Zuriat Kerajaan Jambal Kelantan Jelajahi Sejarah Palembang
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Zuriat Kerajaan Jambal Kelantan kunjungi Palembang untuk memperkuat hubungan sejarah dan membuka peluang pertukaran budaya dengan Pemkot Palembang. (Foto: ReportaseNews/Don)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Palembang, ReportaseNews – Kunjungan zuriat Kerajaan Jambal Kelantan, Malaysia, ke Palembang tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Pertemuan ini membuka peluang kerja sama budaya sekaligus memperkuat kembali hubungan sejarah antara masyarakat Palembang dan Kelantan.
Rombongan zuriat Kerajaan Jambal Kelantan diterima Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam di Ruang Audiensi Kantor Wali Kota Palembang, Kamis (20/8/2026).
Pemerintah Kota Palembang melihat kunjungan tersebut sebagai kesempatan untuk mengembangkan hubungan antarmasyarakat serumpun melalui kebudayaan, seni, dan sejarah.
Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Palembang Sulaiman Amin mengatakan, kedekatan budaya menjadi modal penting untuk membangun kerja sama antara Palembang dan Kelantan.
“Ini bukan hanya silaturahmi, tetapi juga membuka peluang pertukaran budaya dan seni antara Palembang dengan Kelantan,” ujar Sulaiman, Kamis (20/8/2026).
Menurut Sulaiman, terdapat sejumlah kemiripan budaya antara Palembang dan Kelantan, mulai dari adat istiadat, kesenian, pakaian tradisional hingga kuliner.
Kesamaan tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama kebudayaan yang lebih luas pada masa mendatang.
Kunjungan ke Palembang juga menjadi bagian dari upaya zuriat Kerajaan Jambal Kelantan menelusuri kembali sejarah leluhur mereka.
Kesultanan Jambal disebut telah berakhir pada 1823. Meski demikian, para zuriat berupaya mempertahankan ingatan sejarah serta warisan budaya yang ditinggalkan para leluhur.
Selama lima hari di Palembang, rombongan akan mendatangi sejumlah lokasi yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
Beberapa di antaranya Kesultanan Badaruddin IV, Museum Balaputra Dewa (BMKB), dan Pulau Kemaro.
Rombongan juga dijadwalkan menikmati kuliner khas Palembang, termasuk pempek. Sejumlah bangunan bersejarah juga menjadi bagian dari agenda kunjungan, salah satunya Masjid Agung Palembang.
Agenda tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih dekat mengenai sejarah, kebudayaan, pariwisata, dan kekayaan kuliner Palembang kepada masyarakat Malaysia.
Pemerintah Kota Palembang juga membuka peluang kunjungan balasan ke Malaysia. Rencana tersebut dapat melibatkan pelaku seni dan budayawan dari Palembang.
Langkah itu dinilai penting untuk menjaga kesinambungan hubungan budaya yang telah terjalin sekaligus memperluas kerja sama antara kedua wilayah.
Ketua Rombongan Zuriat Kerajaan Jambal Kelantan, Dato’ Adnan, mengapresiasi sambutan Pemerintah Kota Palembang.
Ia mengatakan, kunjungan tersebut didorong keinginan untuk kembali mempererat hubungan masyarakat serumpun yang memiliki kesamaan sejarah dan budaya.
Dato’ Adnan juga berharap Pemerintah Kota Palembang serta para pelaku seni dan budaya dapat berkunjung ke Malaysia sebagai bagian dari pertukaran budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Dato’ Adnan turut menceritakan hubungan sejarah keluarganya dengan Minangkabau. Ia mengaku sebagai kerabat ke-9 Kesultanan Pagaruyung dan pernah berkunjung ke Pagaruyung pada 2023.
Menurut dia, sejarah keluarganya berkaitan dengan perjalanan leluhur dari Pagaruyung menuju Minangkabau hingga kemudian ke Kelantan.
Jejak sejarah tersebut menjadi alasan bagi keluarga zuriat Kerajaan Jambal untuk menelusuri kembali wilayah-wilayah yang memiliki hubungan dengan leluhur mereka.
Kunjungan perdana ke Palembang ini pun diharapkan menjadi awal hubungan yang lebih luas, bukan hanya di antara para zuriat, tetapi juga melalui kerja sama seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif antara Palembang dan Kelantan.
(Don)
- Penulis: Don
- Editor: Tama




Saat ini belum ada komentar