Dari Kanvas dan Surat, Warga Purwokerto Menemukan Cara Bertahan Hidup
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Komunitas Ruang Hidup di Purwokerto menghadirkan art terapi melalui melukis dan menulis surat untuk membantu warga melepas stres dan tekanan hidup. (Foto: RN/Kus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Purwokerto, ReportaseNews — Tekanan hidup yang terus meningkat membuat banyak orang memendam kelelahan mental tanpa tahu harus bercerita kepada siapa. Kondisi itu mendorong lahirnya ruang pemulihan alternatif di Purwokerto melalui kegiatan art terapi yang menggabungkan seni melukis dan menulis surat sebagai media pelepas emosi.
Komunitas Ruang Hidup menghadirkan kegiatan tersebut sebagai tempat aman bagi masyarakat untuk mengekspresikan perasaan tanpa rasa takut dihakimi. Dalam suasana santai dan penuh kehangatan, peserta diberi kesempatan meluapkan isi hati melalui goresan warna maupun tulisan yang selama ini sulit diungkapkan secara langsung.
Kegiatan itu diikuti berbagai kalangan masyarakat yang datang membawa cerita dan beban hidup masing-masing. Mereka duduk bersama sambil memegang kuas, kanvas, kertas, dan pena untuk menuangkan emosi yang selama ini dipendam.
Bagi sebagian peserta, menulis surat menjadi sesi paling menyentuh. Banyak peserta memilih menulis untuk orang terdekat, pasangan, keluarga, bahkan untuk dirinya sendiri sebagai bentuk refleksi dan proses menerima keadaan.
Sementara itu, aktivitas melukis dimanfaatkan sebagai media menenangkan pikiran. Sapuan warna di atas kanvas perlahan menjadi cara baru untuk meredakan stres, kecemasan, hingga rasa sesak akibat tekanan hidup sehari-hari.
Presenter Banyumas TV, Risma, mengaku merasakan perubahan emosional setelah mengikuti sesi art terapi bersama Komunitas Ruang Hidup.
“Setelah mengikuti kegiatan itu saya merasa jauh lebih lega dan tenang. Saya bisa meluapkan perasaan kepada keluarga lewat surat. Bahkan sekarang saya bisa tidur lebih nyenyak dibanding sebelumnya,” ujar Risma, Minggu (17/5/2026).
Menurut dia, kegiatan semacam itu sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang rentan mengalami tekanan mental akibat persoalan pekerjaan, keluarga, maupun kehidupan pribadi.
“Menurut saya kegiatan ini luar biasa. Bisa menenangkan hati, me-refresh pikiran, dan membuat semuanya jadi lebih enjoy,” katanya.
Komunitas Ruang Hidup menilai setiap orang membutuhkan ruang untuk didengar dan diterima tanpa penilaian negatif. Melalui pendekatan seni, komunitas tersebut ingin membantu masyarakat lebih berani mengenali emosi dan memulai proses pemulihan diri.
Selain menjadi sarana ekspresi, kegiatan ini juga membawa pesan penting tentang kesehatan mental, empati, dan kepedulian sosial. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, Ruang Hidup ingin mengingatkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan tempat untuk pulih dan tidak menghadapi tekanan hidup sendirian.
Lewat media sederhana berupa lukisan dan sepucuk surat, komunitas itu berharap semakin banyak masyarakat berani membuka diri, menerima keadaan, serta kembali menemukan harapan di tengah berbagai persoalan hidup. (Kus)
- Penulis: Kusworo
- Editor: Ullifna Tamama




Saat ini belum ada komentar