Breaking News
Trending Tags

Pemerintah Targetkan 1,4 Juta Hektare Hutan Adat untuk Masyarakat Hukum Adat

  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, ReportaseNews – Pemerintah menargetkan percepatan penetapan hutan adat seluas 1,4 juta hektare dalam empat tahun kedepan. Langkah ini diawali dengan pemberian akses pengelolaan hutan seluas 366 ribu hektare yang saat ini ditetapkan bagi Masyarakat Hukum Adat (MHA) di seluruh penjuru Indonesia.

Kebijakan itu ditegaskan dalam momen penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kehutanan dan Kementerian Kebudayaan di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Sinergi kedua lembaga itu bertujuan menyelaraskan konservasi sumber daya alam dengan pemeliharaan nilai-nilai luhur budaya yang melekat pada kawasan hutan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan, hutan memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar kumpulan pepohonan. Menurut dia, hutan merupakan bentang budaya yang harus dijaga identitasnya sebagaimana amanat Presiden Prabowo Subianto terkait pengakuan hak masyarakat adat.

“Dalam konteks itu kami yakin bahwa menjaga hutan sama dengan menjaga budaya dan kekayaan Indonesia,” ujar Raja Juli Antoni.

Upaya percepatan hingga 1,4 juta hektare ini dipandang sebagai bentuk kehadiran negara dalam mengakui kearifan lokal sebagai insting alami dalam menjaga ekosistem.

Senada dengan hal itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan perlindungan terhadap nilai-nilai budaya, termasuk yang ada di dalam hutan, merupakan mandat konstitusi sesuai Pasal 32 ayat (1) UUD NRI 1945.

Fadli Zon menegaskan, tanggung jawab memajukan kebudayaan nasional merupakan kewajiban kolektif yang melibatkan lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat hingga pihak swasta.

Dia menilai kerja sama dengan Kementerian Kehutanan bagian dari tugas spesifik negara dalam menjamin kebebasan masyarakat untuk mengembangkan budaya mereka.

“Jadi, sangat kuat dan spesifik tugasnya. Saya kira negara di sini bukan hanya Kementerian Kebudayaan, tetapi kita semua, mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, sampai tingkat bawah sekalipun, juga swasta itu mempunyai kewajiban memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia,” tutur Fadli Zon.

Acara penandatanganan itu juga menjadi bagian kolaborasi Kementerian Kebudayaan bersama sejumlah instansi lain, seperti Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Komunikasi dan Digital, BRIN, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (RN-03)

  • Penulis: RN-03

Reportase Pilihan

  • Harga plastik naik di Banyumas memberi keuntungan bagi pemulung dan pengepul. Namun, ketidakpastian harga membuat mereka khawatir penghasilan tidak stabil. (Foto: ReportaseNews/Kus)

    Harga Plastik Naik, Pemulung di Banyumas Untung Tapi Waswas

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Kusworo
    • 0Komentar

    Banyumas, ReportaseNews — Kenaikan harga plastik memberi angin segar bagi pemulung dan pengepul di wilayah Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Pendapatan mereka meningkat, tetapi ketidakpastian harga masih menjadi ancaman bagi keberlanjutan penghasilan. ‎Lonjakan harga plastik murni membuat sejumlah pelaku usaha rongsok mulai merasakan perubahan signifikan. Salah satunya Andi Pamuji, warga Ajibarang, yang kini menggantungkan penghasilan dari sektor […]

  • Warga Banyumas menggugat Kementerian Keuangan karena dana lelang Rp 59 juta sejak 1996 tak kunjung dikembalikan. Kasus bergulir di PN Jakarta Pusat. (Foto: ReportaseNews/Kus)

    Uang Lelang 30 Tahun Tak Cair, Warga di Banyumas Gugat Negara

    • calendar_month 18 jam yang lalu
    • account_circle Kusworo
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Sengketa dana lelang yang telah mengendap selama hampir tiga dekade kini memasuki babak baru di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Seorang warga Banyumas, Dewi Saraswati, menggugat Kementerian Keuangan Republik Indonesia atas dana sebesar Rp 59 juta yang belum dikembalikan sejak 1996. ‎Persidangan yang berlangsung pada Rabu (15/4/2026) mengungkap sejumlah bukti yang diajukan penggugat. […]

  • Paus Leo XIV menegaskan tidak takut terhadap Presiden AS Donald Trump setelah dikritik terkait sikapnya terhadap konflik Iran. (Foto: AP/Gregorio Borgia)

    Disindir Trump, Paus Leo XIV: Saya Tak Takut!

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews — Pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV, menegaskan tidak gentar menghadapi kritik dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait sikapnya terhadap konflik yang melibatkan Iran. ‎Pernyataan itu disampaikan Leo dalam perjalanan udara dari Roma menuju Aljazair, Senin (13/4/2026). Ia menegaskan tidak merasa terintimidasi oleh komentar keras dari Trump. ‎”Saya tak takut dengan […]

  • Serangan Israel di Lebanon menewaskan tenaga medis, merusak fasilitas kesehatan, dan memicu pengungsian massal yang memperparah krisis layanan kesehatan. (Foto: Anadolu)

    Biadab! Serangan Israel Lumpuhkan Sistem Kesehatan Lebanon

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Beirut, ReportaseNews — Serangan Israel di Lebanon dalam sebulan terakhir menekan sistem layanan kesehatan hingga berada di ambang krisis. Puluhan tenaga medis dilaporkan tewas, fasilitas kesehatan rusak, dan sejumlah rumah sakit terpaksa menghentikan operasional. ‎Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 53 tenaga medis tewas sejak eskalasi terbaru. Selain itu, 87 ambulans dan pusat layanan kesehatan hancur, […]

  • Peluk Hangat Kapolda Jabar untuk Anak Yatim Play Button

    Peluk Hangat Kapolda Jabar untuk Anak Yatim

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar
  • Peran Sentral Gus Alex di Kasus Kuota Haji

    Peran Sentral Gus Alex di Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle RN-06
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Ishfah Abidal Aziz atau Gus Alex pada Selasa (17/3/2026). Mantan staf khusus Yaqut Cholil Qoumas itu diduga menjadi aktor kunci dalam perkara dugaan korupsi kuota haji. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut peran Gus Alex tidak sekadar administratif. Ia diduga menjadi simpul penting dalam jalur kebijakan sekaligus […]

expand_less