Macklemore Dikeluarkan Gegara Serukan Palestina, Finneas hingga Lukas Graham Mundur dari Tur Ed Sheeran
- calendar_month 50 menit yang lalu
- print Cetak

Sejumlah musisi, termasuk Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga, mundur dari tur Ed Sheeran setelah Macklemore dikeluarkan dari jajaran penampil karena pernyataannya soal Palestina. (Instagram/Macklemore)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Polemik tur konser Ed Sheeran di Amerika Serikat melebar setelah sejumlah musisi memutuskan mundur dari rangkaian The Loop Tour. Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan grup musik Beoga menyatakan keluar setelah rapper Macklemore dikeluarkan dari jajaran penampil.
Keempat musisi tersebut menyatakan keputusan mundur sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore, yang sebelumnya menyampaikan dukungan kepada Palestina dalam penampilannya. Keputusan mereka diumumkan setelah Ed Sheeran memberikan penjelasan mengenai keluarnya Macklemore dari tur tersebut.
Finneas menyampaikan sikapnya melalui unggahan di Instagram pada Rabu (16/9/2026). Ia menilai musisi seharusnya tetap memiliki ruang untuk menyampaikan sikap mengenai penderitaan masyarakat sipil.
“Seniman tidak boleh dibungkam saat mereka bersuara membela kaum tertindas. Saya mendukung Palestina dan rakyatnya,” tulis Finneas di akun Instagram-nya.
Aaron Rowe juga mengumumkan pengunduran dirinya. Ia mengatakan keputusan tersebut tidak mudah karena memiliki hubungan baik dengan Ed Sheeran. Namun, ia menyebut latar belakang sejarah Irlandia membuatnya memiliki pandangan tersendiri mengenai isu genosida, kelaparan paksa, dan pendudukan.
“Namun sebagai orang Irlandia, kami sangat paham mengenai genosida, kelaparan paksa, dan pendudukan yang penuh kekerasan,” tulis Rowe.
Rowe juga menyatakan tidak ingin diam ketika terdapat pihak yang menurutnya menggunakan kekuasaan untuk membatasi suara yang menentang tindakan Israel terhadap warga Palestina.
“Saya tidak bisa tinggal diam dan membiarkan para miliarder menggunakan kekuasaan mereka untuk membungkam suara-suara yang sah dari mereka yang menentang genosida oleh Israel dan menyoroti pembunuhan keji terhadap anak-anak,” tulisnya.
Ia kemudian menutup pernyataannya dengan seruan “FREE PALESTINE.”
Sikap serupa disampaikan Lukas Graham. Band asal Denmark tersebut mengatakan pembicaraan mengenai perang, korban sipil, dan anak-anak seharusnya tetap dapat dilakukan.
“Kita seharusnya bisa bersuara tentang perang, tentang warga sipil yang tewas, dan tentang anak-anak yang berhak untuk tumbuh dewasa,” tulis Lukas Graham.
Band tersebut juga menyinggung persoalan pengaruh kekuatan finansial dalam menentukan ruang bagi seseorang untuk menyampaikan pendapat.
“Uang tidak memberi Anda hak untuk menguasai percakapan. Saldo rekening seseorang tidak seharusnya menentukan siapa yang boleh bicara atau penderitaan mana yang boleh kita akui,” tulis mereka.
Sementara itu, grup musik Irlandia Beoga turut mengumumkan pengunduran diri dari sisa rangkaian tur Amerika Utara. Beoga menyatakan tetap menghargai hubungan mereka dengan Ed Sheeran, tetapi memilih meninggalkan tur setelah polemik mengenai Macklemore.
Di tengah gelombang pengunduran diri tersebut, Ed Sheeran sebelumnya menjelaskan bahwa keputusan mengeluarkan Macklemore bukan berasal darinya. Menurut Sheeran, keputusan tersebut diambil promotor setelah pengelola sejumlah lokasi konser menyatakan keberatan terhadap keberadaan Macklemore dalam rangkaian pertunjukan.

Ed Sheeran. (Instagram)
“Setelah penampilan Macklemore di konser saya di New Jersey, pihak pengelola lokasi untuk jadwal tur mendatang menyatakan bahwa mereka akan membatalkan pertunjukan jika ia tetap menjadi penampil pendukung,” kata Ed Sheeran.
Sheeran mengatakan keberatan tersebut berkaitan dengan cara Macklemore menyampaikan sebagian pesannya saat tampil, bukan keseluruhan isi pernyataannya.
“Saya diberi tahu bahwa sikap tersebut didasarkan pada cara Macklemore menyampaikan sebagian pesannya saat tampil, bukan pada keseluruhan isi ucapannya,” lanjut Sheeran.
Sheeran juga menyebut telah melakukan pembicaraan dengan pengelola lokasi, promotor, serta sejumlah pihak yang memiliki pandangan berbeda untuk mencari jalan keluar. Namun, keputusan akhirnya tetap berada di tangan promotor dan pengelola lokasi.
“Keputusan untuk mengeluarkan Macklemore dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya. Kontrak Macklemore untuk tur ini adalah dengan pihak promotor, bukan dengan saya,” kata Sheeran seperti dikutip dari AP News.
Salah satu pihak yang disebut dalam pembicaraan tersebut adalah Robert Kraft, pemilik Gillette Stadium. Kraft kemudian menjelaskan alasan venue menolak kehadiran Macklemore dalam konser yang dijadwalkan pada 25 dan 26 September.
Kraft menyebut pihaknya berkomitmen menjaga tempat pertunjukan sebagai ruang yang aman bagi seluruh pengunjung. Ia juga mengatakan keputusan tersebut berkaitan dengan materi yang disampaikan Macklemore di atas panggung serta apa yang disebutnya sebagai rekam jejak retorika dan citra antisemit.
“Gillette Stadium memiliki komitmen jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi semua pengunjung dan memastikan bahwa acara-acara yang diselenggarakan di tempat kami tidak menjadi wadah bagi ujaran kebencian,” kata Kraft.
Kraft menambahkan bahwa keputusan tersebut, menurutnya, bukan dimaksudkan untuk mengabaikan penderitaan warga Palestina ataupun melarang dukungan terhadap mereka. Ia juga menyinggung tanggung jawab Hamas atas serangan dan kekerasan dalam konflik Israel-Palestina.
Perkembangan ini membuat polemik yang awalnya berpusat pada keluarnya Macklemore dari tur berkembang menjadi persoalan yang melibatkan sejumlah musisi, promotor, serta pengelola venue. Sementara itu, rangkaian The Loop Tour Ed Sheeran dijadwalkan tetap berlanjut, meski susunan penampil pendukung mengalami perubahan.
(RN-07/Berbagai Sumber)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar