Wabup Atika Telusuri Informasi, Perantau Madina yang Kritis di Bekasi sudah Ditangani Keluarga
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

Seorang perantau asal Desa Gunung Tua SM, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Madina, bernama Rizky Mardiah (38) saat ini terbaring lemah di ruang UGD RSUD Kota Bekasi. (FOTO: ISTIMEWA)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Madina, ReportaseNews – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution memastikan Rizky Mardiah (38), perantau asal Kotanopan yang ditemukan kritis saat hendak melahirkan di Bekasi, Jawa Barat, saat ini sudah ditangani dengan baik oleh pihak keluarganya.
Kepastian ini didapatkan setelah Atika secara responsif dan penuh kepedulian langsung berinisiatif menelusuri keberadaan keluarga korban di kampung halamannya begitu mendengar kabar tersebut.
Atika, yang juga berasal Kecamatan Kotanopan, bergerak cepat menginstruksikan Camat Kotanopan Enda Mora dan Kepala Desa Gunung Tua MS (Muara Soro) Asparuddin Lubis untuk melacak identitas serta menyambangi keluarga Rizky pada Selasa (2/6/2026).
Langkah proaktif Wakil Bupati ini patut diapresiasi, karena menunjukkan kepekaan sosial dan komitmen seorang pemimpin dalam melindungi warganya, bahkan yang sedang berada di perantauan jauh.
“Betul, yang bersangkutan adalah warga Gunung Tua MS (Muara Soro). Pihak keluarga sudah menanganinya dengan baik di RSUD Bekasi,” kata Atika melalui sambungan telepon.
Inisiatif penelusuran yang dilakukan Atika bermula saat dia membaca pemberitaan di media online mengenai kondisi darurat yang menimpa Rizky Mardiah. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari pihak keluarga di kampung halaman, Rizky dan suaminya diketahui baru merantau ke wilayah Bekasi sejak satu tahun yang lalu.
“Suaminya bekerja sebagai supir truk. Sewaktu Ibu Rizky mau melahirkan, suaminya dalam perjalanan pulang. Sehingga, tetangganya yang membantu membawa Ibu Rizky ke rumah sakit,” ujar Atika menjelaskan kronologi kejadian.
Sebelumnya, Rizky Mardiah dilaporkan terbaring lemah di ruang UGD RSUD Kota Bekasi setelah ditemukan oleh ketua RT setempat dalam kondisi kritis di rumah kontrakannya yang beralamat di Perumahan Mutiara Sriamur Blok G 5, Kelurahan Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.
Mengingat situasinya yang darurat, warga sekitar langsung melarikan perempuan berusia 38 tahun tersebut ke rumah sakit agar segera mendapatkan tindakan operasi medis. Meski operasi berjalan lancar, kondisi Rizky belum pulih sepenuhnya dan sempat belum bisa diajak berkomunikasi untuk dimintai keterangan mengenai keluarganya.
Kondisi memprihatinkan ini sempat memicu gerakan solidaritas setelah akun Facebook Miswar Nasution, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Tapanuli bagian selatan (FK MANTAP) DPD Jawa Barat, membagikan informasi tersebut pada Selasa (2/6/2026).
Sebelumnya, Miswar meminta bantuan masyarakat luas untuk melacak keberadaan keluarga korban sekaligus menyerukan aksi kepedulian sosial serta penggalangan donasi kepada seluruh perantau asal Tabagsel di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Miswar juga secara khusus menginstruksikan pengurus FK MANTAP DPC Bekasi Raya untuk segera menjenguk korban di rumah sakit. Namun, berkat langkah taktis dan respons cepat dari Wakil Bupati Atika Azmi Utammi yang langsung menghubungkan pihak desa di Mandailing Natal dengan keluarga di Bekasi, titik terang mengenai penanganan Rizky Mardiah akhirnya bisa diselesaikan dengan cepat dan terkoordinasi. (RN-03)
- Penulis: RN-03




Saat ini belum ada komentar