6.100 Koperasi Merah Putih di Sumut Fokus ke Digitalisasi dan Faskes
- calendar_month 29 menit yang lalu
- print Cetak

Gubernur Sumut Bobby Nasution saat meresmikan Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kelurahan Suka Maju, Binjai Barat, Kota Binjai, Senin (21/7/2025). (FOTO: DISKOMINFO SUMUT)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan, ReportaseNews – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengalihkan fokus pembangunan 6.100 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada penguatan infrastruktur digital dan penyediaan fasilitas kesehatan (Faskes) seperti klinik serta apotek desa. Pengalihan fokus ini menyusul target pembentukan badan hukum koperasi sudah mencakup seluruh desa dan kelurahan di 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara.
Plt. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sumut Ady Putra Parlaungan menyatakan transformasi koperasi ini tidak lagi sekadar menjadi lembaga keuangan konvensional atau tempat simpan pinjam biasa. Saat ini, sebanyak 98 persen dari total koperasi yang terbentuk telah terintegrasi ke dalam sistem digital SIMKOPDES (Sistem Informasi Koperasi Desa) guna menjamin akuntabilitas pengelolaan dana masyarakat.
Progres fisik di lapangan juga terus dikebut. Ada 1.685 titik lahan yang sedang dalam proses pembangunan dan 353 gerai yang sudah rampung dan siap beroperasi. Di beberapa wilayah seperti Labuhanbatu Selatan, perkembangan pembangunan fisik telah melampaui 64 persen dari target yang ditetapkan.
“Koperasi yang sudah berjalan tidak hanya menjadi lembaga keuangan, melainkan juga pusat ekonomi desa dengan adanya 337 gerai sembako, apotek, hingga klinik desa,” ujar Ady Putra Parlaungan, Senin (25/5/2026).
Selain mengejar target infrastruktur fisik, Dinas Koperasi dan UKM Sumut kini memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi para pengurus desa. Pendampingan kelembagaan dan pelatihan teknis dinilai penting agar modal kolektif yang dihimpun dari simpanan anggota dapat dikelola secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
Dengan kombinasi sistem digital yang transparan dan diversifikasi layanan hingga ke sektor kesehatan, pemerintah optimistis jaringan koperasi ini akan menjadi motor penggerak baru bagi stabilitas ekonomi riil masyarakat di Sumatera Utara. (RN-03)
- Penulis: RN-03




Saat ini belum ada komentar