Erich Folanda, Putra Betawi yang Diamanahkan Jabatan Strategis di Pidsus Kejaksaan Agung
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Rotasi pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung memunculkan nama Erich Folanda, S.H., M.Hum. Belum genap tiga bulan mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Erich kini dipercaya menempati jabatan strategis sebagai Direktur Pengendalian Operasi pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), pusat penanganan perkara-perkara besar dan berprofil tinggi di Indonesia.
Penempatan tersebut dipandang sebagai bentuk kepercayaan pimpinan Kejaksaan Agung terhadap rekam jejak, integritas, dan kapasitasnya dalam menangani perkara tindak pidana khusus. Sebelumnya, Erich juga pernah menjabat sebagai Koordinator pada Jampidsus, Kasi Pidsus pada Kejari Jakarta Barat serta Kasubsi Tipikor pada Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kalimantan Selatan, sehingga lingkungan kerja tersebut bukanlah medan baru baginya.
Yang membuat kiprah Erich semakin menarik adalah latar belakangnya sebagai putra Betawi kampung dipinggiran Jakarta Selatan. Di tengah daya saing berbagai latarbelakang daerah dalam jajaran pimpinan Aparat Penegak Hukum (APH), Erich dinilai menjadi salah satu representasi keberhasilan putra asli Betawi saat ini yang mampu menembus posisi-posisi strategis di tingkat nasional mengikuti beberapa senior nya terdahulu.
Kehadirannya menjadi simbol bahwa masyarakat Betawi juga memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing dan memimpin di institusi penegakan hukum tertinggi.
Perjalanan hidupnya berakar kuat di Jakarta. Erich merupakan alumnus SMP Negeri 41 Jakarta Selatan dan SMA Negeri 38 Jakarta Selatan, sebelum melanjutkan pendidikan S1 hukum pada Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, hingga mendapatkan beasiswa untuk meraih gelar Magister Hukum dari Program Pasca Sarjana Ilmu Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pada tahun 2004. Jejak pendidikan tersebut menjadi fondasi kuat yang mengantarkannya meniti karier secara konsisten dan profesional di Korps Adhyaksa.
Di setiap penugasan, Erich dikenal sebagai sosok yang tenang, komunikatif, dan berorientasi pada hasil. Ia mengedepankan profesionalisme, ketelitian dalam pembuktian perkara, serta koordinasi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan.
Saat bertugas di daerah, ia juga aktif mendorong penguatan literasi hukum, pembangunan paralegal, serta pendidikan antikorupsi sebagai bagian dari upaya membangun budaya hukum yang sehat.
Bagi masyarakat Betawi, kiprah Erich Folanda memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar promosi jabatan. Ia menjadi inspirasi bahwa putra daerah dapat mencapai puncak karier melalui dedikasi, kompetensi, dan integritas, tanpa meninggalkan akar budaya yang menjunjung tinggi amanah, keterbukaan, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Kembalinya Erich ke Jampidsus juga hadir pada momentum ketika publik menaruh harapan besar terhadap pemberantasan korupsi dan penegakan hukum yang profesional. Pengalaman bertugas di pusat maupun di daerah menjadi modal penting untuk memperkuat kinerja institusi dalam menangani perkara-perkara strategis yang menjadi perhatian masyarakat.(RN-04)
- Penulis: Didik




Saat ini belum ada komentar