Breaking News
Trending Tags

Korupsi Dana Pilkada, Dua Pegawai KPU Sumba Timur Dituntut 8 Tahun Penjara 

  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kupang, ReportaseNews – Dua pegawai sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumba Timur, NTT, yakni Sacarias Lenggu alias Saca dan Sedelti Remi alias Delti dituntut masing-masing delapan tahun penjara dan denda Rp. 400 juta oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Tuntutan tersebut disampaikan jaksa pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumba Timur dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Kupang Senin (20/4).

Berdasarkan rilis tertulis dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, kedua pegawai KPU Sumba Timur yang telah menjadi terdakwa tersebut harus duduk di kursi pesakitan karena diduga melakukan korupsi dalam penggunaan anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati tahun angaran 2024 di KPU Sumba Timur.

“Bahwa pada hari Senin tanggal 20 April 2026 pukul 14.50 Wita, bertempat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kupang, Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sumba Timur telah melaksanakan Sidang dengan Agenda Pembacaan Tuntutan dari Penuntut Umum pada Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyimpangan dalam Penggunaan Anggaran Pemilihan Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati Tahun Angaran 2024 s.d selesai pada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumba Timur” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati NTT, Raka Putra Dharma melalui keterangan tertulis Senin (20/4).

Dia menjelaslan dalam kasus korupsi tersebut dua terdakwa yakni Sacarias Lenggu alias Saca dan Sedelti Remi alias Delti dituntut delapan tahun penjara dan wajib membayar denda masing-masing sebesar Rp. 400 juta.

“Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak di bayar maka diganti dengan pidana penjara selama 120 hari,” ujar Raka mengutip tuntutan JPU dalam persidangan.

Sidang tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim I Nyoman Agus Hermawan, dan dua hakim anggota masing-masin Raden Haris Prasetyo dan Agustina Lamabelawa. Dan selaku JPU dari Kejari Sumba Timur yang membacakan tuntutan adalah Bagus Aulia Yusril Imtihan.

Selain hukuman penjara dan denda, jaksa juga menuntut agar kedua terdakwa yakni Sacarias Lenggu dan Sedelti Remi masing-masing dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp.1.249.207.914.

Dengan ketentuan lanjut Raka, apabila dalam kurun waktu satu bulan setelah putusan pengadilan telah memperoleh kekuatan hukum tetap, kedua terdakwa tidak membayar uang pengganti maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Bila Terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut maka dipidana selama 3 (tiga) tahun dan 10 (sepuluh) bulan penjara atau apabila Terdakwa membayar uang pengganti yang jumlahnya kurang dari seluruh kewajiban membayar uang pengganti, maka jumlah uang pengganti yang dibayarkan tersebut akan diperhitungkan dengan lamanya pidana tambahan berupa pidana penjara sebagai pengganti kewajiban membayar uang pengganti,” jelas Raka.

Disampaikan Raka, adapun amar tuntutan jaksa terhadap kedua terdakwa yakni Sacarias Lenggu  dan Sedelti Remi  telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi anggaran pilkada Sumba Timur di Komisi Pemilihan Umum tahun amggaran 2024.

“Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam *Pasal 603 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP* sebagaimana termuat dalam Dakwaan Primair Penuntut Umum,” jelas Raka.

Raka bilang Khusus untuk terdakwa Sedelti Remi alias Delti yang telah melakukan pengembalian uang sebesar Rp. 30 juta yang merupakan bagian dari.lerugian negara diperhitungkan sebagai pengganti kerugian keuangan negara bagi terdakwa.

Pembacaan tuntutan terhadap kedua terdakwa dibacakan secara terpisah oleh jaksa saat persidangan yang turut dihadiri oleh penasehat hukum dari kedia terdakwa yakni Adrianus Gabriel sebagai penasehat hukum dari terdakwa Sacarias Lenggu alias Saca dan Hardiyanto sebagai penasehat hukum dari terdakwa Sedelti Remi alias Delti.

Setelah mendengar tuntutan jaksa, kedua terdakwa melalui penasehat hukumnya masing-masing menyatakan akan mengajukan pelidoi atau pembelaan.

Selanjutnya sidang akan dilaksanakan kembali pada Selasa (21/4)  dengan agenda pembelaan dari pemasehat hukum kedua terdakwa. (EB/RN-04)

  • Penulis: Didik

Reportase Pilihan

  • Kejagung Ralat Status Febrie Adriansyah, Dipastikan Tetap Jadi Tersangka Korupsi

    Kejagung Ralat Status Febrie Adriansyah, Dipastikan Tetap Jadi Tersangka Korupsi

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan status mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, tetap sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penegasan itu disampaikan setelah sebelumnya muncul pernyataan yang menyebut Febrie dan Don Ritto masih berstatus saksi dalam tiga Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang baru […]

  • Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran ganja seberat 976 gram di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Seorang pria berinisial H.N. diamankan polisi. (Istimewa)

    Ganja Hampir 1 Kg Gagal Beredar di Pulo Gadung

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja hampir satu kilogram di wilayah Pulo Gadung, Jakarta Timur. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial HN (35). Pengungkapan dilakukan oleh Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkotika di kawasan Pulo Gadung. Menindaklanjuti […]

  • Bentuk Kepengurusan Wilayah Jabodetabek, PAPELS Perluas Jaringan Tingkat Nasional 

    Bentuk Kepengurusan Wilayah Jabodetabek, PAPELS Perluas Jaringan Tingkat Nasional 

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Didik
    • 0Komentar

    Jakarta, Reportasenews -Persaudaraan Anak Pejuang Empat Lima Surabaya (PAPELS) resmi memperluas jangkauan organisasinya ke tingkat nasional dengan membentuk kepengurusan Koordinator Wilayah (Korwil) PAPELS Jabodetabek untuk periode 2026–2031. Langkah strategis ini menjadi fondasi awal bagi penguatan peran organisasi dalam melestarikan nilai-nilai kepahlawanan di tengah masyarakat urban. Pembentukan kepengurusan wilayah tersebut merupakan bagian dari komitmen PAPELS untuk […]

  • Polisi mengungkap pelajar pembawa bom rakitan di MAN 3 Padang merupakan korban bullying. Bom dirakit sendiri dari panduan internet dan kasus masih didalami. (Ist)

    Fakta Mengejutkan Bom Rakitan MAN 3 Padang, Pelaku Korban Bullying

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Padang, ReportaseNews – Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus pelajar yang membawa bom rakitan ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat. Remaja berinisial R (17) diduga nekat melakukan aksinya setelah mengalami tekanan psikologis akibat menjadi korban perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. ‎Peristiwa tersebut terjadi di MAN 3 Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan […]

  • Viral pemotor mengaku anggota TNI saat ditegur karena melintas di trotoar di Depok. Kodim 0508 memastikan pelaku bukan prajurit, melainkan karyawan swasta. (Foto: Instagram/Depokhariini)

    Viral! Sok-sokan Ngaku TNI Saat Ditegur Naik Trotoar, Pemotor Depok Ternyata Karyawan Swasta

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Depok, ReportaseNews — Video yang memperlihatkan seorang pengendara sepeda motor mengaku sebagai anggota TNI saat ditegur pejalan kaki karena melintas di atas trotoar di Jalan Pemuda, Kota Depok, Jawa Barat, viral di media sosial. Setelah dilakukan penelusuran, pihak TNI memastikan pria tersebut bukan anggota TNI. ‎Peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. […]

  • Bareskrim Polri mengungkap home industry skincare ilegal mengandung merkuri di Cirebon, Jawa Barat. Dua tersangka ditetapkan dan ribuan produk kosmetik disita. (Foto: ReportaseNews/HO-Dittipidnarkoba Bareskrim Polri)

    Bareskrim Polri Bongkar Skincare Merkuri Ilegal di Cirebon

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri membongkar praktik produksi skincare ilegal yang diduga mengandung bahan berbahaya merkuri di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan empat orang dan menyita ribuan produk kosmetik siap edar beserta bahan bakunya. ‎Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait peredaran kosmetik tanpa izin edar […]

expand_less