Breaking News
Trending Tags

Kasus Dugaan Pungli CPNS FIKK UNM Masih Bergulir, Nama Dekan dan Oknum Berinisial A Disebut

  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Makassar, ReportaseNews – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) terhadap Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menjadi perhatian.

Persoalan tersebut pertama kali mencuat pada 2024 setelah beredarnya rekaman percakapan melalui WhatsApp yang diduga membahas permintaan sejumlah uang kepada CPNS. Ketika isu itu mencuat, Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan menyatakan tengah mengumpulkan alat bukti untuk menindaklanjuti laporan.

Dalam rangkaian informasi yang berkembang, turut muncul inisial A yang disebut-sebut diduga berperan dalam mengumpulkan atau menerima uang dari CPNS.

Namun, dugaan tersebut hingga kini tidak dapat dianggap sebagai kesimpulan hukum. Pembuktian mengenai peran masing-masing pihak tetap bergantung pada hasil penyelidikan maupun penyidikan aparat penegak hukum.

Berawal dari Rekaman Percakapan

Kasus ini menjadi perhatian setelah rekaman percakapan yang beredar pada 2024 memuat pembahasan mengenai pelatihan, pertemuan dengan dekan, serta dugaan pembayaran sejumlah uang.

Dalam informasi yang beredar, nominal yang disebut mencapai Rp55 juta dan dikaitkan dengan proses administrasi CPNS.

Seorang dosen muda yang baru dinyatakan lulus CPNS juga disebut mengaku tidak mengetahui adanya agenda pertemuan dengan dekan. Informasi tersebut kemudian memunculkan keresahan di lingkungan akademik.

Dugaan permintaan uang itu juga sempat disoroti seorang profesor dari fakultas lain di UNM. Ia menyebut adanya dugaan permintaan sejumlah uang dalam proses penandatanganan berkas CPNS.

Dalam rangkaian informasi tersebut, nama A turut muncul sebagai pihak yang disebut-sebut berkaitan dengan pengumpulan uang.

Meski demikian, seluruh informasi tersebut masih merupakan bagian dari dugaan yang membutuhkan pembuktian secara hukum.

Polda Sulsel Pernah Benarkan Penyelidikan

Saat persoalan ini mencuat pada April 2024, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel ketika itu, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Rauf, membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan dan melakukan langkah penyelidikan.

“Ada laporan, Subdit Tipikor Krimsus sedang mengumpulkan alat bukti berkaitan laporan tersebut,” ujar Helmi saat itu.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa laporan mengenai dugaan pungli CPNS FIK UNM memang telah ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

Namun, informasi mengenai hasil pengumpulan alat bukti, perkembangan status perkara, maupun kemungkinan peningkatan perkara ke tahap penyidikan belum diketahui secara jelas dalam informasi yang menjadi dasar pemberitaan ini.

Nama Dekan FIKK UNM Ikut Disebut

Dalam perkembangan kasus, nama Dekan FIKK UNM, Prof Hasmyati, juga muncul dalam pemberitaan terkait dugaan tersebut.

Prof Hasmyati disebut pernah menjalani pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Sulsel. Selain itu, mantan Rektor UNM Prof Husain Syam juga dikabarkan sempat dimintai keterangan pada pertengahan 2024.

Kendati demikian, pemeriksaan seseorang dalam sebuah perkara tidak otomatis menunjukkan bahwa orang tersebut telah terbukti melakukan tindak pidana.

Begitu pula dengan munculnya inisial A. Dugaan mengenai keterlibatan pihak tertentu masih harus dibuktikan berdasarkan alat bukti dan proses hukum yang berlaku.

Dugaan Rp55 Juta Disoroti Pemerhati Antikorupsi

Dugaan permintaan uang sebesar Rp55 juta kepada CPNS turut mendapat perhatian dari pemerhati antikorupsi.

Direktur Pusat Kajian dan Advokasi Anti Korupsi (PUKAT) Sulsel, Farid Mamma, ketika itu mengecam dugaan praktik tersebut karena dinilai berpotensi mencoreng integritas lingkungan pendidikan.

Menurut Farid, apabila dugaan tersebut terbukti, persoalannya tidak hanya berkaitan dengan pihak yang merasa dirugikan, tetapi juga menyangkut kredibilitas institusi pendidikan.

“Proses hukum yang adil dan transparan harus dilakukan agar memberikan efek jera dan mencegah terulangnya praktik serupa di masa depan,” tegas Farid.

Dekan FIKK UNM Pernah Membantah

Di sisi lain, Prof Hasmyati sebelumnya telah membantah adanya praktik pungli terhadap CPNS di lingkungan FIKK UNM.

Ketika isu tersebut mencuat pada 2024, ia menilai persoalan tersebut sengaja digoreng untuk mengganggu dinamika pemilihan rektor UNM.

Ia juga mengajak civitas akademika menyikapi persoalan tersebut secara dewasa dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum memiliki kepastian hukum.

Bantahan tersebut menjadi bagian penting dalam melihat perkara secara berimbang, terutama karena hingga kini belum terdapat kesimpulan hukum yang menyatakan pihak tertentu terbukti melakukan tindak pidana.

Publik Menunggu Kejelasan Status Perkara

Kasus dugaan pungli CPNS FIKK UNM telah menjadi perhatian sejak 2024 dan pada saat itu Polda Sulsel menyatakan sedang mengumpulkan alat bukti.

Seiring berjalannya waktu, nama Dekan FIKK UNM dan inisial AAM kembali muncul dalam rangkaian informasi mengenai perkara tersebut. Meski demikian, dugaan terhadap pihak-pihak yang disebut masih membutuhkan pembuktian melalui proses hukum.

Belum adanya informasi terbaru yang diketahui publik mengenai hasil penanganan laporan tersebut membuat perkembangan kasus kembali dipertanyakan.

Kejelasan mengenai status laporan, hasil penyelidikan, serta langkah hukum selanjutnya menjadi penting agar tidak terjadi spekulasi dan seluruh pihak memperoleh kepastian hukum.

Pada akhirnya, setiap dugaan pelanggaran harus diselesaikan berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

  • Penulis: Ferdy Ferdy

Reportase Pilihan

  • Bupati Madina Kawal Hak Plasma 1.520 Hektare Warga Lima Desa di MBG

    Bupati Madina Kawal Hak Plasma 1.520 Hektare Warga Lima Desa di MBG

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Madina, ReportaseNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengawal pemenuhan hak masyarakat terkait kewajiban alokasi lahan plasma seluas 1.520 hektare oleh PT Sukses Putra Mandiri Berkah (SPMB) untuk lima desa di Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG). Saipullah ingin memastikan kehadiran investor di Kecamatan MBG benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi warga lokal, bukan justru […]

  • Direktur Reserse PPA PPO Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Rita Wulandari Wibowo. (Foto: ReportaseNews/Tama)

    Kasus TPPO Cibitung Terungkap, Anak-anak Diduga Dipaksa Jadi LC Tamu Karaoke

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA PPO) Polda Metro Jaya mengungkap dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang beroperasi dengan kedok kafe karaoke di kawasan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menetapkan 12 orang sebagai tersangka dan menyelamatkan sejumlah anak yang diduga menjadi korban […]

  • Denny Siregar dan Rudi Soedjarwo Ungkap Tantangan Besar di Balik Film Tanah Runtuh

    Denny Siregar dan Rudi Soedjarwo Ungkap Tantangan Besar di Balik Film Tanah Runtuh

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Ferdy Ferdy
    • 0Komentar

    Jakarta, ReportaseNews – Film Tanah Runtuh hadir sebagai salah satu karya sinema Indonesia yang mengangkat tema kemanusiaan, toleransi, dan keluarga di tengah konflik sosial. Produser Denny Siregar dan sutradara Rudi Soedjarwo mengakui proses penggarapan film tersebut tidak mudah, terutama karena harus menyajikan peristiwa berlatar sejarah tanpa memicu kebencian di tengah masyarakat. Menurut Denny, tantangan terbesar […]

  • Perempuan Asal Aceh dan Bayinya Diduga Dibunuh di Malaysia

    Perempuan Asal Aceh dan Bayinya Diduga Dibunuh di Malaysia

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle RN-03
    • 0Komentar

    Banda Aceh, ReportaseNews – Seorang perempuan asal Aceh Tamiang, Putri Hensy Aprilda (22), bersama bayinya yang baru berusia beberapa hari diduga menjadi korban pembunuhan di wilayah Sepang, Selangor, Malaysia, Rabu (3/6/2026). Saat ini, jenazah ibu dan anak itu masih berada di rumah sakit setempat. Sementara pihak terkait sedang mengupayakan proses pemulangan ke kampung halaman. Kabar […]

  • Sebuah truk bermuatan logistik terguling di Buayan, Kebumen, Minggu 19/4/2026. Warga Gondosuli justru sigap menolong korban dan mengamankan barang agar tak dijarah. Aksi gotong royong ini viral di media sosial. (Foto: Tangkapan Layar)

    Salut! Warga Kebumen Evakuasi Logistik Truk Kecelakaan Tanpa Dijarah

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Kebumen, ReportaseNews – Kejadian luar biasa dan patut diapresiasi terjadi di Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Alih-alih menjarah, warga justru bahu-membahu menyelamatkan logistik dari truk yang terguling, Minggu (19/4/2026). ‎Insiden kecelakaan tunggal itu menimpa sebuah truk bermuatan besar di kawasan Gondosuli, Buayan. Truk terbalik hingga muatannya tercecer ke jalan. Situasi tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan […]

  • Sebanyak 210 WNA diduga terlibat scam investasi online di Batam diamankan petugas Imigrasi. Polisi menyita ratusan komputer, ponsel, dan paspor. (Foto: ReportaseNews/Aji)

    210 WNA Pelaku Scam Investasi Online Digerebek di Batam

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Aji
    • 0Komentar

    Batam, ReportaseNews – Sebanyak 210 warga negara asing (WNA) diamankan dalam pengungkapan kasus dugaan penipuan investasi daring atau online scam trading di Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (8/5/2026). ‎Pengungkapan dilakukan dalam operasi gabungan pengawasan orang asing yang digelar Direktorat Jenderal Imigrasi bersama sejumlah instansi terkait di kawasan apartemen Lubuk Baja, Batam. ‎Konferensi pers kasus tersebut […]

expand_less