Jaga Arah Ideologi, DPK GMNI Hukum Untag Surabaya Konsolidasi dengan Alumni
- calendar_month 51 menit yang lalu
- print Cetak

DPK GMNI Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar pertemuan bersama pimpinan dan alumni GMNI, Kamis (26/2/2026). (Foto: Isitmewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Surabaya, ReportaseNews – Dewan Pengurus Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPK GMNI) Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar pertemuan bersama pimpinan dan alumni GMNI di Kampus Untag Surabaya, Kamis (26/2/2026). Pertemuan ini bentuk konsolidasi ideologis pada awal masa kepengurusan baru.
Pertemuan itu dihadiri tokoh-tokoh senior seperti Ketua YPTA Kota Surabaya J. Subekti dan alumni senior GMNI Eddy Wahyudi. Kehadiran para tokoh ini bertujuan menyelaraskan arah pergerakan organisasi agar tetap berada pada koridor Marhaenisme.
Dialog ini menjadi ruang refleksi sekaligus penyusunan strategi bagi DPK GMNI Hukum Untag Surabaya dalam menjalankan roda kaderisasi dan aktivitas pergerakan mahasiswa kedepan.
Dalam kesempatan itu, Eddy Wahyudi membuka forum dengan memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada kepengurusan baru. Dia mengingatkan keberlanjutan organisasi bergantung pada keteguhan para kader dalam memegang teguh ruh perjuangan.
Menurut dia, setiap gerak langkah GMNI harus tetap berpijak pada nilai-nilai dasar yang telah menjadi identitas organisasi sejak pertama kali didirikan.
“Penting bagi kepengurusan baru untuk menjaga kontinuitas ideologi Marhaenisme sebagai ruh perjuangan GMNI. Setiap gerak organisasi harus tetap berpijak pada nilai-nilai dasar yang telah menjadi identitas kita sejak awal,” ujar Eddy Wahyudi.
Sementara J. Subekti mengatakan fokus utama komisariat saat ini adalah pengembangan kapasitas kader. Dia berharap GMNI Hukum Untag Surabaya mampu melahirkan kader yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga memiliki kedalaman intelektual.
Penekanan ini penting agar ajaran Bung Karno tetap relevan saat diimplementasikan dalam konteks akademik maupun dinamika sosial kemasyarakatan saat ini.
“Pengembangan kader harus menjadi fokus utama. Kita perlu membentuk kader yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual dan pemahaman ideologis yang kuat. Pergerakan GMNI perlu senantiasa selaras dengan ajaran Bung Karno,” tegas J. Subekti.
Menanggapi arahan para senior, Ketua DPK GMNI Komisariat Fakultas Hukum Untag Surabaya M. Ja’far Raihan Alfath menyatakan komitmennya untuk membawa organisasi ke arah yang lebih konsisten. Dia menilai koordinasi dengan alumni merupakan sarana untuk memperkaya perspektif dan menjaga tradisi organisasi agar tidak terputus oleh pergantian zaman.
“Kami berkomitmen menjalankan roda organisasi secara konsisten, terarah, dan berlandaskan ideologi. Koordinasi bersama alumni menjadi sarana penting bagi kami untuk memperkaya perspektif serta memastikan kesinambungan nilai dalam setiap program kerja,” ungkap Ja’far Raihan Alfath. (ROMA/RN-03)
- Penulis: Saparuddin Siregar


Saat ini belum ada komentar