Jika Terjadi Kepadatan di Merak, Kapolda Banten Siapkan Skema Delaying System dan Buffer Zone
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menyapa pemudik yang hendak masuk kapal di Pelabuhan Merak, Senin (16/3/2026) tengah malam. (Foto: ReportaseNews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Merak, ReportaseNews – Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menyiapkan berbagai pola sistem terpadu guna mengantisipasi peningkatan volume kendaraan yang menuju Pelabuhan Merak. Strategi utama yang diusung meliputi penerapan sistem penundaan atau delaying system serta optimalisasi kawasan penyangga (buffer zone) guna memastikan kelancaran arus lalu lintas di sekitar pelabuhan.
Langkah pertama yang menjadi prioritas adalah pemberlakuan delaying system yang dikoordinasikan bersama Korlantas Mabes Polri di titik-titik strategis jalan tol. Petugas akan dikerahkan di Kilometer 43 dan Kilometer 68 untuk mengarahkan kendaraan saat kantong parkir di area pelabuhan sudah mencapai kapasitas maksimal.
“Formula kita di dalam mengatasi manakala terjadi peningkatan, kita sudah menyiapkan berbagai macam pola sistem yang kita berlakukan. Yang pertama adalah delaying system. Itu kita menyiapkan berkoordinasi dengan petugas-petugas kita yang ada, baik di Korlantas Mabes Polri bersama anggota kita yang ditugaskan di Kilometer 43 maupun 68,” ujar Irjen Pol. Hengki, didampingi Wakapolda Banten Brigjen Pol. Hendra Wirawan, saat meninjau Pelabuhan Merak, Senin (16/3/2026) tengah malam.
Selain pengaturan di jalur tol, Polda Banten juga memetakan sejumlah kawasan penyangga dengan daya tampung besar. Di wilayah ASDP Merak, disiapkan kantong parkir di Indah Kiat yang mampu menampung hingga 2.000 kendaraan.
Sementara untuk pengaturan di Pelabuhan BBJ yang dikhususkan bagi kendaraan sumbu 3 golongan 7, 8, dan 9, pihak kepolisian telah menyiapkan lokasi di PT BAM atau SMI dengan kapasitas mencapai 4.000 kendaraan.
Area Pelabuhan Ciwandan juga tidak luput dari skema pengaturan ini dengan memanfaatkan lahan di Holcim yang mampu menampung 200 kendaraan serta area Helipad untuk 300 kendaraan, khususnya bagi golongan 5 dan 6B. Jika seluruh kantong parkir tersebut masih belum mencukupi, petugas akan memanfaatkan sisi kiri Jalan Lingkar Selatan (JLS) sebagai tempat antrean sementara.
Hengki menegaskan penempatan kendaraan di jalur-jalur tersebut merupakan bagian dari manajemen antrean dan bukan merupakan kemacetan total. Dia menjelaskan kendaraan yang ditempatkan di JLS sedang berada dalam posisi parkir menunggu giliran untuk naik ke atas kapal secara bergantian. (Tim/RN-03)
- Penulis: Saparuddin Siregar



Saat ini belum ada komentar