3 Kapal Polisi Dikerahkan Cari 118 Korban KM Virgo Transport 8
- calendar_month 28 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Polri memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan atau Search and Rescue (SAR) KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak dan dilaporkan tenggelam di perairan Tanjung Selatan, Kalimantan Selatan, sekitar Pulau Masalembu. Tiga Kapal Polisi dikerahkan untuk memperluas pencarian terhadap 118 penumpang dan awak kapal yang hingga kini belum ditemukan.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pencarian dan penyelamatan korban menjadi prioritas utama dalam operasi yang melibatkan berbagai unsur tersebut.
“Polri memberikan dukungan penuh dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8. Prioritas utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan, dan evakuasi seluruh penumpang maupun awak kapal yang masih dalam proses pencarian,” ujar Trunoyudo, Minggu (13/9/2026).
Berdasarkan data sementara hingga Minggu pukul 09.00 WIB, KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dan dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.05 WITA. Posisi terakhir kapal diperkirakan berada di sekitar Pulau Masalembu, sekitar 86 mil laut dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Kapal tersebut membawa 243 orang atau Person on Board (POB), terdiri atas sekitar 215 penumpang dan 30 awak kapal. Dari jumlah tersebut, 125 orang telah dievakuasi. Sebanyak 124 orang dinyatakan selamat, sementara satu orang meninggal dunia. Adapun 118 orang lainnya masih dalam pencarian.
“Data sementara mencatat 243 orang berada di kapal. Sebanyak 125 orang telah berhasil dievakuasi, terdiri dari 124 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara 118 orang lainnya masih dalam proses pencarian,” kata Trunoyudo.
Untuk memperluas area pencarian, Korpolairud Baharkam Polri memberangkatkan tiga Kapal Polisi terdekat menuju lokasi kejadian. KP Laksmana-7012 yang berada dalam posisi BKO Kalsel berjarak sekitar 80 mil laut dengan estimasi waktu tempuh tujuh jam.
Kemudian KP Ibis-6001 yang berada dalam posisi BKO Kalteng berjarak sekitar 103 mil laut dengan estimasi waktu tempuh sembilan jam. Sementara KP Manyar-5003 yang berada dalam posisi BKO Surabaya berjarak sekitar 200 mil laut dengan estimasi waktu tempuh sekitar 24 jam.
Ketiga kapal tersebut telah melakukan persiapan bekal ulang sebelum diberangkatkan untuk memperkuat pencarian dan evakuasi korban.
Kekuatan SAR juga diperkuat KN Laksamana milik Basarnas, KNP 382 milik KSOP, KM Hai Da, KM Niki Mila Utama, TB TCP, TB Mauha IX, KM Cahaya Bahati Jaya, helikopter Polda Kalteng, serta helikopter Basarnas Surabaya.
Basarnas mengerahkan 20 personel yang dipimpin Capt. Jahrudin. Sementara KSOP mengerahkan 10 personel menggunakan KNP 382 yang telah berangkat menuju lokasi sejak pukul 07.00 WITA.
“Kekuatan SAR terus diperkuat. Tidak hanya tiga Kapal Polisi, tetapi juga terdapat kapal-kapal dari unsur lainnya, dukungan dua unit helikopter, personel Basarnas, KSOP, TNI AL, Polairud, serta tim pendukung lainnya,” tutur Trunoyudo.
Operasi SAR di Kalimantan Selatan melibatkan Basarnas, TNI AL Lanal Banjarmasin, Polairud Polda Kalsel, KSOP Banjarmasin, SROP Navigasi, Pelindo, Kesehatan Pelabuhan, agen kapal, serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Posko Operasi SAR didirikan di Dermaga Trisakti Banjarmasin sebagai pusat koordinasi, pemantauan, dan pengumpulan informasi selama proses pencarian dan evakuasi berlangsung.
Karena KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya, Polda Jawa Timur juga menyiapkan dukungan. Ditpolairud Polda Jatim mengerahkan sembilan personel untuk mendukung operasi SAR dan berkoordinasi dengan Basarnas serta instansi terkait.
Polres Pelabuhan Tanjung Perak turut mendirikan Posko Pelayanan dan Pengaduan di Pelabuhan Penumpang Gapura Surya Nusantara Tanjung Perak. Posko tersebut melibatkan 10 personel Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dua personel Tim Kesehatan, enam personel Biddokkes dan DVI Polda Jatim, serta dua personel BPBD Jatim.
Posko tersebut menjadi salah satu titik pelayanan informasi bagi keluarga penumpang, sekaligus melakukan koordinasi dengan Polres Pelabuhan Banjarmasin dan BPBD Banjarmasin mengenai perkembangan penanganan korban.
Polri juga menyediakan layanan informasi dan pengaduan melalui Call Center 110 serta layanan Polres Pelabuhan Tanjung Perak di nomor 081918600000.
Selain memperkuat pencarian di laut, Polri menyiapkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mendukung proses identifikasi korban apabila diperlukan. Enam posko DVI didirikan di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
Di Jawa Timur, posko tersebut meliputi Posko DVI Antemortem Dokkes Polda Jatim di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Posko DVI Antemortem Polda Jatim di Pelabuhan Sumenep, serta Posko DVI Postmortem Polda Jatim di RS Bhayangkara Surabaya.
Sementara di Kalimantan Selatan, posko DVI terdiri atas Posko DVI Postmortem Polda Kalsel di RS Bhayangkara Banjarmasin, Posko DVI Postmortem di RSUD Ulin Banjarmasin, serta Posko DVI Antemortem Biddokkes Polda Kalsel di Pelabuhan Trisakti.
Trunoyudo menegaskan, kesiapan DVI, layanan kesehatan, posko pelayanan, dan jalur komunikasi menjadi bagian dari penanganan korban secara menyeluruh.
“Polri tidak hanya memperkuat pencarian dan evakuasi, tetapi juga menyiapkan seluruh dukungan yang diperlukan, termasuk DVI, kesehatan, posko pelayanan, dan jalur komunikasi bagi keluarga. Semua dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan secara profesional, akurat, dan manusiawi,” ujarnya.
Polri menyatakan akan terus mengikuti perkembangan operasi berdasarkan laporan dan hasil koordinasi dari lapangan. Seluruh unsur SAR diminta mengoptimalkan kemampuan masing-masing untuk mempercepat proses pencarian.
“Kami memahami bahwa keluarga korban saat ini membutuhkan kepastian dan informasi. Karena itu, Polri bersama seluruh unsur SAR akan terus bekerja dan berkoordinasi. Kami mengimbau masyarakat dan keluarga penumpang untuk tetap tenang serta memperoleh informasi melalui kanal resmi,” kata Trunoyudo.
Upaya pencarian terhadap 118 orang yang masih belum ditemukan akan terus dilakukan hingga seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar