Pilkades Bekasi Dikawal, Polisi Bidik Praktik Judi Botoh
- calendar_month 53 menit yang lalu
- print Cetak

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan Pilkades serentak di 154 desa Kabupaten Bekasi pada 20 September 2026, termasuk mengantisipasi konflik dan praktik perjudian botoh. (Foto: ReportaseNews/Tama)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews — Polda Metro Jaya menyiapkan strategi pengamanan untuk mengawal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 20 September 2026. Sebanyak 154 desa akan menggelar pemilihan kepala desa secara serentak.
Pola pengamanan akan disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat kerawanan di masing-masing wilayah. Selain menjaga keamanan selama proses pemungutan suara, kepolisian juga mengantisipasi potensi konflik antarpihak serta praktik perjudian yang dikenal dengan istilah botoh.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pengamanan disiapkan bersama Polres Metro Bekasi dan unsur terkait. Para calon dan pendukungnya juga diminta menghormati seluruh tahapan Pilkades serta menerima hasil pemilihan secara sportif.
“Kita mengimbau dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa ini bisa berjalan aman, damai, dan tertib. Artinya calon-calon yang sudah lulus melalui seleksi verifikasi harus sudah ditanamkan siap kalah dan siap menang,” kata Budi, Jumat (18/9/2026).
Budi menegaskan perbedaan pilihan politik di tingkat desa tidak boleh berkembang menjadi provokasi, intimidasi, maupun ancaman. Jika muncul keberatan atau sengketa, masyarakat diminta menempuh mekanisme hukum yang berlaku.
Kepolisian juga memberi perhatian khusus terhadap dugaan praktik perjudian atau botoh dalam Pilkades. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi telah menyiapkan satuan tugas untuk melakukan mitigasi dan penindakan apabila ditemukan indikasi tindak pidana perjudian.
“Direktorat Kriminal Umum sudah membentuk Satgas bersama Polres Metro Kabupaten Bekasi akan menindak tegas apabila menemukan terkait tentang perjudian,” ujar Budi.
Menurut Budi, praktik perjudian dalam Pilkades berpotensi memengaruhi proses pemilihan karena kontestasi tidak lagi semata-mata berlangsung sebagai proses demokrasi di tingkat desa. Karena itu, kepolisian akan melakukan pemantauan dan memproses dugaan tindak pidana berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.
“Apabila saat ini sudah turun untuk memitigasi, mencari, apabila menemukan, pasti akan kita proses dengan hukum yang berlaku,” katanya.
Dalam pengamanan Pilkades, personel kepolisian diarahkan mengedepankan pendekatan humanis dan profesional. Budi menyebut Kapolda Metro Jaya juga telah mengarahkan agar anggota yang bertugas tidak membawa senjata api sebagai bagian dari pendekatan pengamanan yang mengutamakan pencegahan dan pengendalian situasi.
“Kepada seluruh panitia pelaksanaan pemilihan kepala desa ini, tetap kita persiapkan pola-pola pengamanan yang humanis. Dan disampaikan oleh Bapak Kapolda, tidak diperbolehkan bagi anggota Polri membawa senjata api,” tutur Budi.
Polda Metro Jaya berharap seluruh tahapan Pilkades di 154 desa Kabupaten Bekasi berlangsung aman, tertib, dan damai, dengan seluruh calon, pendukung, panitia, serta masyarakat menjaga sportivitas dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.
(RN-07)
- Penulis: Tama




Saat ini belum ada komentar