Bocah 7 Tahun di Tapsel yang Ditemukan Tewas di Sumur Ternyata Korban Kekerasan Seksual
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Pria berinisial MH ini ditangkap polisi terkait kasus kekerasan seksual dan pembunuhan anak perempuan berusia 7 tahun di Desa Huta Holbung, Kecamatan Angkola Muara Tais, Tapsel. (FOTO: ISTIMEWA)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tapsel, ReportaseNews – Tim Jatanras Satreskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) menangkap pria berinisial MH atas dugaan kasus kekerasan seksual dan pembunuhan terhadap seorang anak perempuan berusia 7 tahun yang jasadnya ditemukan di dalam sumur warga di Desa Huta Holbung, Kecamatan Angkola Muara Tais, Tapsel.
Penangkapan MH yang merupakan tetangga korban tersebut dilakukan oleh Tim Jatanras bersama Unit I Pidum pimpinan Ipda Bambang Rahmadi pada Senin (3/8/2026) pukul 14.00 WIB, setelah polisi menggelar serangkaian penyelidikan, olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti, serta pemeriksaan sejumlah saksi.
Kasat Reskrim Polres Tapsel Iptu BD Sitorus, mewakili Kapolres AKBP Anton Santoso, mengonfirmasi keberhasilan jajarannya dalam membekuk terduga pelaku.
“Bersabar ya, Bang. Betul, pelaku sudah berhasil kita tangkap. Namun, untuk keterangan lebih jelas dan lengkap, nanti akan kami kabari,” ujar Iptu BD Sitorus, Kamis (6/8/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga sempat dibawa oleh pelaku menuju sebuah pondok di sekitar kawasan desa sebelum dilaporkan hilang. Di lokasi tersebut, pelaku diduga melakukan kekerasan seksual terhadap korban, lalu menganiayanya hingga tewas untuk menutupi perbuatannya.
Usai korban meninggal dunia, pelaku memindahkan jasad korban dan memasukkannya ke dalam sumur berair dengan kedalaman sekitar dua meter milik warga berinisial MRY. Jasad murid kelas satu sekolah dasar tersebut pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pada Minggu (2/8/2026) siang selepas waktu salat Zuhur.
Aksi keji itu sempat tertutup oleh alibi pelaku yang berpura-pura tidak tahu dan ikut masuk ke dalam sumur untuk membantu warga mengevakuasi tubuh korban guna mengelabui masyarakat. Namun, kejanggalan kronologi serta kecocokan keterangan saksi mengenai pergerakan MH sebelum dan setelah kejadian mengarahkan kecurigaan kuat polisi kepada dirinya.
Dalam proses pengembangan untuk mencari barang bukti tambahan, MH sempat melawan petugas sehingga polisi melumpuhkan kaki kanan pelaku. Setelah mendapatkan penanganan medis, MH kini mendekam di Mapolres Tapsel untuk menjalani proses hukum selanjutnya.
Sebelumnya, jasad korban telah dievakuasi ke RSUD Pintu Padang untuk visum et repertum dan dilanjutkan proses autopsi di RSUD Tapanuli Selatan di Sipirok, di mana hasil pemeriksaan medis membenarkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah korban kini telah disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.
Kepala Desa Huta Holbung Anton Putra Bungsu menceritakan momen penemuan jasad korban yang sempat menggemparkan warga desa setempat.
“Saya bilang pastikan dulu, udah meninggal atau belum. Rupanya sudah meninggal dunia,” ujar Anton saat mendampingi petugas menunjukkan tempat kejadian perkara.
Sementara ayah korban berinisial RN mengatakan putrinya sempat tidak tidur di rumah pada malam sebelum kejadian, melainkan menginap di rumah yang berdekatan dengan lokasi penemuan jasad. “Dia di sana tidurnya. Saat ini kami sudah serahkan semuanya ke polisi,” kata RN. (Lily)
- Penulis: RN-03




Saat ini belum ada komentar