Polri Kerahkan Perkuatan ke NTT, Kapolda Cek Langsung Sikka
- calendar_month 15 jam yang lalu
- print Cetak

Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko langsung bertolak dari Kupang menuju Kabupaten Sikka pada Sabtu (15/8/2026) siang untuk mengecek kondisi warga dan penanganan bencana di lapangan. (Dok. Humas Polri)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Polri bergerak cepat menangani dampak gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko langsung bertolak dari Kupang menuju Kabupaten Sikka pada Sabtu (15/8/2026) siang untuk mengecek kondisi warga dan penanganan bencana di lapangan.
Tak hanya mengandalkan kekuatan personel di daerah, Mabes Polri juga menyiapkan perkuatan yang akan diberangkatkan dari Jakarta menuju Labuan Bajo pada Sabtu malam.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani sekaligus memperkuat jajaran Polda NTT dalam menghadapi situasi pascagempa.
Kapolda NTT bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan unsur Forkopimda NTT berangkat dari Kupang menggunakan pesawat Polri CASA 212-200/P-4101.
Setelah tiba di Sikka, rombongan langsung menuju Mapolsek Alok, Polres Sikka. Kapolda menerima laporan mengenai kondisi terkini, menemui masyarakat terdampak, serta menyerahkan bantuan awal.
Bantuan diberikan kepada sekitar 100 warga dengan penyerahan secara simbolis kepada 13 perwakilan masyarakat.
Rudi mengatakan bantuan yang disalurkan belum berhenti pada tahap tersebut. Polri akan mengirimkan bantuan lanjutan berdasarkan kebutuhan warga di lokasi bencana.
“Kami bukan hanya sekadar datang. Kami hadir untuk memberikan bantuan dan meringankan beban masyarakat yang terdampak. Bantuan ini merupakan bantuan awal, dan bantuan selanjutnya akan segera dikirim,” kata Rudi.
Penanganan warga terdampak menjadi fokus utama Polri. Sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian meliputi makanan dan minuman, pelayanan kesehatan, evakuasi, keamanan lingkungan, akses menuju daerah terdampak, hingga kelancaran distribusi bantuan.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyampaikan duka cita kepada masyarakat yang terdampak gempa.
“Polri menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa. Siang ini Kapolda NTT langsung terbang ke Sikka untuk memastikan kondisi masyarakat, melihat kebutuhan di lapangan, sekaligus memberikan semangat kepada anggota yang sejak awal sudah berada di lokasi untuk membantu masyarakat,” ujar Isir.
Menurut Isir, laporan dari lapangan menjadi bagian penting dalam menentukan kebutuhan perkuatan berikutnya.
“Yang paling penting saat ini adalah memastikan masyarakat aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Setiap kendala di lapangan harus segera dilaporkan agar dapat segera dicarikan solusi dan diperkuat,” katanya.
Penguatan penanganan bencana tidak hanya dilakukan dengan mengerahkan Kapolda NTT ke lokasi.
Mabes Polri juga akan mengirimkan pasukan gabungan dari Jakarta pada Sabtu malam. Rombongan diberangkatkan menggunakan pesawat charter dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Perkuatan tersebut akan membantu Polda NTT dalam menangani dampak gempa sesuai perkembangan situasi.
Komposisi personel yang disiapkan meliputi 100 personel Korbrimob Polri, tiga personel DVI, tiga personel Slog Polri, Tim Trauma Healing Biro Psikologi SSDM Polri, serta personel Divhumas Polri.
Jumlah anggota yang tergabung dalam Tim Trauma Healing Biro Psikologi SSDM Polri masih dalam proses pendataan.
Masing-masing unsur memiliki fungsi berbeda dalam operasi kemanusiaan tersebut. Korbrimob akan memperkuat respons dan pengamanan di lapangan.
Tim DVI disiapkan untuk mendukung proses identifikasi korban apabila dibutuhkan. Sementara itu, Slog Polri bertugas mendukung kebutuhan logistik dan sarana prasarana.
Tim Trauma Healing akan memberikan pendampingan psikologis kepada masyarakat yang terdampak, sedangkan Divhumas Polri memastikan informasi penanganan bencana dapat disampaikan kepada publik secara cepat dan akurat.
“Perkuatan ini menunjukkan bahwa respons Polri dilakukan secara berlapis. Kami tidak hanya mengirim personel, tetapi juga kemampuan yang dibutuhkan untuk menjawab persoalan di lapangan,” ujar Isir.
Isir juga meminta seluruh anggota yang telah berada di wilayah terdampak untuk tetap menjaga semangat dalam menjalankan tugas.
Personel diminta tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memahami kebutuhan warga yang sedang menghadapi situasi sulit akibat gempa.
“Kami minta seluruh anggota tetap semangat. Hadir di tengah masyarakat dengan empati, dengarkan apa yang mereka butuhkan, bantu semaksimal mungkin, dan segera laporkan apabila ada kendala yang membutuhkan perkuatan,” kata Isir.
Ia menekankan pendekatan kemanusiaan harus menjadi bagian utama dalam pelayanan kepolisian selama masa tanggap bencana.
“Kita berduka bersama masyarakat. Karena itu, pendekatan yang kita kedepankan adalah kemanusiaan. Pastikan masyarakat merasa aman, terlindungi, dan tidak sendiri menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Polri memastikan penanganan gempa akan dilakukan bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Pemantauan kondisi wilayah terdampak akan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi bantuan, serta proses pemulihan berjalan secara terpadu.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar