Meningkatkan Fokus Dan Stamina
Thailand lebih kuat daripada Vietnam. Itulah mengapa Timnas harus lebih tangguh!
Fakta, Timnas hebat dalam menyerang dan berhasil mencatat dua gol per pertandingan hingga semifinal Piala AFF. Mencetak total sepuluh gol, tapi juga kebobolan sepuluh gol!
Coach Alfred Riedl dan timnya pasti telah memikirkan jawaban atas pertanyaan terkait pendekatan taktis kali ini, karena issue soal strategi sudah terjawab: bahwa Indonesia akan bermain normal bahkan offensive kontra Thailand karena harus mencetak gol agar menang!
Kita asumsikan Timnas kini terus melakukan evaluasi, menganalisis permainan lawan, dan mematangkan berbagai pilihan konsep bermain lawan Thailand nanti.
Nah, kita mau sharing lagi. Kelemahan paling mencolok dalam tubuh Timnas adalah stamina yang kurang prima. Rata-rata pemain cuma sanggup bermain dalam intensitas tinggi selama 70 menit saja.
Sesudah itu, kentara sekali mereka kedodoran. Bahkan, sebagian, hampir tak kuasa lagi untuk berlari. Sangat disayangkan kendala stamina ini juga dihadapi Andik Vermansah, penyerang sayap andalan Timnas, saat laga di Hanoi.
Coach Alfred Riedl sempat memaksakan Andik terus bermain, tetapi akhirnya digantikan juga. Terlihat betapa Andik sangat kepayahan. Saya pikir, mestinya Andik sudah ditarik sebelum menit ke-70.
Memulihkan kondisi dan memaksimalkan kebugaran para pemain pasti menjadi prioritas Timnas. Kemudian, menjaga level itu agar mencapai peak pada waktu pertandingan final nanti.
Coach Alfred Riedl dan tim pasti tahu cara terbaik untuk mencapai target tersebut, termasuk bagaimana memperbaiki fokus para pemain karena Timnas sering kecolongan pada sepuluh menit awal pertandingan dan di 15 menit terakhir.

