Korban Kebakaran Pasar Jiung Dapat Trauma Healing dari Polwan
- calendar_month 22 menit yang lalu
- print Cetak

Polwan Jaga Jakarta menyalurkan bantuan sosial dan memberikan trauma healing kepada korban kebakaran Pasar Jiung di Kemayoran, Jakarta Pusat. (Foto: ReportaseNews/HO-Humas Polda Metro Jaya)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Polwan Jaga Jakarta bersama Polres Metro Jakarta Pusat menyalurkan bantuan sosial sekaligus memberikan pendampingan trauma healing kepada warga terdampak kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan kemanusiaan tersebut melibatkan sejumlah unsur kepolisian, mulai dari Satbrimob Polda Metro Jaya, Sidokkes Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek Kemayoran, hingga Polwan Jaga Jakarta dari Kecamatan Kemayoran dan Johar Baru.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung mengatakan kehadiran aparat kepolisian di lokasi pengungsian merupakan bentuk respons cepat untuk membantu warga yang sedang menghadapi musibah.
“Kami hadir untuk memberikan dukungan kepada warga terdampak kebakaran. Bantuan ini mungkin tidak menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi kami berharap dapat meringankan beban masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga yang saat ini berada di lokasi pengungsian,” ujar Reynold, Selasa (2/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, petugas membagikan berbagai kebutuhan dasar seperti air mineral, popok bayi, makanan ringan, hingga makanan siap saji kepada warga terdampak.
Selain itu, sebanyak 300 porsi makan siang dari dapur lapangan Brimob Polda Metro Jaya yang didukung Polres Metro Jakarta Pusat turut disalurkan kepada para korban kebakaran.
Tidak hanya memberikan bantuan logistik, Polwan Jaga Jakarta juga menggelar kegiatan trauma healing untuk membantu memulihkan kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak yang mengalami dampak emosional akibat kebakaran.
Pendampingan tersebut dilakukan agar para korban dapat lebih cepat beradaptasi dan bangkit setelah kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat musibah yang terjadi.
Reynold menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi selama masa pemulihan.
“Polri tidak hanya hadir dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam pelayanan kemanusiaan. Kami ingin memastikan warga merasa diperhatikan, didampingi, dan tidak sendiri menghadapi musibah ini,” kata Reynold.
Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh personel yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan permukiman yang padat penduduk. Warga juga diminta segera melapor ke kepolisian atau menghubungi layanan darurat 110 apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan. (RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar