Jasa Raharja Kepri Edukasi Mahasiswa UNIBA soal Keselamatan dan Pajak Kendaraan
- calendar_month 11 menit yang lalu
- print Cetak

Jasa Raharja Kepri mengedukasi mahasiswa UNIBA tentang keselamatan transportasi, penutupan U-Turn, dan pentingnya kepatuhan pajak kendaraan bermotor di Batam. (Foto: ReportaseNews/Agus)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Batam, ReportaseNews – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Kepulauan Riau memperkuat literasi keselamatan transportasi dan kepatuhan pajak kendaraan bermotor melalui kegiatan kunjungan akademik mahasiswa Universitas Batam (UNIBA), Jumat (19/6/2026).
Sebanyak lebih dari 60 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Hukum UNIBA mengikuti kegiatan kuliah lapangan yang digelar di Kantor Wilayah Jasa Raharja Kepulauan Riau. Para peserta berasal dari Program Studi S-1 Manajemen dan S-1 Akuntansi Semester IV dan didampingi dosen pengampu, Dr. Agus Siswanto Siagian, S.H., M.H., C.Med.
Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman langsung mengenai tugas dan fungsi Jasa Raharja, perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas, hingga pentingnya peran masyarakat dalam mendukung keselamatan transportasi dan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor.
Salah satu topik yang menjadi sorotan dalam agenda itu adalah diskusi bertema “Pro dan Kontra Penutupan U-Turn: Antara Kelancaran Lalu Lintas dan Hak Akses Masyarakat.”
Dalam forum tersebut, mahasiswa diajak menelaah berbagai aspek kebijakan rekayasa lalu lintas, termasuk dampak penutupan U-Turn terhadap keselamatan pengguna jalan, kelancaran arus kendaraan, serta akses masyarakat dan pelaku usaha.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kepulauan Riau, Rikka Inri Dalosa, menyebut keterlibatan generasi muda sangat penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme lebih dari 60 mahasiswa yang hadir dalam kegiatan ini. Keselamatan lalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi juga seluruh pengguna jalan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa setiap kebijakan keselamatan, termasuk penataan U-Turn, bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menciptakan lalu lintas yang lebih aman,” ujar Rikka, Jumat (19/6/2026).
Selain membahas keselamatan jalan, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai mekanisme santunan korban kecelakaan lalu lintas, program keselamatan transportasi, serta dukungan Jasa Raharja terhadap optimalisasi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Mahasiswa turut diperkenalkan dengan Program SIGAP (Samsat Initiative for Growth Achievement Program), yang bertujuan mendorong peningkatan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor.
Untuk mengukur efektivitas pembelajaran, penyelenggara memberikan pre-test sebelum materi disampaikan dan post-test setelah sesi diskusi selesai. Metode ini digunakan untuk melihat peningkatan pemahaman peserta terkait keselamatan transportasi dan peran Jasa Raharja.
Dosen Pengampu Universitas Batam, Dr. Agus Siswanto Siagian, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa di lapangan.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa karena mereka dapat memahami secara langsung implementasi teori yang selama ini dipelajari di ruang kuliah. Kami berharap mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman akademis yang kuat, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas dan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor,” ungkapnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan kritis dari peserta. Topik yang dibahas meliputi efektivitas penutupan U-Turn dalam menekan angka kecelakaan, dampaknya terhadap aktivitas masyarakat dan dunia usaha, sinergi antar-instansi dalam mewujudkan keselamatan jalan, hingga strategi meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja Kepulauan Riau berharap kolaborasi dengan dunia pendidikan dapat terus diperkuat. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap keselamatan transportasi, perlindungan korban kecelakaan lalu lintas, serta kepatuhan pajak kendaraan sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan di Kepulauan Riau.
(Ags)
- Penulis: Agus
- Editor: Tama




Saat ini belum ada komentar