Identifikasi Lewat Susunan Gigi, Kerangka Korban Banjir Garoga Ditemukan di Tapsel
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Warga meneukan kerangka manusia di tumpukan kayu bekas banjir di tepian Sungai Batangtoru, Desa Aek Ngadol Sitinjak, Kecamatan Batangtoru, Tapsel. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tapsel, ReportaseNews – Harapan keluarga Tiarma Sitompul (55) untuk mendapatkan kepastian akhirnya menemui titik terang setelah kerangka manusia ditemukan di tumpukan kayu bekas banjir di tepian Sungai Batangtoru. Penemuan yang berlokasi di Desa Aek Ngadol Sitinjak, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ini diduga kuat jasad warga Desa Garoga yang dinyatakan hilang saat bencana banjir bandang pada November 2025.
Peristiwa ini bermula ketika Kepala Desa Aek Ngadol Saolon Sitompul melaporkan adanya temuan tulang-belulang oleh warga di area perkebunan sawit yang berbatasan langsung dengan aliran sungai. Merespons laporan itu, pihak Kepolisian Sektor Batangtoru bergerak ke lokasi untuk mengamankan area dan melakukan identifikasi awal terhadap kondisi jenazah yang sudah tidak utuh tersebut.
Kapolsek Batangtoru AKP P. M. Siboro mengatakan pihaknya menerjunkan tim khusus tak lama setelah mendapatkan informasi dari Bhabinkamtibmas setempat. Dia mengatakan prosedur hukum tetap dijalankan guna memastikan validitas temuan ini sebelum diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga.
“Personel unit Reskrim langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta penyelidikan awal,” kata AKP Siboro, Senin (9/3/2026).
Keyakinan kerangka tersebut adalah Tiarma Sitompul diperkuat oleh pernyataan salah satu anggota keluarga, Hamzah Siregar. Meskipun kondisi fisik korban sudah tidak dapat dikenali secara visual, pihak keluarga mengidentifikasi jasad melalui struktur gigi bagian bawah yang dianggap spesifik. Selain itu, temuan tas milik korban di lokasi yang berdekatan beberapa pekan sebelumnya menjadi petunjuk kuat yang mengarahkan pada identitas korban.
Setelah melalui rangkaian olah TKP dan pendataan saksi, pihak kepolisian bersama pemerintah desa sepakat menyerahkan kerangka tersebut agar dapat segera dikebumikan.
Menggunakan mobil patroli kepolisian, jenazah akhirnya dievakuasi dan dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Aek Ngadol untuk prosesi pemakaman secara layak oleh pihak keluarga dan warga sekitar. (Lily/RN-03)
- Penulis: Saparuddin Siregar



Saat ini belum ada komentar