Ada Jamu dan Pijat Gratis di Posko Mudik PP Banyumas
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Posko mudik di Banyumas sediakan jamu tradisional dan pijat gratis untuk pemudik. Layanan ini membantu menjaga stamina dan keselamatan perjalanan. (Foto: RN/Kus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyumas, ReportaseNews — Posko mudik yang didirikan Pemuda Pancasila PAC Pekuncen di Kabupaten Banyumas menghadirkan layanan unik bagi pemudik, yakni jamu tradisional dan pijat urut gratis.
Posko yang berlokasi di jalur Ajibarang–Bumiayu, tepatnya di Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen, itu menjadi titik singgah bagi pemudik yang melintasi jalur utama Jakarta menuju Purwokerto.
Di lokasi ini, pemudik tidak hanya bisa beristirahat, tetapi juga mendapatkan minuman herbal seperti wedang jahe, kunyit asam, beras kencur, hingga temulawak. Minuman tersebut dikenal membantu menjaga kebugaran tubuh selama perjalanan jauh.
Selain itu, tersedia pula layanan pijat urut gratis untuk mengurangi kelelahan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
Salah satu pemudik asal Kebumen, Riswono, mengaku terbantu dengan fasilitas yang disediakan di posko tersebut.
“Alhamdulillah, badan jadi segar setelah minum jamu dan pijat di posko ini. Lelah selama perjalanan juga hilang, sangat membantu,” ujar Riswono, Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan, perjalanan dari Jakarta menuju kampung halaman relatif lancar, meski sempat tersendat di jalur Pantura.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Pekuncen, Eko Budoyo, mengatakan layanan jamu gratis ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan pemudik.
“Kami ingin para pemudik bisa beristirahat sejenak dan melanjutkan perjalanan dengan kondisi lebih segar,” kata Eko.
Menurut panitia, keberadaan posko ini diharapkan dapat membantu pemudik menjaga kondisi fisik sekaligus meningkatkan keselamatan selama arus mudik Lebaran.
Petugas juga mengimbau para pemudik untuk tetap memperhatikan kondisi tubuh dan mematuhi aturan lalu lintas agar perjalanan aman hingga tujuan. (Kus)
- Penulis: Kus
- Editor: Tama



Saat ini belum ada komentar