Ledakan Pipa Gas di Grand Polonia Medan, Empat Orang Terjebak Reruntuhan
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

Ledakan dahsyat yang diduga akibat kebocoran pipa gas bawah tanah meluluhlantakkan rumah bertingkat di Kompleks Grand Polonia, Jalan Perhubungan, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2027) sore. (FOTO: ANTARA)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Medan, ReportaseNews – Ledakan dahsyat yang diduga berasal dari kebocoran pipa gas bawah tanah meluluhlantakkan sebuah rumah bertingkat di Kompleks Grand Polonia Nomor 3-B, Jalan Perhubungan, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2027) sore. Empat orang masih berjuang untuk dievakuasi dari balik timbunan puing beton bangunan.
Peristiwa yang memecah keheningan kompleks permukiman tersebut pada pukul 15.30 WIB seolah menjadi pengingat ancaman tak kasat mata yang bisa bersembunyi di bawah tanah.
Rumah milik warga bernama Kris Hasan hancur tak bersisa akibat tekanan ledakan yang luar biasa. Material bangunan yang terpental merusak kaca serta kanopi dari enam hingga tujuh rumah di sekitarnya hingga radius lima puluh meter. Dampak kerusakan juga terlihat dari sebuah balkon yang roboh dan menghimpit tiga unit mobil yang tengah terparkir di depan bangunan.
Aparat kepolisian bersama tim Penjinak Bahan Peledak (Gegana) langsung mengisolasi lokasi kejadian dan memberlakukan pengalihan arus lalu lintas di depan jalan kompleks. Demi alasan keselamatan serta sterilisasi area dari potensi konsentrasi gas susulan yang mematikan, awak jurnalis pada awalnya dilarang mendekat ke titik episentrum ledakan.
Memasuki pukul 18.00 WIB, suasana evakuasi semakin berpacu dengan waktu tatkala dua unit alat berat mulai didatangkan untuk membongkar material bangunan yang menggunung.
Camat Medan Polonia Noor Alfi Pane mengungkapkan skala kerusakan akibat insiden tersebut. Dia menjelaskan, selain meratakan satu bangunan utama, daya kejut ledakan tersebut merambat ke hunian di sekelilingnya.
“Kalau ledakannya satu rumah. Untuk kiri, kanan, dan belakang yang terdampak diperkirakan sekitar lima rumah. Penyebab ledakan diduga gas. Saat ini masih didalami oleh Pak Kapolrestabes. Belum tahu pasti, diduga terkait gas di kompleks,” kata Noor Alfi.
Lebih jauh, prioritas utama tim gabungan di lapangan saat ini adalah penyelamatan nyawa korban. Berdasarkan pendataan awal, terdapat enam orang di dalam rumah nahas tersebut saat struktur bangunan ambruk seketika.
Hingga petang, tim penyelamat baru berhasil mengevakuasi dua orang dari dalam rumah, yakni seorang pria dewasa dan seorang balita, yang langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Insiden ini juga melukai seorang kurir ojek daring yang kebetulan berada di sekitar lokasi.
Di tengah kepanikan, upaya pencarian difokuskan pada empat penghuni lainnya yang diyakini masih terperangkap hidup-hidup di dasar reruntuhan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak. (FOTO: ANTARA)
Di garis depan evakuasi, Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak memimpin proses investigasi awal. Fokus penyelidikan mengarah pada kelayakan infrastruktur pipa gas tanam yang berada di bawah bangunan.
Dengan menggunakan alat pendeteksi gas khusus, tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Pemadam Kebakaran menyisir setiap celah reruntuhan untuk mencari tanda-tanda kehidupan, sekaligus mengamankan barang bukti.
“Kami sudah masuk ke lokasi dengan menggunakan alat pendeteksi gas. Namun demikian, ini masih dugaan. Ada beberapa rumah yang terdampak akibat pecahan serpihan kaca. Mari kita berdoa bersama semoga proses evakuasi yang sedang dilaksanakan dapat membuahkan hasil. Kami mohon doanya,” ujar Jean Calvijn.
Tragedi di Grand Polonia ini bukan sekadar insiden kecelakaan biasa, melainkan peringatan serius mengenai pentingnya audit keselamatan infrastruktur bawah tanah yang terintegrasi di kawasan perumahan.
Sembari menanti hasil penyelidikan pasti dari Pusat Laboratorium Forensik, tim gabungan terus berjibaku melawan gelapnya malam dan tebalnya beton untuk menyelamatkan empat nyawa yang masih terkurung dalam reruntuhan tersebut. (RN-03)
- Penulis: RN-03




Saat ini belum ada komentar