Polres Madina Belum Ungkap Penyebab Kematian Pria di Lokasi Tambang Emas Ilegal
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Pria ini tewas diduga akibat dianiaya di lokasi pengolahan limbah tambang emas ilegal di Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Selatan, Rabu (8/4/2026). (FOTO: ISTIMEWA)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Madina, ReportaseNews – Polres Madina belum memberi keterangan resmi terkait penyebab pasti tewasnya Ferdiansyah (36), warga Desa Panyabungan Tonga, yang ditemukan dalam kondisi kritis di lokasi pengolahan limbah tambang emas ilegal Desa Runding.
Hingga saat ini, motif di balik peristiwa tersebut masih simpang siur di tengah masyarakat, dengan munculnya berbagai spekulasi mulai dari dugaan penculikan hingga indikasi korban tertangkap basah saat mencuri di lokasi tambang tersebut.
Dirilis mandailingonline yang dikutip pada Kamis (9/4/2026), informasi terbaru dari lapangan menyebutkan sebelum insiden terjadi, korban diduga sempat memicu keributan dengan membawa senjata tajam ke lokasi pengolahan limbah.
BERITA TERKAIT:
Seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan kehadiran korban di lokasi tersebut disertai dengan tindakan provokatif yang menantang warga sekitar.
“Dia datang ke lokasi pengolahan limbah tambang petentengan sambil bawa parang mengajak berduel orang-orang yang ada di situ. Dari situ awal mula kejadian,” ujar warga tersebut saat menjelaskan situasi awal di tempat kejadian perkara.
Selain kesaksian mengenai tindakan pengancaman tersebut, beberapa warga juga menyatakan korban selama ini kerap membuat kegaduhan di lingkungan sekitar lokasi tambang.
Meski sejumlah saksi dikabarkan telah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian, fakta hukum mengenai penyebab kematian korban tetap menggantung, karena Polres Madina belum memberi keterangan resmi mengenai progres penanganan perkara ini.
Sebelumnya, Ferdiansyah ditemukan dalam kondisi babak belur di area tambang ilegal Kecamatan Panyabungan Barat dan sempat dilarikan ke RSUD Panyabungan untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, luka-luka yang dideritanya cukup parah, sehingga korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. (RN-03)
- Penulis: Saparuddin Siregar



Saat ini belum ada komentar