Pura-pura Cedera, Anthony Lopes Hentikan Laga Demi Rekan Berbuka Puasa Tuai Pujian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Anthony Lopes jadi sorotan usai menghentikan laga FC Nantes vs Le Havre demi memberi kesempatan rekan setim muslim berbuka puasa di Ligue 1 2025-2026. (Foto: RN/Olympique Lyonnais)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, ReportaseNews – Kisah solidaritas ditunjukkan kiper Anthony Lopes saat membela FC Nantes melawan Le Havre AC pada pekan ke-23 Ligue 1 musim 2025-2026.
Laga yang digelar di Stade de la Beaujoire, Minggu (22/2/2026), itu mendadak terhenti pada menit ke-74 setelah Lopes terjatuh sambil memegang paha kirinya.
Bukan karena penyelamatan gemilang, penjaga gawang veteran asal Portugal tersebut justru menjadi sorotan karena diduga sengaja menghentikan pertandingan agar rekan-rekannya yang menjalankan ibadah puasa bisa berbuka.
Siasat di Tengah Regulasi Ketat
Di kompetisi Liga Prancis, penghentian laga untuk kepentingan ibadah tidak diatur secara khusus. Federasi sepak bola setempat dikenal menerapkan prinsip netralitas yang ketat, termasuk tidak memberikan jeda resmi untuk berbuka puasa.
Situasi itu membuat inisiatif Lopes dinilai sebagai langkah berani. Saat ia terjatuh dan meminta perawatan, wasit menghentikan pertandingan sesuai prosedur medis. Momen inilah yang dimanfaatkan sejumlah pemain muslim Nantes untuk berlari ke tepi lapangan.
Beberapa pemain terlihat meneguk air dan menyantap kurma sebelum kembali ke lapangan melanjutkan pertandingan.
Aksi Solidaritas Tuai Pujian
Tindakan Lopes menuai respons positif dari warganet dan pengamat sepak bola. Banyak yang menilai gestur tersebut sebagai bentuk solidaritas di tengah ketatnya aturan kompetisi.
Di kompetisi lain seperti Premier League, wasit diperbolehkan memberikan jeda singkat saat matahari terbenam agar pemain muslim dapat berbuka puasa. Kebijakan itu berbeda dengan yang berlaku di Prancis.
Aksi Anthony Lopes pun dipandang sebagai simbol kebersamaan dalam tim. Di tengah tensi pertandingan dan regulasi yang kaku, ia memilih mengambil risiko demi menghormati kebutuhan spiritual rekan setimnya. (RN-07)
- Penulis: Tama


Saat ini belum ada komentar