Bentrokan Maut di Menteng Berawal dari Teguran Knalpot Bising, Satu Orang Tewas
- calendar_month 54 menit yang lalu
- print Cetak

Bentrokan maut di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat diduga dipicu teguran terhadap pengendara motor yang menggeber knalpot. Polisi mengungkap kronologi dan masih menyelidiki para pelaku. (Foto: ReportaseNews/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Aparat gabungan Polri dan TNI masih bersiaga di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), pasca-bentrokan antar-kelompok yang menewaskan satu orang. Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya bentrokan susulan sekaligus mendukung proses penyelidikan yang masih berlangsung.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan, kericuhan bermula dari teguran warga terhadap dua pengendara sepeda motor yang melintas sambil menggeber knalpot di dekat lapak pedagang nasi uduk. Teguran tersebut justru memicu cekcok hingga berujung aksi kekerasan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung turun langsung meninjau lokasi kejadian dan menemui sejumlah warga untuk menggali informasi mengenai awal mula bentrokan.
Reynold menjelaskan, dua pengendara motor yang ditegur tidak menerima perlakuan tersebut. Mereka kemudian kembali ke lokasi bersama sejumlah rekannya hingga situasi berubah menjadi kerusuhan.
”Saat ini motif yang kami terima bahwasanya ada dua orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk. Gerobaknya berdampak dirusak karena menggeber-geber motornya, sehingga knalpot tersebut membuat kebisingan. Ditegur tidak terima, dan dua orang itu mengajak teman-teman lainnya sejumlah lima orang kembali ke lokasi yang melakukan keributan bahkan merusak di beberapa UMKM yang ada,” kata Reynold kepada wartawan, Minggu (26/7/2026).
Akibat bentrokan tersebut, sejumlah lapak usaha mikro mengalami kerusakan. Selain itu, beberapa warga juga menjadi korban pemukulan. Dua sepeda motor serta sebuah bangunan dilaporkan hangus terbakar saat kericuhan berlangsung.
Polisi kini terus mendalami identitas dan peran seluruh pihak yang diduga terlibat. Penegakan hukum akan dilakukan tanpa membedakan pihak mana pun yang terbukti melakukan tindak pidana.
”Kedua belah pihak akan diproses secara adil, baik dari sisi warga maupun sekelompok orang yang menjadi korban,” ujar Reynold.
Selain itu, penyidik juga masih menyelidiki dugaan apakah pengendara motor yang menjadi pemicu keributan berada di bawah pengaruh minuman keras. Untuk memastikan hal tersebut, kepolisian akan berkoordinasi dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan personel Brimob diterjunkan ke lokasi sebagai langkah antisipasi agar bentrokan tidak kembali terjadi.
Peristiwa tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, satu korban lainnya masih menjalani perawatan intensif karena mengalami kondisi kritis.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar