Dari 20 Bebek, Peternak di Banyumas Kini Panen 140 Telur Sehari
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Kisah inspiratif usaha ternak bebek rumahan di Banyumas, dari 20 ekor berkembang jadi 200 ekor dan mampu menghasilkan 140 telur per hari dengan omzet ratusan ribu rupiah. (Foto: ReportaseNews/Kus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banyumas, ReportaseNews — Usaha ternak bebek rumahan yang dijalankan seorang ibu di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menunjukkan hasil yang signifikan. Berawal dari sekadar memenuhi keinginan anak, kini usaha tersebut mampu menghasilkan ratusan butir telur setiap hari dan menjadi sumber pendapatan keluarga.
Wiwit Nurlinda Rahmawati, warga Tambakan, Ajibarang Kulon, memulai usahanya secara sederhana tanpa target besar. Ia membeli 20 ekor anakan bebek sebagai peliharaan. Namun, seiring waktu, jumlah ternaknya terus bertambah hingga mencapai ratusan ekor.
“Awalnya anak saya ingin punya bebek, jadi saya beli 20 ekor. Lama-lama berkembang sampai sekarang jadi 200 ekor, dan sudah bisa menghasilkan 140 butir telur per hari,” ujar Wiwit, Minggu (19/4/2026).
Perkembangan usaha tersebut tidak terlepas dari rutinitas perawatan yang konsisten. Setiap hari, Wiwit melakukan berbagai aktivitas mulai dari membersihkan kandang, mengganti air minum, hingga menyiapkan pakan ternak.
Ia memanfaatkan beragam jenis pakan untuk menjaga produktivitas bebek, seperti maggot, sayuran hijau, serta pakan tambahan berupa fur. Pola pemberian pakan yang teratur dinilai menjadi salah satu faktor utama peningkatan hasil telur.
Dari sekitar 200 ekor bebek yang dimilikinya saat ini, Wiwit mampu memanen hingga 140 butir telur per hari. Dengan harga jual sekitar Rp2.000 per butir, ia bisa meraih pendapatan harian mencapai Rp280.000.
Pendapatan tersebut menjadi kontribusi penting dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Selain menjual telur segar, Wiwit juga mulai mengembangkan produknya dengan mengolah telur menjadi telur asin guna meningkatkan nilai jual.
Langkah diversifikasi ini menjadi strategi untuk memperluas pasar sekaligus menambah keuntungan. Ke depan, ia menargetkan jumlah ternaknya dapat bertambah hingga 500 ekor.
Wiwit berharap usaha yang dirintis dari skala kecil ini dapat terus berkembang dan memberikan kestabilan ekonomi bagi keluarganya.
Kisah ini menunjukkan bahwa usaha ternak bebek rumahan memiliki potensi besar jika dikelola dengan ketekunan dan perawatan yang tepat. Dari langkah sederhana, peluang ekonomi yang lebih luas dapat terbuka. (Kus)
- Penulis: Tama



Saat ini belum ada komentar