BGN Luncurkan Aplikasi Pengawas Menu MBG
- calendar_month 44 menit yang lalu
- print Cetak

BGN meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG untuk mengawasi kualitas makanan Program Makan Bergizi Gratis. Sebanyak 99,88 persen laporan menyatakan makanan layak konsumsi. (Foto: ReportaseNews/HO-BGN)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG berbasis organoleptik. Sistem ini dirancang untuk memastikan kualitas makanan yang diterima penerima manfaat tetap terjaga.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya mengatakan aplikasi tersebut menjadi instrumen baru dalam meningkatkan pengawasan distribusi dan mutu makanan MBG di lapangan.
Melalui aplikasi itu, proses evaluasi dilakukan langsung oleh kelompok penerima manfaat, mulai dari guru yang ditunjuk sekolah hingga kepala posyandu. Mereka dapat memberikan penilaian terhadap makanan segera setelah paket MBG diterima.
Parameter penilaian yang tersedia dalam sistem mencakup ketepatan waktu distribusi, aroma makanan, rasa makanan, hingga variasi menu yang disajikan kepada penerima manfaat.
Berdasarkan data Dashboard Reviu Menu MBG per Sabtu (23/5/2026) pukul 21.31 WIB, tercatat sebanyak 1.707 laporan telah masuk dari berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.705 laporan atau 99,88 persen menyebut makanan dalam kondisi layak konsumsi.
Sementara itu, hanya dua laporan yang mencatat makanan tidak layak dikonsumsi.
Data pengawasan juga menunjukkan distribusi makanan berjalan relatif tepat waktu. Sebanyak 1.672 laporan atau 97,95 persen menyatakan paket makanan diterima sesuai jadwal bahkan lebih cepat. Adapun keterlambatan distribusi tercatat dalam 35 laporan.
Pada aspek kualitas sensorik, sebanyak 1.702 laporan atau 99,71 persen menyebut aroma makanan masih layak. Sedangkan penilaian tampilan makanan menunjukkan 1.697 laporan atau 99,41 persen menyatakan kondisi makanan sesuai standar.
Dari sisi cita rasa, sebanyak 1.688 laporan atau 98,89 persen menilai makanan memiliki rasa normal dan dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat.
Sony menegaskan aplikasi tersebut dikembangkan sebagai langkah sistematis untuk mencegah persoalan dalam pelaksanaan Program MBG.
“Aplikasi ini dikembangkan agar penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG. Dengan demikian Ka SPPG dan seluruh mitra semakin serius menjaga kualitas makanan yang didistribusikan,” ujar Sony Sonjaya dalam keterangannya seperti dikutip, Senin (25/5/2026).
Ia menambahkan keterlibatan guru dan kepala posyandu diharapkan dapat memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi masalah distribusi maupun kualitas makanan.
Melalui pengawasan berbasis partisipasi tersebut, BGN optimistis kualitas Program Makan Bergizi Gratis dapat terus terjaga sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap program pemenuhan gizi nasional. (RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar