Pria 60 Tahun Hilang di Kebun Sawit Sekadau, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Tim SAR Gabungan masih mencari pria berusia 60 tahun yang dilaporkan hilang di kawasan kebun sawit Sekadau Hulu. Korban diduga tersesat dan mengalami gangguan jiwa. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sekadau, ReportaseNews – Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap Sehat (60), warga Dusun Deranuk, Desa Deranuk, Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang, yang dilaporkan hilang di kawasan kebun sawit di Dusun Segiam, Desa Sekonau, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau.
Korban diketahui menghilang sejak Jumat (26/6/2026). Hingga Minggu (28/6/2026), upaya pencarian yang dilakukan keluarga dan warga sekitar belum membuahkan hasil sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan mengenai hilangnya korban.
”Setelah menerima informasi kejadian tersebut, kami langsung memberangkatkan satu tim Rescue dari Pos SAR Sintang menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan,” ujar I Made Junetra, Senin (29/6/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keluarga mulai menyadari korban tidak berada di rumah pada Jumat sekitar pukul 07.00 WIB. Padahal, korban biasanya selalu berada di rumah pada waktu tersebut.
Keterangan warga bernama Ibu Ila menyebutkan korban terakhir kali terlihat berjalan menuju area belakang permukiman yang mengarah ke bangunan sarang burung walet di dekat perkebunan kelapa sawit. Korban diduga tersesat di kawasan tersebut. Keluarga juga menginformasikan bahwa korban memiliki riwayat gangguan jiwa.
Dalam operasi pencarian ini, Tim Rescue Pos SAR Sintang diberangkatkan menggunakan kendaraan rescue D-Max. Tim membawa berbagai perlengkapan pendukung, mulai dari alat navigasi, peralatan evakuasi, perlengkapan medis, hingga perangkat komunikasi.
Sebelum tim SAR tiba, keluarga bersama warga telah lebih dahulu menyisir area perkebunan dan sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban. Namun, hingga kini keberadaan korban masih belum ditemukan.
I Made Junetra berharap masyarakat yang berada di sekitar lokasi dapat membantu proses pencarian dengan segera melapor apabila menemukan petunjuk mengenai keberadaan korban.
”Kami mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi agar segera melaporkan kepada petugas apabila melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan korban, sehingga proses pencarian dapat dilakukan secara maksimal,” katanya.
Saat ini, Tim SAR Gabungan masih melanjutkan penyisiran di kawasan perkebunan sawit dan lokasi-lokasi yang dianggap berpotensi menjadi tempat korban berada.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar