Krisis Pangan Memburuk, Warga Gaza Demo Tuntut Israel Buka Perbatasan
- calendar_month 59 menit yang lalu
- print Cetak

Puluhan pengungsi Palestina di Gaza menggelar aksi protes menuntut Israel membuka blokade dan memperlancar bantuan kemanusiaan di tengah krisis pangan yang kian parah. (Foto: Anadolu)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Puluhan warga Palestina yang mengungsi di Jalur Gaza menggelar aksi demonstrasi di wilayah Gaza tengah, Minggu (25/5/2026). Mereka mendesak Israel segera membuka akses perbatasan dan menghentikan pembatasan bantuan kemanusiaan yang dinilai memperburuk krisis pangan.
Dalam aksi tersebut, para demonstran membawa bendera Palestina dan sejumlah poster berisi tuntutan agar makanan serta obat-obatan dapat masuk ke Gaza tanpa hambatan.
Koordinator sekaligus juru bicara komite suku dan komite rakyat di Kamp Pengungsi Al-Bureij, Ali Al-Shashniya, mengatakan kondisi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk akibat blokade berkepanjangan dan terbatasnya distribusi bantuan.
“Ribuan keluarga dan warga yang mengungsi sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Ali Al-Shashniya kepada Anadolu, seperti dikutip, Senin (25/5/2026).
Ia memperingatkan situasi dapat semakin kritis apabila pembatasan pengiriman bantuan terus diberlakukan.
Warga Gaza lainnya, Hassan Rayyan, mengaku banyak keluarga kehilangan rumah dan mata pencaharian sejak perang Israel-Hamas pecah. Menurut dia, sebagian besar warga kini hanya mengandalkan bantuan untuk bertahan hidup.
“Kami ingin hidup dengan bermartabat. Kami kehilangan rumah dan kondisi kemanusiaan kami menjadi sangat sulit,” kata Hassan Rayyan.
Sejumlah peserta aksi juga membawa panci kosong sebagai simbol krisis pangan yang semakin menghantui keluarga Palestina di Gaza.
Aksi demonstrasi itu berlangsung di tengah masih terbatasnya akses bantuan kemanusiaan dan lambannya implementasi sejumlah poin penting gencatan senjata, termasuk pembukaan kembali jalur perbatasan Gaza.
Program Pangan Dunia atau World Food Program (WFP) melaporkan sekitar 1,6 juta warga Gaza, atau setara 77 persen populasi, mengalami tingkat kerawanan pangan akut yang serius. Angka tersebut mencakup lebih dari 100.000 anak-anak serta 37.000 perempuan hamil dan menyusui.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 880 orang tewas dan 2.645 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak gencatan senjata diumumkan pada 10 Oktober 2025.
Perang yang telah berlangsung sejak Oktober 2023 itu disebut telah menewaskan lebih dari 72.000 orang, mayoritas perempuan dan anak-anak. Selain itu, lebih dari 172.000 warga dilaporkan mengalami luka-luka, sementara sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza mengalami kerusakan parah. (RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar