Liputan Erupsi Anak Krakatau, 7 Jurnalis Hilang Kontak
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki memberi keterangan pers usai puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, Kamis (19/3/2016) malam. (Foto: ReportaseNews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Tim gabungan menghentikan sementara pencarian kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis dan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten. Operasi dihentikan karena kondisi cuaca memburuk, disertai gelombang tinggi dan angin kencang.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan pencarian telah dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas Ditpolairud Polda Banten, Korpolairud Baharkam Polri, Basarnas, TNI, serta tim terpadu penanggulangan bencana.
“Sudah mulai melakukan pencarian dari Polair kita bersama Basarnas, sama tim terpadu dari penanggulangan bencana, semua sudah membantu mencari itu,” kata Hengki, seperti dilansir Antara, Selasa (8/9/2026).
Menurut Hengki, tim sempat menyisir wilayah perairan untuk mencari keberadaan kapal tersebut. Namun, pencarian dihentikan menjelang malam karena kondisi dinilai tidak aman bagi personel di lapangan.
“Tim juga sudah terpadu dari Basarnas maupun dari Polair, tadi sudah mencari, tapi belum dapat karena dihentikan oleh cuaca gelap, sudah malam hari, menjelang malam hari maupun ombaknya agak besar, angin, dan ada angin kencang,” ujarnya.
Hengki mengatakan keberadaan rombongan hingga kini belum dapat dipastikan. Tim masih mengumpulkan informasi dan akan melanjutkan pencarian dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan selama operasi.
“Terpadu dengan tim Basarnas, Polair, Polda, semua bahu-membahu untuk mencari keberadaan mereka,” katanya.
Direktur Polairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto mengatakan pencarian akan kembali dilakukan pada Rabu (9/9/2026) pagi. Operasi melibatkan kapal Basarnas dan unsur terkait lainnya.
Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, speedboat tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kapal membawa rombongan jurnalis yang hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Kabupaten Pandeglang.
Komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat pada pukul 15.04 WIB. Sebelumnya, salah satu anggota rombongan sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB.
Lokasi terakhir kapal diduga berada di sekitar koordinat 6°14’40.52″S dan 105°40’49.48″T. Setelah komunikasi terputus, tim SAR melakukan pencarian hingga wilayah Pulau Krakatau dan Pulau Panjang.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan pencarian hingga Selasa (8/9/2026) petang sekitar pukul 18.15 WIB belum membuahkan hasil.
“Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau. Seperti itu,” kata Al Amrad.
Untuk pencarian lanjutan, Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tatuka dan Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten. Tim juga dilengkapi peralatan SAR air, medis, dan komunikasi serta berkoordinasi dengan Polairud Polda Banten.
Data sementara Basarnas menyebut sedikitnya tujuh orang masih dalam pencarian. Mereka di antaranya pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, Donal yang merupakan pewarta lepas, serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.
Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan Rabu pagi dengan memperluas area penyisiran berdasarkan evaluasi rute dan informasi yang diperoleh tim SAR selama pencarian sebelumnya.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar