Hiu Paus 6,5 Meter Terdampar di Cilacap
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

Hiu paus sepanjang 6,5 meter ditemukan mati terdampar di Pantai Kenari, Cilacap. Proses evakuasi terkendala ukuran tubuh dan keterbatasan alat berat. (Foto: RN/Kus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Cilacap, ReportaseNews — Warga Desa Pagubugan, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan seekor hiu paus sepanjang 6,5 meter yang terdampar di Pantai Kenari, Minggu (17/5/2026) pagi.
Satwa laut dilindungi tersebut ditemukan dalam kondisi mati di bibir pantai sekitar pukul 05.30 WIB. Ukurannya yang sangat besar langsung menarik perhatian warga hingga memadati lokasi penemuan.
Pemerintah desa yang menerima laporan warga segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan sejumlah instansi terkait, mulai dari Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan PSDKP Cilacap.
Kepala Desa Pagubugan, Subang Duryanto, mengatakan hiu paus itu pertama kali ditemukan warga saat aktivitas pagi di sekitar pantai.
“Sekitar jam 05.30 warga menemukan hiu paus di Pantai Kenari dalam kondisi sudah mati. Kami langsung berkoordinasi dengan polisi dan dinas terkait. Saat ini masih menunggu kesepakatan warga untuk proses evakuasi, dan rencananya bangkai akan dikubur,” kata Duryanto, Minggu (17/5/2026).
Petugas gabungan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah karena ukuran tubuh hiu paus yang sangat besar dengan berat diperkirakan mencapai dua ton.
Selain keterbatasan alat berat, posisi bangkai yang berada di area pesisir juga menyulitkan petugas untuk memindahkan satwa tersebut dalam kondisi utuh.
Petugas menduga hiu paus itu terbawa arus laut sebelum akhirnya terdampar di kawasan Pantai Kenari. Dugaan sementara, satwa tersebut sudah dalam kondisi lemah sebelum ditemukan mati di tepi pantai.
Karena sulit dipindahkan, petugas akhirnya mengambil langkah pemotongan tubuh hiu paus agar proses evakuasi dan penguburan dapat dilakukan lebih cepat.
“Karena ikannya terlalu besar dan berat sehingga tidak bisa diangkat, jadi sementara dilakukan pemotongan untuk proses evakuasi dan pemakaman,” ujar Imam Budiyono dari PSDKP Cilacap.
Peristiwa langka tersebut juga menyedot perhatian masyarakat dari sejumlah wilayah sekitar. Banyak warga datang untuk menyaksikan langsung bangkai hiu paus yang berada di bibir Pantai Kenari.
Petugas mengimbau masyarakat agar tidak terlalu dekat dengan lokasi evakuasi demi menjaga keselamatan dan mempercepat proses penanganan.
Hingga Minggu siang, proses evakuasi bangkai hiu paus masih dilakukan secara bertahap oleh tim gabungan. (Kus)
- Penulis: Kusworo
- Editor: Ullifna Tamama




Saat ini belum ada komentar