara sederhana dan tertutup, dengan mengundang wali murid untuk mengambil hasil kelulusan secara langsung. ‎Langkah tersebut diambil sebagai upaya menghindari risiko kecelakaan dan perilaku berlebihan yang kerap terjadi saat momen […]

  • VIDEO: Detik-detik Mobil Carry Diduga Tangki Siluman Terbakar di SPBU Madina

    VIDEO: Detik-detik Mobil Carry Diduga Tangki Siluman Terbakar di SPBU Madina

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Satu unit minibus jenis Suzuki Carry yang diduga menggunakan tangka siluman hangus terbakar usai mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tano Ponggol Saba Purba, Kecamatan Lembah Sorik Marapi (LSM), Mandailing Natal (Madina), Senin (8/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Kebakaran ini terjadi di persis di depan area […]

  • Dua anak Palestina terluka dalam serangan Israel di Tepi Barat menjelang Idul Adha. Aksi perusakan lahan, pohon, dan rumah warga kembali meningkat. (Foto: Anadolu)

    ‎Di Hari Idul Adha, Tentara dan Pemukim Israel Serang Warga Palestina

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Tepi Barat, ReportaseNews – Tepi Barat kembali memanas menjelang Hari Raya Idul Adha. Dua anak Palestina dilaporkan terluka dalam rangkaian operasi militer Israel dan aksi kekerasan pemukim di sejumlah wilayah pendudukan Tepi Barat, Selasa (27/5/2026). ‎Bulan Sabit Merah Palestina menyebut seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun harus dilarikan ke rumah sakit setelah terkena peluru karet […]

  • Pemda dan Polisi Damaikan Dua Desa yang Bentrok di Adonara Secara Adat

    Pemda dan Polisi Damaikan Dua Desa yang Bentrok di Adonara Secara Adat

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Kupang, ReportaseNews – Dua desa di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT yang sebelumnya terlibat bentrok sepakat berdamai. Proses perdamaian dilakukan secara adat Adonara yakni Lepan Dopi Ledan Gala pada Senin (10/8) di aula Gereja Paroki Waewerang. Dalam prosesi ada tersebut dua desa di Kecamatan Adonara Timur yakni Desa Waiburak dan Desa Narasaosina […]

  • Bareskrim Polri mengungkap sindikat pencurian 600 modul BTS 5G senilai Rp60 miliar yang diduga dikendalikan jaringan internasional asal China. Polisi memburu tiga WNA. (Foto: ReportaseNews/Sat Resmob Bareskrim Polri)

    Bareskrim Bongkar Sindikat Curi Modul BTS 5G Senilai Rp60 Miliar

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Sat Resmob Bareskrim Polri membongkar sindikat pencurian modul Base Transceiver Station (BTS) jaringan seluler 5G yang menyebabkan kerugian materiil hingga Rp60 miliar. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menangkap 12 tersangka yang diduga merupakan bagian dari jaringan internasional yang dikendalikan warga negara asing (WNA) asal China. ‎Para pelaku diduga mencuri sedikitnya 600 modul […]

  • Boros Anggaran Rp1 Triliun per Bulan, Pemerintah Buka Opsi Tutup SPPG

    Boros Anggaran Rp1 Triliun per Bulan, Pemerintah Buka Opsi Tutup SPPG

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Pemerintah membuka opsi untuk menutup ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi menghentikan pemborosan anggaran yang mencapai Rp1 triliun setiap bulannya. Langkah pemangkasan anggaran itu diambil setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan adanya pembengkakan jumlah titik operasional dapur yang jauh melampaui target awal akibat […]

expand_less