Tambang Pasir Ilegal Marak di Bintan, APH Jangan Tutup Mata
- calendar_month Senin, 6 Apr 2026
- print Cetak

Aktivitas pertambangan pasir ilegal di Bintang makin marak dan diduga merugikan negara puluhan miliar rupiah. (Foto: RN/Red)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bintan, ReportaseNews – Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Bintan didesak agar tidak menutup mata terhadap maraknya aktivitas pertambangan pasir ilegal yang telah merusak ratusan hektare lahan dan diduga merugikan negara hingga puluhan miliar rupiah.
Kerusakan lingkungan yang cukup parah dan memprihatinkan itu terpantau di sejumlah titik, mulai dari kawasan Kawal, sepanjang Pantai Trikora, hingga ke Malang Rapat. Namun, hingga kini para pelaku seolah tak tersentuh hukum.
Keresahan masyarakat makin memuncak karena aktivitas tersebut berlangsung secara terbuka tanpa adanya tindakan tegas dari pihak berwewenang.
Buyung, warga setempat, mempertanyakan keberanian aparat untuk merazia lokasi-lokasi yang sudah jelas merusak ekosistem wilayah tersebut.

“Ada apa dengan APH di Bintan, Kepri, ini, Bang. Tiap hari ratusan dump truck dan lori ukuran empat kubik melintasi jalan raya di kampung kami. Tambang ilegal yang merusak lingkungan kenapa dibiarkan, apakah hukum di Indonesia ini sudah tidak ada?” ujar Buyung.
Berdasarkan informasi di lapangan, pasir hasil tambang ilegal tersebut diduga diperjualbelikan untuk menyuplai kebutuhan di kawasan proyek besar di Galang Batang.
Kahar, warga Bintan lainnya, mengatakan ada dugaan kuat keterlibatan oknum koordinator yang mengatur ratusan truk agar pengiriman dilakukan satu pintu menuju kawasan industri tersebut. Praktik ini melanggar undang-undang dan secara nyata menggerus pendapatan negara dalam jumlah yang esar.
Selama ini, upaya penertiban disinyalir sering mengalami kebocoran informasi, sehingga para pelaku selalu berhasil menghindari petugas di lapangan. Pola “kucing-kucingan” antara pelaku dan aparat ini membuat warga berharap adanya tim gabungan yang lebih solid untuk segera meringkus para aktor intelektual atau big boss di balik bisnis pasir ilegal ini.
Warga mendesak agar seluruh lokasi tambang segera ditutup total demi menyelamatkan lingkungan Bintan dari kehancuran yang lebih luas. (RED)
- Penulis: Saparuddin Siregar



Saat ini belum ada komentar