Tol Betung–Tempino–Jambi Segera Bertarif, Ini Kesiapannya
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

Tol Betung–Tempino–Jambi segera bertarif. Hutama Karya memastikan gerbang tol, armada layanan, CCTV, dan fasilitas operasional siap digunakan. (Foto: ReportaseNews/Don)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jambi, ReportaseNews — Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi Seksi Bayung Lencir–Simpang Ness segera memasuki tahap pengoperasian berbayar. PT Hutama Karya (Persero) memastikan berbagai fasilitas dan layanan telah dipersiapkan sebelum tarif resmi diberlakukan.
Sebelumnya, ruas tol tersebut dioperasikan tanpa tarif agar masyarakat dapat mengenal sekaligus merasakan manfaat konektivitas yang diberikan.
Pengoperasian tanpa tarif dilakukan secara bertahap. Segmen Bayung Lencir–Tempino mulai beroperasi pada 17 Oktober 2024, sedangkan Segmen Tempino–Simpang Ness mulai digunakan pada 14 September 2025.
Selama masa pengoperasian tanpa tarif, Hutama Karya melakukan evaluasi terhadap pelayanan dan fasilitas operasional untuk memastikan kesiapan sebelum memasuki tahap berbayar.
Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengatakan seluruh aspek pelayanan terus diperkuat untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada pengguna jalan.
“Pengoperasian tanpa tarif memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan merasakan langsung manfaat jalan tol ini. Dalam waktu dekat, ruas ini akan memasuki tahap pengoperasian bertarif. Kami memastikan seluruh aspek pelayanan terus kami optimalkan agar pengguna jalan memperoleh perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar,” ujar Iwan, Jumat (21/8/2026).
Tiga gerbang tol telah disiapkan untuk menunjang kelancaran transaksi, yakni Gerbang Tol Pijoan, Gerbang Tol Muaro Sebapo, dan Gerbang Tol Bayung Lencir.
Setiap gerbang dilengkapi gardu masuk, gardu keluar, gardu reversible, serta mobile reader. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga kelancaran transaksi kendaraan.
Dari sisi pelayanan, Hutama Karya menyiagakan 22 kendaraan operasional.
Armada tersebut terdiri atas lima kendaraan patroli, satu kendaraan rescue, dua ambulans, enam kendaraan derek, tiga kendaraan keamanan dan ketertiban, tiga kendaraan Patroli Jalan Raya atau PJR, satu kendaraan skylift, dan satu kendaraan water tank.
Pemantauan kondisi lalu lintas juga didukung 104 kamera CCTV yang ditempatkan di sepanjang ruas tol.
Selain itu, terdapat enam Variable Message Sign atau VMS yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi lalu lintas maupun situasi perjalanan kepada pengguna jalan.
Kehadiran jalan tol ini juga memangkas waktu tempuh perjalanan secara signifikan.
Sebelum tersedia jalan tol, perjalanan pada koridor tersebut dapat mencapai sekitar dua jam. Kini, waktu perjalanan dapat ditempuh sekitar 40 menit.
Efisiensi waktu tersebut diharapkan semakin memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang antara Sumatra Selatan dan Jambi.
Hutama Karya juga menilai konektivitas yang semakin baik dapat mendukung aktivitas perekonomian di wilayah yang terhubung dengan ruas tol tersebut.
Menjelang pemberlakuan tarif, pengguna jalan diimbau memastikan kartu uang elektronik dalam kondisi baik dan memiliki saldo yang mencukupi.
Pengendara juga diminta mematuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta tidak memaksakan diri berkendara ketika kondisi tubuh lelah.
Hutama Karya menyatakan besaran tarif dan waktu pasti pemberlakuan tarif akan diumumkan melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.
Masyarakat dapat memperoleh informasi dan bantuan perjalanan melalui Call Center Jalan Tol Hutama Karya 150700, media sosial @HutamaKaryaTollRoad, atau aplikasi Mozy.
(Don)
- Penulis: Don
- Editor: Tama




Saat ini belum ada komentar