2.400 Jamaah Calon Haji Depok Ikuti Manasik Haji di Masjid Duyufurrahman
- calendar_month Senin, 6 Apr 2026
- print Cetak

Sebanyak 2.400 jamaah haji Kota Depok mengikuti manasik haji di Masjid Duyufurrahman, Jatijajar, Minggu (5/4/2026). (FOTO: ISTIMEWA)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Depok, ReportaseNews – Sebanyak 2.400 jamaah haji Kota Depok mengikuti Manasik Haji Tingkat Kota Depok 2026 di Masjid Duyufurrahman, Jatijajar, Minggu (5/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan jamaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Direktur Pengawasan Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI Rudy Ambary menegaskan, ibadah haji merupakan ibadah harta dan fisik yang menuntut kesiapan materi sekaligus kekuatan jasmani.
“Ibadah harta yang dimaksud berhaji memerlukan biaya, mulai dari perjalanan, konsumsi, prelengkapan untuk pribadi dan lain sebagainya. Sementara ibadah fisik, tentu kondisi tubuh harus sehat karena serangkaian ibadah melibatkan aktivitas tubuh mulai dari tawaf, sai, wukuf di arofah, bermalam di mina serta lempar jumrah,” katanyanya.
Dia juga mengatakan haji bukan wisata religi yang tujuan utamanya jalan-jalan, tetapi ibadah yang suci karena terdapat nilai-nilai spiritual.
“Haji bukanlah wisata religi, melainkan perjalanan spiritual. Dalam perjalanan ini akan ada berbagai ujian yang mengajarkan jamaah untuk bersyukur dan bersabar,” ujarnya.
Menurut dia, jika mampu melewati berbagai ujian tersebut, jamaah akan meraih haji mabrur yang ditandai dengan sikap ikhlas, ridha, dan sabar. Dia juga mengingatkan tidak ada yang benar-benar “khatam” dalam mempelajari haji dan umrah, karena setiap pelaksanaan selalu menghadirkan pengalaman baru.
“Penyelenggaraan haji juga dipengaruhi banyak faktor yang tidak terduga karena dilaksanakan di negara dengan aturan berbeda, sehingga jamaah harus mampu beradaptasi,” tambahnya.
Rudy menegaskan jamaah haji adalah tamu Allah, dan setiap orang memiliki skenario perjalanan masing-masing. Oleh karena itu, kesabaran menjadi kunci utama yang akan terus diuji selama pelaksanaan ibadah.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan pesan “2S” kepada para jamaah, yakni syukur dan sabar. Dia menekankan kesempatan berhaji merupakan panggilan Allah SWT yang tidak semua orang dapatkan.
“Yang pertama adalah syukur. Yang kedua adalah sabar. Dalam setiap kondisi selama berhaji, jamaah harus sabar agar dapat menjalankan ibadah dengan baik dan pulang menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.
Sementara Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Depok Fauzan menyampaikan, jumlah jamaah haji Kota Depok tahun ini mencapai 2.400 orang. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Dia menyebut peningkatan kuota ini sebagai kabar baik dan berkah bagi masyarakat Depok yang telah lama menantikan kesempatan berhaji.
Selain pembekalan tata cara ibadah, jamaah juga mendapatkan materi kesehatan sebagai bekal penting selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Bimbingan manasik dilaksanakan sebanyak enam kali, terdiri dari satu kali tingkat kota dan lima kali di tingkat kecamatan.
Jamaah haji Kota Depok dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026 melalui Kloter 1 dari Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat. (RN-03)
- Penulis: Saparuddin Siregar



Saat ini belum ada komentar