BNN Ungkap Laboratorium Narkoba Rahasia Milik Jaringan Rusia di Bali
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Kepala BNN Komjen. Pol. Suyudi Ario Seto memaparkan pengungkapan laboratorium narkoba rahasia milik jaringan Rusia di Bali. (Foto: Humas BNN)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Gianyar, ReportaseNews – Keamanan wilayah Bali kembali terusik oleh aktivitas jaringan narkoba internasional yang mencoba menanamkan akar produksinya di Pulau Dewata. Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bekerja sama dengan Bea Cukai dan Imigrasi, membongkar laboratorium gelap atau clandestine laboratory yang dikendalikan dua warga negara Rusia di kawasan Gianyar.
Operasi senyap yang berlangsung pada 5-6 Maret 2026 itu mengungkap taktik licik para pelaku dalam menyelundupkan bahan baku melalui jalur pos internasional.
Kasus tersebut bermula dari kecurigaan petugas terhadap serangkaian paket kiriman dari Cina yang tiba di Kantor Pos Gianyar sejak Januari 2026. Paket-paket tersebut menggunakan data penerima palsu untuk mengelabui pemeriksaan.
Setelah melakukan pengintaian mendalam selama berminggu-minggu, tim gabungan akhirnya menyergap tersangka pertama, seorang perempuan warga negara Rusia berinisial NT, di sebuah vila mewah di kawasan Sukawati pada Kamis (5/3/2026) malam.
Penyelidikan tidak berhenti di sana, karena petugas menemukan bukti kunci berupa akses kendaraan dan vila lain yang membawa tim pada temuan lebih besar. Di dalam sebuah mobil LCGC yang terparkir, petugas menemukan gudang berjalan berisi berbagai bahan kimia berbahaya mulai dari ethyl acetate, alkohol kadar tinggi, hingga cairan methylamine. Seluruh material ini merupakan komponen inti yang digunakan untuk meracik narkotika sintetis jenis mephedrone.
Pada Jumat (6/3/2026) dini hari, pengembangan berlanjut ke sebuah vila di wilayah Blahbatuh yang disulap menjadi pabrik produksi. Di lokasi kedua ini, petugas mengamankan tersangka kedua berinisial TS dan menyita puluhan item peralatan laboratorium, termasuk mesin pengering buah (fruit dryer), masker respirator, hingga tabung erlenmeyer berkapasitas besar.
Tim Laboratorium Narkotika BNN mengonfirmasi bahwa seluruh kristal putih dan residu yang ditemukan di lokasi positif mengandung mephedrone, yang diklasifikasikan sebagai narkotika golongan I.
Keberhasilan operasi itu menunjukkan Bali masih menjadi target strategis bagi sindikat global untuk memproduksi narkoba secara lokal guna memangkas risiko distribusi lintas batas.
Menanggapi fenomena laboratorium gelap yang merambah pemukiman turis ini, Kepala BNN Komjen. Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan komitmennya dalam memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk wilayah Indonesia.
“BNN menegaskan akan terus memperkuat kerja sama lintas lembaga untuk membongkar jaringan narkotika internasional yang mencoba memanfaatkan Indonesia sebagai lokasi produksi maupun peredaran narkoba. Upaya penegakan hukum akan dilakukan secara tegas guna melindungi masyarakat dan menjaga masa depan generasi bangsa dari ancaman narkotika,” kata Komjen. Pol. Suyudi Ario Seto. (RN-03)
- Penulis: Saparuddin Siregar



Saat ini belum ada komentar