Puncak Arus Balik Idul Adha, 41 Ribu Penumpang KA Tiba di Jakarta
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

KAI Daop 1 Jakarta menyediakan 226.225 tiket selama libur Paskah 2-6 April 2026. Lebih dari 126 ribu tiket telah terjual, dengan tambahan 17 perjalanan kereta api. (Foto: RN/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang yang tiba di Jakarta pada Senin (1/6/2026), bertepatan dengan puncak arus balik libur panjang Idul Adha 1447 Hijriah.
Sebanyak 41.534 pelanggan kereta api tercatat tiba di sejumlah stasiun wilayah Daop 1 Jakarta. Angka tersebut melampaui jumlah penumpang yang berangkat pada hari yang sama, yakni sebanyak 32.745 orang.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan tingginya angka kedatangan menunjukkan mayoritas masyarakat mulai kembali ke Jakarta setelah memanfaatkan momentum libur panjang untuk bepergian ke berbagai daerah.
“Puncak arus balik terjadi pada hari ini dengan jumlah kedatangan mencapai 41.534 pelanggan. Sementara jumlah keberangkatan tercatat sebanyak 32.745 pelanggan,” kata Franoto dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).
Stasiun Gambir menjadi titik kedatangan tersibuk dengan total 15.028 penumpang. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Pasar Senen yang menerima 14.066 penumpang.
Sementara itu, Stasiun Bekasi mencatat kedatangan 4.946 penumpang, disusul Stasiun Jatinegara sebanyak 4.675 penumpang. Adapun Stasiun Cikarang menerima 1.404 penumpang, Stasiun Cikampek 803 penumpang, dan Stasiun Karawang 612 penumpang.
Selama masa angkutan libur panjang pada 25 Mei hingga 2 Juni 2026, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 77 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) setiap hari. Jumlah tersebut terdiri dari 68 perjalanan reguler, delapan perjalanan tambahan dari Stasiun Gambir, serta satu perjalanan tambahan dari Stasiun Pasar Senen.
Dari total kapasitas 363.631 kursi yang disediakan selama periode tersebut, sebanyak 286.543 tiket telah terjual. Dengan demikian, tingkat okupansi kereta api jarak jauh mencapai 79 persen.
Berdasarkan data penjualan tiket, kelas eksekutif menjadi salah satu pilihan utama masyarakat dengan penjualan mencapai 119.223 tiket dari kapasitas 178.524 kursi.
Sementara kelas ekonomi komersial mencatat penjualan 132.582 tiket dari total 152.422 kursi yang tersedia. Adapun kelas ekonomi bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) mencatat penjualan 34.738 tiket dari kapasitas 32.685 kursi.
Franoto mengungkapkan sejumlah kota masih menjadi destinasi favorit pelanggan selama periode libur panjang. Kota-kota tersebut antara lain Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Purwokerto, Bandung, dan Jember.
“Kota-kota tujuan tersebut secara konsisten menjadi destinasi favorit pelanggan pada masa libur panjang. Kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan bebas kemacetan,” ujar Franoto.
Selain layanan kereta api jarak jauh, okupansi tinggi juga terlihat pada kereta lokal. KA Pangrango relasi Bogor–Sukabumi pulang-pergi menyediakan 33.120 kursi dengan jumlah pemesanan mencapai 33.125 tiket.
Sedangkan KA Siliwangi relasi Cipatat–Sukabumi pulang-pergi menyediakan 17.172 kursi dan telah dipesan sebanyak 12.369 tiket.
KAI Daop 1 Jakarta memastikan operasional perjalanan selama arus balik berlangsung aman dan terkendali. Perusahaan juga menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam pelayanan angkutan penumpang.
“Pemeriksaan sarana dan prasarana dilakukan secara intensif, didukung kesiapan petugas operasional di lapangan untuk memastikan perjalanan kereta api tetap andal dan selamat,” tutur Franoto. (RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar