Viral WO Kabur Bawa Uang Pengantin, Polisi Buka Posko Korban Penipuan
- calendar_month 34 menit yang lalu
- print Cetak

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo. (Foto: ReportaseNews/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Aparat kepolisian masih memburu pemilik penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO) yang diduga melakukan penipuan terhadap sejumlah pasangan calon pengantin. Kasus ini menjadi sorotan setelah kisah korban viral di media sosial.
Polres Metro Jakarta Timur kini membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa menjadi korban dugaan penipuan tersebut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya korban lain dengan kerugian serupa.
Salah satu korban, Aldi dan Feni, warga Tambun, Bekasi, Jawa Barat, harus menjalani resepsi pernikahan secara sederhana tanpa dekorasi maupun katering. Kondisi itu terjadi setelah pihak WO yang mereka gunakan diduga menghilang usai menerima pembayaran uang muka.
Akibat peristiwa tersebut, pasangan itu mengalami kerugian hingga Rp 83 juta.
Petugas dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur telah mendatangi kantor WO yang berada di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Namun, saat pengecekan dilakukan, kantor dalam keadaan tutup dan pemilik usaha tidak ditemukan.
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, mengatakan laporan resmi dari korban telah diterima polisi.
“Dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur kemarin sudah menerima laporan dari korban yang sempat ramai unggahannya. Pasangan ini merasa ditipu karena yang dijanjikan oleh WO tadi tidak terlaksana. Yang bersangkutan mengalami kerugian Rp 83 juta,” ujar Andaru, Selasa (26/5/2026).
Menurut dia, selain Aldi dan Feni, terdapat sejumlah calon pengantin lain yang juga mulai melapor ke polisi karena khawatir mengalami nasib serupa.
“Untuk waktu yang akan datang, ada juga yang datang melapor karena berdasarkan temuan memang kantor WO yang dimaksud saat ini sudah tutup dan para pelaku sudah tidak ada di kediamannya,” katanya.
Polisi saat ini masih menghimpun keterangan dan bukti tambahan dari para korban guna memperkuat proses penyelidikan.
Andaru mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan segera mendatangi posko pengaduan yang dibuka Polres Metro Jakarta Timur.
“Polres Metro Jakarta Timur membuka posko pengaduan, silakan bagi para korban untuk melapor dan akan dilayani dengan maksimal. Sementara ini tim masih bekerja untuk mencari keberadaan dari pelaku,” ucapnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga memasarkan jasa WO dan katering melalui media sosial dengan menawarkan paket pernikahan berharga murah. Tawaran tersebut membuat korban tertarik dan tidak menaruh kecurigaan.
“Pelaku ini mem-posting kegiatannya, mengiklankan di sebuah akun media sosial dengan nama catering. Korban tentunya yang ingin melaksanakan pernikahan melihat ada penawaran catering, kemudian korban tertarik,” kata Andaru.
Kasus dugaan penipuan wedding organizer ini kini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur. Polisi juga terus melacak keberadaan pemilik WO yang diduga melarikan diri sehari sebelum acara resepsi digelar. (RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar