Breaking News
Trending Tags

Polres Sumba Timur Dalami Kasus Tambang Emas Ilegal di Taman Nasional Matalawa

  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Waingapu, ReportaseNews – Polres Sumba Timur, Polda NTT  sedang mendalami kasus dugaan penambangan emas tanpa izin (PETI) yang terjadi di kawasan hutan lindung Taman Nasional Matalawa.

Pendalaman yang dilakukan tersebut agar penyidik segera  menetapkan tersangka.

Hal tersebut disampaikan Wakapolres Sumba Timur, Kompol. Angga Maulana Rabu (22/4).

Disampaikan Angga, saat ini penyidik  masih menunggu untuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan ahli untuk bisa menetapkan tersangka.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi dan ahli, dalam waktu dekat para terlapor akan ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Dia pun mengklaim sudah mengantongi calon tersangka dalam kasus dugaan penambangan emas ilegal di dalam Taman Nasional Matalawa.

Sehingga kata Angga, setelah ada hasil pemeriksaan saksi dan ahli maka penyidik segera menetapkan tersangka yang identitasnya telah diketahui.

Diterangkannya kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di kawasan Sungai Laku Lalandak, anak Sungai Wendawa, yang berada di Dusun Laironja, Desa Wanggameti, Kecamatan Matawai La Pawu, Kabupaten Sumba Timur.

Lokasi tersebut kata Angga  diketahui masuk dalam kawasan konservasi yang dilindungi negara.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Balai Taman Nasional Matalawa bersama masyarakat setempat melakukan pengecekan dan menemukan tiga orang tengah melakukan aktivitas penambangan ilegal.

Ketiga orang  berinisial KHM, AN, dan RUJRP diketahui melakukan penggalian tanah dan batu, kemudian mendulang secara manual menggunakan metode tambang terbuka (open mining).

“Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa lima wajan/kuali, tiga senter kepala, serta satu linggis,” kata Angga.

Dari hasil pemeriksaan awal, aktivitas ilegal tersebut telah berlangsung selama beberapa hari, meskipun para pelaku belum sempat memperoleh hasil emas.

Angga menjelaskan bahwa dari serangkaoan penyelidikan yang dilakukan penyidik Polres Sumba Timur telah melakukan pemeriksaan awal terhadap saksi dan koordinasi dengan instansi terkait, hingga melibatkan ahli di bidang pertambangan dan kehutanan.

“Dan hasil gelar perkara menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut merupakan tindak pidana dan kini kasus tersebut telah ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ujarnya.

“Penyidik juga telah mengantongi alat bukti yang cukup sehingga roses hukum terus berjalan secara profesional dan proporsional,” tegasnya.

Dia mengatakan para pelaku rencananya akan dijerat dengan sejumlah ketentuan hukum terkait larangan penambangan tanpa izin di kawasan hutan lindung, termasuk undang-undang tentang kehutanan, perlindungan lingkungan, serta pertambangan mineral dan batubara.

Lebih lanjut, Kompol Angga mengungkapkan bahwa motif para pelaku diduga karena faktor ekonomi, dengan tujuan memperoleh keuntungan dari hasil penambangan untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

Terpisah Kapolres Sumba Timur, AKBP. Gede Harimbawa mengingatkan bahwa aktivitas penambangan ilegal di kawasan konservasi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak serius terhadap lingkungan.

Menurut Gede, Polres Sumba Timur memiliki komitmen untuk menindak tegas segala bentuk aktifitas pertambagan ilegal khususnya yang terjadi dalam kawasan konservasi.

“Penambangan ilegal dapat merusak ekosistem, mencemari lingkungan, dan mengancam keberlangsungan sumber daya alam. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas tersebut,” ujar Kapolres Sumba Timur, AKBP. Gede Harimbawa dihubungi Rabu (22/4)..

Dia menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap segala bentuk aktivitas ilegal yang merusak lingkungan, demi menjaga kelestarian alam di wilayah Sumba Timur. (EB/RN-04)

  • Penulis: Didik

Reportase Pilihan

  • Bareskrim Polri menangkap Bayu Wicaksono alias Ncek, buronan dan napi yang kabur dari Lapas Sukadana. Ia diduga tetap mengendalikan jaringan sabu lintas negara. (Istimewa)

    Buronan Narkoba Lintas Negara Ditangkap di 3 Perbatasan Negara

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap Bayu Wicaksono alias Ncek, seorang daftar pencarian orang (DPO) yang diduga mengendalikan peredaran methamphetamine atau sabu-sabu lintas negara. Bayu sebelumnya merupakan narapidana yang melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Sukadana, Lampung Timur, pada 21 April 2024. Bayu diamankan di wilayah Tachileik, kawasan perbatasan Myanmar, Thailand, […]

  • Kedok ritual spiritual terbongkar, seorang dukun di Banyumas diduga menghamili siswi SMA yang merupakan anak dari kekasihnya. Warga sekitar terkejut dan mendesak proses hukum. (Kus)

    Ritual Fiktif Dukun Banyumas: Hamili Siswi SMA dan Paksa Gugurkan Kandungan

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Kus
    • 0Komentar

    Banyumas, ReportaseNews – Reputasi MT sebagai seorang praktisi spiritual atau dukun yang kerap didatangi pasien dari berbagai daerah kini hancur berantakan. Pria asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tersebut kini harus berurusan dengan aparat kepolisian usai diduga melakukan kekerasan seksual terhadap seorang siswi SMA yang masih di bawah umur. Ironisnya, korban yang identitasnya disamarkan sebagai Bunga, […]

  • Ilustrasi kekerasan seksual. (Ist)

    Polisi Bongkar Kasus Kekerasan Seksual Anak di Tambora, Pelaku Ditangkap

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Polres Metro Jakarta Barat mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Dalam perkara tersebut, polisi telah menangkap seorang pemuda berinisial AR (20) dan menetapkannya sebagai tersangka. ‎Kepala Satuan PPA dan TPPO Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Nunu Suparmi, mengatakan penanganan kasus dilakukan dengan mengedepankan perlindungan […]

  • Lebaran 2026 Diprediksi Hujan Lebat, Kapolri Perintahkan Jajaran Siaga Bencana

    Lebaran 2026 Diprediksi Hujan Lebat, Kapolri Perintahkan Jajaran Siaga Bencana

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam selama periode Lebaran 2026. Instruksi itu menyusul prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan wilayah Indonesia berpotensi mengalami kondisi cuaca mulai dari berawan hingga hujan lebat saat arus mudik berlangsung. Kapolri menyampaikan arahan […]

  • Polisi mengamankan pria berinisial O yang diduga menganiaya pengendara mobil di Jalan Tanjung Barat Raya, Jakarta Selatan. Aksi dipicu perselisihan saat berkendara. (Istimewa)

    Gagal Menyalip, Pengendara Aniaya Pengemudi di Tanjung Barat Akhirnya Dibekuk Polisi

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan pria berinisial O yang diduga melakukan penganiayaan terhadap pengendara mobil di Jalan Tanjung Barat Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Aksi tersebut sebelumnya viral di media sosial. Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan pendalaman terhadap rekaman video yang beredar serta meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian. Panit […]

  • Bentrokan maut di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat diduga dipicu teguran terhadap pengendara motor yang menggeber knalpot. Polisi mengungkap kronologi dan masih menyelidiki para pelaku. (Foto: ReportaseNews/Tama)

    Bentrokan Maut di Menteng Berawal dari Teguran Knalpot Bising, Satu Orang Tewas

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Aparat gabungan Polri dan TNI masih bersiaga di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), pasca-bentrokan antar-kelompok yang menewaskan satu orang. Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya bentrokan susulan sekaligus mendukung proses penyelidikan yang masih berlangsung. ‎Hasil penyelidikan sementara menunjukkan, kericuhan bermula dari teguran warga terhadap dua pengendara sepeda motor yang […]

expand_less