WNA China Sekap Remaja di Ancol, 321 Vape Narkoba Terbongkar
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Polisi menangkap WNA China yang diduga menyekap remaja di hotel Ancol. Sebanyak 321 cartridge vape mengandung etomidate diamankan, diduga terkait jaringan narkoba. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Aparat kepolisian menangkap seorang pria berinisial CH (50), warga negara China, yang diduga menyekap remaja berinisial AAW (17) di sebuah kamar hotel kawasan Ancol, Jakarta Utara. Dalam penggerebekan tersebut, polisi juga menemukan ratusan cartridge vape yang diduga mengandung narkotika jenis baru.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengungkapkan, dari lokasi kejadian perkara (TKP), petugas menyita ratusan barang bukti siap edar.
”Dari TKP pertama, kami mengamankan 321 cartridge siap edar beserta bahan dan alat pendukung lainnya,” ujar Budi kepada dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, kandungan dalam cartridge vape tersebut diduga mengandung etomidate, zat yang belakangan disalahgunakan sebagai narkotika. Namun, asal-usul barang tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
”Pengungkapan ini tidak hanya terkait dugaan penyekapan, namun juga mengarah pada penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis baru dalam bentuk cartridge vape yang mengandung etomidate,” katanya.
Kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang diterima Polres Metro Jakarta Utara pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Laporan tersebut menyebut adanya dugaan penyekapan terhadap seorang remaja serta indikasi keberadaan barang terlarang di lokasi.
Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Utara bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya langsung melakukan penyelidikan dan penggerebekan di lokasi. Petugas kemudian menemukan korban dalam kondisi disekap di kamar hotel.
Polisi saat ini masih mendalami kemungkinan keterkaitan kasus ini dengan jaringan narkoba yang lebih luas, termasuk dugaan sindikat lintas negara.
”Kami masih melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap jaringan yang lebih besar. Tidak menutup kemungkinan ini merupakan bagian dari sindikat narkoba yang terorganisir, termasuk keterlibatan pelaku lain,” ucap Budi.
Sementara itu, korban telah dievakuasi dan dipastikan dalam kondisi aman. Polisi juga memberikan pendampingan, termasuk pemeriksaan kesehatan dan rehabilitasi psikologis untuk memulihkan kondisi korban pascakejadian. (RN-07)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar